
Hari ini aku akan menemui calon nasabah ku berkat rekomendasi dari seorang teman,nasabah itu bernama Anto ia ingin memesan satu set tempat tidur untuk kamar pengantinnya.
Berhubung waktu ini hari kerja Anto memintaku untuk bertemu saat makan siang,aku dan Anto janji bertemu disebuah warung makan yang terdekat dengan kantornya.
Setibanya aku di sana Anto telah menungguku,Anto melambaikan tangan padaku aku segera menghampirinya.
"Gimana dek apakah sudah dilengkapi semua persyaratannya?"
"Sudah mbak" jawab Anto menyodorkan lembaran kertas padaku.
Sembari memesan jus jeruk aku memeriksa semua berkas yang diberikan Anto padaku,ternyata Anto benar - benar telah melengkapi semua persyaratan yang aku sampaikan semalam aku lanjut dengan mengisi formulir permintaan pesanannya untuk pengajuan kredit ( PK)
Setelah semua urusan selesai aku berpamitan dengan Anto namun saat aku akan keluar aku baru tau kalau Farhan juga berada ditempat itu Farhan sedang makan siang bersama dengan seorang wanita dan aku tidak menyangka dengan Farhan melihatku menjadi masalah besar buatku.
Saat aku akan menuju parkiran tiba - tiba saja ponselku berdering aku mengambil ponselku dari dalam tas ternyata Reza akupun segera menerima panggilan darinya, Reza langsung saja marah - marah dengan menuduhku sedang berselingkuh,aku berusaha menjelaskan pada Reza namun Reza lebih mempercayai ucapan adiknya,malas untuk bertengkar akhirnya aku menutup telepon dari Reza.
Aku segera menghidupkan mesin motorku dan segera pulang,awalnya aku ingin langsung kekantor untuk menyerahkan berkas milik Anto agar segera diproses namun aku mengurungkan niat karena mood ku sedang tidak baik.
Entah sudah berapa kali Reza meneleponku namun aku sengaja tidak menerima panggilan telfonnya,Reza kembali mengirim pesan WhatsApp dengan memaki diriku.
Aku menghempaskan tubuh diatas tempat tidur,memikirkan Reza membuat kepalaku tiba - tiba terasa berat dan pusing.
"huh.........benar - benar membosankan" aku kembali bangkit dari tempat tidur mengambil photo pernikahanku yang terpajang dikamar lalu menghempasnya kelantai.
"Lin Lina" kamu kenapa Lin?" tanya Metha menghampiriku.
"Aku sudah tidak sanggup Ta" aku lelah" ucapku menangis tersedu.
"Kamu yang sabar ya Lin" demi anakmu"
Kata - kata Metha membuatku tersadar,aku terjatuh bersimpuh dilantai Metha memelukku dan mencoba menguatkan ku,putriku yang berdiri didepan pintu kamar menatapku,seolah ia tau aku sedang bersedih,aku segera menghampiri dan memeluk erat putriku.
__ADS_1
Azan magrib berkumandang bertanda malam akan segera hadir aku segera mengambil air wudhu dan shalat magrib.
Hatiku mulai tenang setelah selesai melaksanakan shalat.
Metha mengetuk pintu kamarku mengajakku untuk makan malam aku segera keluar melangkah menuju ruang makan,tiba - tiba terdengar suara mobil yang berhenti dihalaman rumah,aku mengintip dari balik gorden.
Mobil Reza sudah berada didepan rumah,aku sedikit gugup melihat Reza yang mendadak pulang malam ini, Reza mengetuk pintu rumah,aku berlari menuju kamarku dan meminta pada Metha untuk membukakan pintu.
"Siapa wanita itu!"tanya Reza setelah berada didalam kamar.
"Re aku akan menjelaskan semuanya Re" tapi kumohon turunkan nada bicara mu kita bicara diluar karena Risma sedang tidur" ujarku dan melangkah keluar menuju ruang tamu.
Aku menjelaskan tentang siapa Metha yang sebenarnya dan aku menceritakan semuanya tampa ada yang harus kututup - tutupi.
"Begitulah Re ceritanya percaya atau tidak itu terserah padamu aku sudah lelah Re" ujarku
Aku lalu bangkit hendak melangkah kekamar tiba - tiba Reza memelukku perlahan aku mencoba melepaskan pelukan Reza.
"Maafkan aku sayang, aku terlalu cemburu karena aku takut kehilanganmu.
Reza mempererat pelukannya air mataku menetes dipundaknya Reza melepaskan pelukannya dan perlahan menghapus air mataku, kami saling berpelukan Reza mengecup keningku dan membelai lembut rambutku, Reza memegang daguku dan mulai menciumi bibirku aku memejamkan mata,aku dan Reza bercinta malam ini seperti saat awal dulu kami menikah aku memberikan perlawanan saat jari - jari Reza mulai menari - nari di setiap inci tubuhku.
Setelah menyelesaikan pertarungan kami sama - sama terkulai lemas Reza menggenggam erat tanganku aku sangat bahagia malam ini.
Saat aku terbangun Reza masih tertidur di sampingku sambil memelukku,aku merapatkan tubuhku dan memeluk tubuh kekar Reza "aku kangen kamu yang dulu Re" bisik ku dalam hati.
Setelah memandikan Risma putriku aku melangkah menuju ruang makan dan mulai menyiapkan sarapan pagi,Metha sudah berada didapur membantuku.
Aku memperkenalkan Metha pada Reza saat kami sedang menikmati sarapan pagi,Reza tampak tidak keberatan menerima Metha tinggal bersama kami.
"Sayang hari ini temani aku yuk" ucap Reza tiba - tiba.
__ADS_1
"Kemana Re?"
"Temanku mengadakan syukuran beliau mengundangku untuk dapat hadir"
Aku bersama Reza dan buah hati kami pergi siang ini untuk menghadiri undangan tersebut,setelah bersiap - siap kami segera berangkat.
Usai menghadiri acara syukuran temannya Reza mengajakku kesebuah hotel,sebelum memutuskan untuk kehotel Reza mengajakku mampir kesebuah mall terlebih dahulu,saat melewati toko perhiasan Reza menghentikan langkahnya dan mengajakku masuk ke toko perhiasan itu untuk melihat - lihat perhiasan yang terpajang ditoko tersebut.
Mataku tertuju pada satu kalung yang terlihat simpel tapi elegant.
"Kamu suka sayang?" tanya Reza padaku,aku menggelengkan kepala walau sebenarnya hatiku sangat suka pada kalung itu,mungkin Reza tau aku berbohong saat itu Rezapun membeli kalung itu.
"Untuk siapa kalung itu Re"
"Untuk siapa lagi kalau bukan untukmu sayang,aku tau kamu berbohong tidak menyukainya" ujar Reza
"Re" hari ini bukan ulang tahunku Re,lagian hari ini juga bukan hari spesial" ucapku
"Memangnya harus nunggu hari spesial aku memberimu hadiah?"
"terimakasih Re" ucapku tersenyum penuh haru Rezapun langsung memakaikan kalung itu dileherku.
Setelah melakukan pembayaran Reza langsung menuju sebuah toko baju Reza menyuruhku memilih baju sesuai dengan seleraku,butuh waktu lama untuk aku menentukan pilihan karena baju yang ada ditoko tersebut bagus - bagus dan sangat modis.
Sementara Reza sudah menemukan baju tidur model lingerie Reza meletakkan baju tersebut dimeja kasir,aku yang melihatnya mengkerut kan dahi
"Kamu akan tampak lebih seksi mengenakan baju itu sayang" ujar Reza berbisik di telingaku aku jadi salah tingkah mendengar kata - kata Reza dan segera mengalihkan pandanganku pada baju yang terpajang disudut toko akupun memilih baju tersebut,setelah menyelesaikan pembayaran Reza mengajakku untuk makan malam,aku benar - benar tersanjung dengan perlakuan Reza padaku hari ini.
Hari pun sudah gelap saat aku dan Reza keluar dari mall tersebut Reza mengendarai mobilnya menuju sebuah hotel yang sudah ia pesan terlebih dahulu,Reza memintaku agar menghubungi Metha untuk mengabari bahwa kami tidak pulang kerumah malam ini.
Hari ini kami menghabiskan waktu bersama.
__ADS_1