
Hari sudah gelap ketika aku dan anak - anak sampai dirumah,ku buka pintu dan segera menghidupkan lampu.
Aku langsung menuju kamar untuk mengganti pakaian Lalu kembali keluar dari kamar dan menyiapkan makan malam.
Aku mendengar suara putriku yang sedang mengobrol dan sesekali tertawa lepas aku merasa penasaran dan meninggalkan pekerjaan memasak ku didapur ternyata putriku sedang asik ngobrol bersama dengan ayah mereka diruang tengah,aku kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaanku.
"Bun ayo kita makan diluar"
"Kalian aja yang pergi bunda banyak kerjaan" ucapku berbohong
"Ayo dong bun sekali ini saja"
Putriku terus memohon padaku namun aku berhasil memberi pengertian dengan mereka dan akhirnya mereka pergi juga bersama ayahnya untuk makan malam diluar,sementara aku melanjutkan memasak untuk makan malamku.
Usai makan malam aku masuk kekamar dan duduk didekat jendela kamar,aku merasakan rindu kepada Bagas kubuka ponselku kembali Bagas inbox padaku,lalu ku save nomor Bagas dan membuka nomor Bagas yang tadinya ku blokir,
tampak olehku Bagas online satu menit yang lalu akupun segera menyapa Bagas,tiba - tiba nomor tersebut tampak online dan langsung membalas pesan yang kukirim,aku tersenyum penuh kebahagiaan saat membaca pemberitahuan sedang mengetik.
Kami melepas kerinduan malam itu dengan mengobrol panjang lebar tampa sengaja mataku tertuju pada jam dinding waktu telah menunjukkan pukul 2 dini hari dan aku baru ingat akan putriku yang tidak kunjung pulang aku mengakhiri obrolan dengan Bagas aku dan menjelaskan apa yang sedang Aku alami.
Aku mulai panik dan segera menghubungi putriku,namun nomor tersebut sedang tidak aktif diluar jangkauan aku kembali mengecek melalui whatsapp tampak aktif 10 jam yang lalu,aku mengirimkan pesan pada putriku namun hanya tanda centang satu,pikiranku bertambah tak karuan.
Dan akhirnya aku menelepon Reza kendati aktif Reza tidak kunjung menerima panggilanku aku mencoba berulang - ulang kali menelepon namun tetap sama Reza tidak menjawab panggilan telepon dariku.
Aku mengirim pesan melalui whatsapp Reza membaca semua chat dariku namun tak satupun dibalas akhirnya aku menyerah tidak lagi menghubungi Reza malam itu,aku berusaha berpikir positif pasti Reza membawa putri kami menginap dirumah ibu mertuaku,namun demikian mataku tak bisa tertidur aku menunggu malam segera berlalu.
Waktu baru menunjukkan pukul 6 pagi aku kembali menelepon putriku karena aku tau benar putriku pasti sudah terbangun saat ini.
Aku medial nomor putriku lalu segera menghubunginya namun sama seperti tadi malam nomor putriku sedang berada diluar jangkauan dan begitu pula whatsapp putriku belum tampak online terakhir dilihat tetap sama dengan tadi malam.
Aku mengganti pakaianku dan segera menuju rumah ibu mertuaku Suasana dirumah ibu mertuaku masih tampak sunyi dengan berat hati aku terpaksa mengetuk pintu beberapa kali,sesaat kemudian ibu mertuaku membukakan pintu setelah mengucap salam aku menerobos masuk kedalam rumah aku memeriksa setiap ruangan dan tidak menghiraukan tatapan tajam ibu mertuaku.
"Kamu kemasukan setan dari mana Lin"
"Dimana Reza dan anak - anak ma"
"Lho kamu istri dan ibu seperti apa hingga tidak tau suami dan anak - anak mu berada dimana"
Aku tidak menanggapi ucapan ibu mertuaku dan segera masuk kedalam kamar mertuaku ,aku meraih ponsel ibu mertuaku yang terletak di meja lalu segera menelepon Reza, Rezapun segera menerima panggilan tersebut.
__ADS_1
"Assamualaikum ma" ada apa pagi - pagi mama sudah meneleponku"
"Re dimana kamu sekarang,mana anak - anak" ujarku tampa basa - basi.
"Kenapa bukankah anak - anak tidak penting lagi buatmu"
"Katakan dimana kamu sekarang dan mana anak - anak,jika kamu tidak memberitahuku Aku akan membuat keributan disini"
Tiba - tiba ayah mertuaku mengambil ponsel dari tanganku spontan aku terkejut ibu mertuaku menatapku dan tersenyum sinis.
"Re kamu dimana segera bawa pulang cucu papa atau kamu akan tau akibatnya nanti!" ujar ayah mertuaku segera menutup sambungan ponselnya.
Aku menghambur dan bersimpuh dibawah kaki ayah mertuaku.
"Maafkan Lina pa"
Ayah mertuaku membantuku segera bangkit dan membawaku duduk disebelah ya.
"Berdirilah nak hapus air matamu, papa tidak perlu memaafkan mu,karena papa tau ini bukan salahmu"
"Sandiwara apa yang sedang kamu perankan di rumahku ini Lin!"
"Mama tidak pernah mencampuri urusan mereka pa" mama cuma ti.......
"Sudahlah ma tidak usah beralasan lagi segera perintahkan Reza untuk segera pulang!"
Akhirnya ibu mertuaku menuruti perintah ayah mertuaku dan segera menelepon Reza,untuk sekian kalinya aku meminta maaf pada ayah mertuaku juga pada ibu mertuaku dan segera berpamitan.
Setibanya dirumah aku tidak langsung segera masuk kedalam rumah,aku memilih duduk didepan rumah,pikiran dan hatiku lagi tidak sejalan,aku sedih memikirkan semua,kapankah semua ini akan berakhir, aku lelah hingga Aku sendiri tidak tahu harus berbuat apa.
Waktu seolah lambat berputar aku sudah tidak sabar dan segera ingin bertemu kedua buah hatiku setelah selesai mandi,aku menelepon ayah mertuaku memberitahukan kepada beliau tentang putriku yang belum pulang kerumah.
"Mamamu sudah memberitahu papa bahwa Reza bersama cucu papa sedang berada di kota X dan sekarang sedang dalam perjalanan pulang,kamu sabar ya nak"
"Iya pa" terimakasih banyak dan maaf Lina sudah membuat papa repot"
"Tidak mengapa nak papa akan selalu membantu anak papa jika ada masalah jangan sungkan memberitahu ke papa"
"Baik pa" terimakasih, assamualaikum"
__ADS_1
"Waalaikumsalam"
Perasaanku menjadi tenang setelah mendapat kabar dari ayah mertuaku, seandainya tadi malam aku tidak menolak permintaan putriku mungkin semua ini tidak bakal terjadi aku mulai menyalahkan diriku sendiri aku menarik napas panjang.
Kring...........kring..........kring
dering suara ponsel membuyarkan lamunanku,aku melirik kearah ponselku dan itu panggilan telepon dari putriku.
"Hallo sayang Kakak kemana aja sih,tega ninggalin bunda nak?"
"Maaf Bunda ponsel Kakak lowbat bun,malam tadi ayah ada urusan mendadak bun dan tidak sempat pulang untuk mengabari Bunda,berhubung hari ini libur kami dengan senang hati ikut ayah,Bunda tidak marah kan"
"Tidak nak cuma Bunda merasa kesepian,cepat pulang ya nak,Bunda kangen" jawabku meneteskan air mata.
"Oke bunda, assamualaikum"
Entah berapa lama aku kembali melamun,aku kini dirundung kebimbangan tekad ku untuk berpisah dengan Reza begitu banyak kendala,haruskah aku lupakan semuanya termasuk aku harus mengakhiri hubunganku dengan Bagas,suara dering telepon kembali berbunyi.
"Hallo yank,lagi ngapain nih"
"Lagi duduk - duduk yank"
"Bagaimana sudah clear masalahnya"
"Belum malah semangkin ribet,jika aku ngotot untuk berpisah Reza akan berusaha untuk mendapatkan hak asuh anak,aku bingung"
"Kamu nggak usah takut setahuku anak dibawah umur,hak asuh anak pasti jatuh ditangan ibu"
"Bagaimana jika Reza mengandeng pengacara handal aku pasti kalah yank,karena aku tau tak sedikit Reza mengenal orang - orang penting"
"Sekarang yang harus kamu lakukan kamu tenang dalam berpikir dan berdoa, emang kamu mau selamanya dimanfaatkan oleh suamimu itu?"
"Entahlah yank kita Lihat saja nanti"
"Istirahatlah, jangan terlalu banyak pikiran dan jaga kesehatan ok"
"Baik terimakasih yank" ujarku dan mengakhiri sambungan telepon.
Aku terpaksa memberitahu Bagas tentang masalah rumah tanggaku karena desakannya juga saat aku sulit dihubungi,aku tidak ingin Bagas menganggapku bahwa aku sudah bosan terhadapnya.
__ADS_1