CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eos.66


__ADS_3

"Mbak aku boleh nanya sesuatu pada mbak?" ucap Fahri memecah kebisuan aku menoleh kepadanya aku tau apa yang sedang di pikiran Fahri kerena ia juga mendengar jelas pembicaraanku dengan Bagas,aku menatap laut lepas.


"Tapi kalau mbak keberatan gapapa kok mbak"


"Tanyalah apa yang ingin kamu tanyakan"


"Apakah tadi suami mbak?"


Aku hanya menggelengkan kepala,aku tahu Fahri bakal merasa terkejut dengan jawabanku dan mungkin akan berfikiran macam - macam terhadapku jika tahu statusku seorang istri yang juga menjalin hubungan dengan pria lain.


"Mbak boleh cerita ke aku mbak,terkadang kita butuh orang lain untuk menceritakan beban yang ada di hati kita,mbak nggak usah sungkan anggap mulai sekarang kita sahabatan.


Fahri memang benar saat ini aku memang butuh orang lain paling tidak aku bisa cerita seperti yang dikatakan Fahri agar perasaanku bisa sedikit tenang dari pada kusimpan sendiri.


"Bagaimana dengan suami mbak,apakah mbak tidak mencintainya?


"Mbak tidak pernah mencintainya Fahri namun begitu mbak pernah mencoba untuk belajar mencintainya akan tetapi disaat mbak mulai mencintainya mbak malah dikecewakan dan mbak sama sekali tak pernah mendapatkan hak sebagai seorang istri"


"Lalu saat hati mbak terluka mbak bertemu dengan seorang pria dan akhirnya menjalin kasih dengannya.


"Mbak mengenalnya dari masih kanak - kanak dia lah cinta pertama mbak,mbak memendamnya begitu lama hingga kami akhirnya berpisah saat setelah lulus sekolah,mbak selalu mengharap kehadirannya disetiap doa - doa mbak tetapi kami berjumpa lagi saat sudah mempunyai pasangan masing - masing"


Aku menceritakan semuanya pada Fahri dan memang benar perasaanku kini sedikit lega.


"Apapun nanti yang bakal terjadi kedepannya,mbak harus kuat semua akan berlalu seiring berjalannya waktu,aku tahu memang sangat mudah mengatakan namun begitu berat saat kita menjalaninya,namun kita juga harus tahu mbak setiap kejadian apapun itu ada pembelajarannya disana,sekarang mungkin kita tidak dapat memahaminya namun kelak percayalah semua ada hikmahnya"


"Terimakasih Fahri mbak sedikit lega ada tempat untuk bercerita"


"Dan jangan mbak terlalu pikirkan tentang mbak yang melihat cowok mbak bersama wanita lain mungkin saja benar mbak salah lihat, tersenyum dong mbak masak masih cemberut gitu katanya udah lega?"


Akupun tersenyum menoleh pada Fahri.


"Nah gitu dong tersenyum biar sunset nya mangkin cemburu karna kalah indah dengan senyuman mbak"


"Kamu gombal ya, kalau mau gombalin lihat - lihat dong,masak tante - tante kamu gombalin juga" ucapku mencibir pada Fahri

__ADS_1


"Sori ya aku nggak sedang lagi gombal aku serius lagi mbak,lagian mbak bukan tante - tante,mbak tu masih muda bahkan seperti anak gadis"


"Modus kamu,sama pacarmu sana kalau mau rayu - rayu"


"Aku nggak punya pacar mbak,ditempat kerjaan banyak sih yang naksir cuma belum ada yang buat aku tertarik"


"Iya deh mbak percaya aja deh sama kamu" ucapku lalu kembali mengarahkan pandanganku kearah laut lepas,ombak memecah hening dalam kepalaku kembali masih memikirkan Bagas,aku jadi mengenang kembali saat bersamanya disore dan suasana yang sama.


"Mbak sini deh"


Fahri tiba - tiba bangkit dari duduknya dan menarik tanganku secara spontan aku akupun bangkit dari dudukku Fahri semangkin kuat menarik tanganku berlari - lari kecil menuju tepian pantai aku hanya bisa mengikuti Fahri,hingga ditepian bibir pantai lalu Fahripun melepaskan tanganku,tampa kuduga Fahri berteriak sangat kencang.


"Lakukan mbak seperti aku tadi"


Aku ragu dan menoleh kekiri dan kekanan lalu menggeleng pada Fahri.


"Ayo mbak berteriak jangan malu mereka yang disini tidak akan perduli,setelah ini mbak semangkin bertambah lega,ayo mbak"


Walau ragu aku mengikuti saran Fahri lalu aku berteriak sekuat tenagaku kemudian Fahri kembali mengulang berteriak begitu juga,entah siapa yang memulai duluan akhirnya kami saling tertawa terbahak - bahak,hari ini aku menikmati suasana pantai sangat berbeda dengan hari biasanya,setelah itu Fahri kembali mengajakku berlari kecil menyusuri pantai.


"Fahri stop mbak nggak kuat lagi"


"Mbak capek Fahri"


"Masak gitu aja capek mbak,masih muda juga" ucap Fahri genit


"Sudah - sudah jangan gombal terus kamu jangan coba - coba genit ya nggak bakal mempan"


Fahri terkekeh mendengar ucapanku barusan aku segera duduk dihamparan pasir dengan meyelonjorkan kedua belah kakiku,Fahri mengikuti dan duduk disampingku,lalu hening sesaat.


"Mbak haus nggak"


"Banget lah!"


"Yealah jangan ngegas dong mbak,ayo kita kewarung sana mbak"

__ADS_1


Aku mengikuti arah telunjuk Fahri dan benar ada sebuah warung disebelah sana aku bergegas bangkit dan berjalan menuju warung tersebut"


"Dasar mbak curang main tinggal aja"


Lagi - lagi Fahri mengikutiku dari belakang masih sambil menggerutu.


Semerbak harum aroma kopi yang begitu menyengat merasuk masuk kedalam hidungku,lalu aku memesan secangkir kopi pada pemilik warung dan mengambil satu botol air mineral kemudian duduk pada bangku yang disediakan oleh pemilik warung.


"Sial "umpatku karena tiba - tiba saja wajah Bagas menari - nari dipelupuk mataku.


"Kenapa lagi mbak,apakah mbak masih mengingat pacar mbak itu?" wajar juga mbak jangan terlalu dipaksain buat lupa,mbak ikuti aja proses nya,mbak nikmati aja dulu kalau terlalu dipaksain yang ada mbak malah semangkin mengingatnya.


Fahri memang masih sangat terlalu muda namun ia begiitu sangat dewasa dalam menjalani hidup,aku merasa senang bisa bertemu dan berkenalan dengan Fahri.


Saat ini kami mengobrol lebih serius tentang kehidupan ternyata Fahripun seorang yang berwawasan luas ia selalu nyambung diajak ngobrol dalam segala hal,aku semangkin percaya jika ia yang masih muda bisa menjabat sebagai maneger diperusahaan tempat dimana ia bekerja sekarang.


"Fahri kamukan secara materi udah mapan dan kamu ya lumayan tampan dan masih muda mengapa tidak segera mencari pendamping hidup,kamukan bilang tadi ditempat kamu bekerja banyak yang naksir"


"Kan aku udah jelaskan pada mbak aku tidak tertarik sama mereka sedikitpun"


"Jadi tipe yang seperti apa yang kamu cari,apakah mereka kurang cantik menurutmu?


"Mereka rata - rata cantik - cantik dan seksi mbak tapikan yang namanya cinta itu tidak bisa kita arahkan gitu aja ia ngalir dengan sendirinya dan cantik itu relatif mbak bagiku yang terpenting bisa buat aku nyaman dan aku nggak suka ribet.


"Ribet maksudnya "


"Mbak mau tau aja atau mau tau banget"


"Mbak serius Fahri,kamu malah bercanda kamu kan cowok mbak mau cowok itu suka wanita yang seperti apa sih?"


"Hmmm kayaknya aku tau kemana arah pertanyaan mbak deh"


"Sotoy kamu jawab aja kenapa sih, nggak usah muter - muter.


"Jadi mbak pengen tau jawaban yang sebenarnya,mangkanya mbak kita pacaran aja dulu nanti mbak akan tau jawabannya.

__ADS_1


"Huuu itu sih akal - akalan kamu aja" aku mencibir merasa kesal pada Fahri,Fahri menanggapinya dengan tersenyum genit mengodaku.


Semburat merah diufuk barat mulai memudar bersama seiring dengan tengelamnya matahari dan langitpun mulai gelap,aku mengajak Fahri meninggalkan pantai bersama senja yang telah menghilang.


__ADS_2