CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.52


__ADS_3

Disepanjang perjalanan aku hanya diam saja,sejak awal ingin rasanya aku menolak ajakan Reza,karena ia mengatakan ingin berbicara hal penting aku akhirnya menuruti keinginannya,apa lagi Reza mengatakan hal itu didepan anak - anak aku jadi tak bisa menolak saat Reza mengajakku keluar malam ini.


Sesekali Reza menoleh padaku,aku segera melemparkan pandanganku kesamping,sampai di suatu tempat ditaman kota Reza menghentikan mobilnya.


"Lina" aku minta maaf" ucap Reza membuka obrolan.


"Bicaralah Re apa yang sebenarnya ingin dirimu sampaikan"


Reza sesaat terdiam aku menoleh kearahnya berharap ia segera mengatakan sesuatu aku lelah dan aku tak ingin berlarut - larut aku ingin ini segera selesai agar tak menghantui kehidupanku kedepannya.


"Kamu kenapa Re?"


aku mencoba memancing membuka obrolan dengan bertanya kepadanya sekali lagi.


Wajah Reza berubah drastis yang tadinya tampak tenang kini berubah gugup.


"Lin" aku ingin kita mengulangnya dari awal demi anak - anak.


"Maksudmu Re"


"Aku akan menceraikan Bela aku ingin bisa seperti dulu hidup bersamamu seperti saat awal kita menikah"


Hatiku yang tadinya bahagia berubah sedih karena awalnya aku menduga Reza bakal memutuskan untuk berpisah denganku tapi kini malah ia menginginkan sebuah hubungan seperti dulu lagi, Reza meminta kesempatan kedua.


Hatiku bukanlah sebuah mainan,aku sudah tidak bisa untuk kembali pada Reza seperti dulu lagi,rasaku pada reza telah pergi jauh,beberapa menit berlalu aku hanya diam tak bergeming,


Aku berdiri melangkah turun dari mobil Reza,auraku berbeda dengan semua orang yang sedang berada di taman ini mereka tampak bersuka cita menikmati suasana malam,kutatap sekeliling dengan tatapan kosong aku merasa putus asa.


Pernikahan Reza dengan Bela awalnya membuatku berharap agar suatu hari nanti Reza bakal menyerah dan memutuskan untuk menceraikan ku,kini malah sebaliknya rasa sakit yang kini kurasa semangkin membuatku ingin menangis, harapan ingin segera hidup bersama Bagas seperti layaknya pasangan lain semangkin jauh karena hingga kini restu dari ibu ku belum kudapat.


Reza turun dari mobilnya dan melangkah mendekatiku kemudian ia duduk disampingku dadaku kian sesak saat Reza kembali dengan pertanyaan yang sama.


"Maaf Re aku tidak bisa" dan kuharap kamu bisa mengerti"


Tampak Reza begitu emosi ia menendang bekas botol minuman air mineral dan akhirnya menjadi tontonan gratis pada pengunjung lain yang berada di taman kota,aku berusaha agar air mata ku yang sudah sesak memenuhi mata tidak tumpah, Reza tidak pernah berubah sama seperti dulu yang selalu mementingkan perasaannya sendiri.


Aku tak ingin menjadi tontonan gratis pengunjung disini untuk itu aku memilih kembali kedalam mobil Reza kuraih seat belt dan segera mengenakannya.


Dahulu aku memang berharap akan bahagia dengan menerima lamaran Reza,aku bahkan menginginkan sebuah keluarga yang utuh namun harapan itu kemudian hancur berantakan karena sikap Reza yang tak pernah menganggap aku ada, bagaikan serpihan kaca yang tak mungkin lagi bisa utuh seperti semula kendati bisa untuk ditata dan disusun agar tampak seperti semula namun retaknya akan tampak terlihat juga.

__ADS_1


Tak berapa lama Reza kembali masuk kedalam mobil.


"Apa memang karena laki - laki itu sehingga kamu mengacuhkan aku sebagai suami sah mu Lin"


"Kumohon Re ini tentang kita tidak ada sangkut pautnya dengan orang lain"


Reza menyalakan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan taman kota tidak ada percakapan yang terjadi didalam mobil namun semburat kekecewaan terpancar jelas diwajahnya.


Tiba - tiba Reza memutar ditikungan dan membawa mobilnya mengarah jalan yang berlawanan dengan jalan menuju kerumah,aku menatap heran pada Reza namun Reza tak sedikitpun menghiraukan ku ia tetap fokus kearah jalanan.


Tak lama kemudian Reza memasuki halaman rumah yang tak asing lagi bagiku,Reza menghentikan mobil tepat didepan rumah tersebut.


"Kamu mau apa membawaku kemari Re?"


Rumah yang tadinya gelap hanya diterangi dengan sorot lampu dari ruang tengah kini tampak terang benderang seseorang telah menghidupkan lampu diruang tamu aku semangkin gugup.


"Turun kamu!" bentak Reza


"Kamu jangan membuat keributan disini Re nanti ibu mendengarnya"


"Aku sengaja agar ibu tau dan kamu yang akan memberi penjelasan pada ibumu"


Hukkk..........hukkk.........hukkk


"Mana anak - anak Lin?" tanya ibu dengan masih ter batuk kecil


"Dirumah bu,kenapa ibu kok belum tidur?"


"Sejak beberapa hari ini ibu sulit untuk tidur badan ibu kurang sehat nak"


"Mbak Eva apa sudah tidur bu?"


"Mbak mu mungkin kecapean Lin,ia sendiri mengurus semuanya sejak ibu sakit - sakitan begini"


Aku segera ke dapur untuk mengambilkan ibu air hangat, Reza kembali mengikuti ku dari belakang.


"Setelah ini aku atau kamu yang berbicara pada ibu tentang dirimu yang ingin kita bercerai"


"Re setidaknya kamu gunakan perasaanmu, ibu sedang sakit"

__ADS_1


"Jangan bilang tentang perasaan padaku Lin" dimana perasaanmu saat aku sebagai suami ingin membuat hubungan ini membaik"


"Re kumohon jangan bahas hal ini didepan ibu"


Aku segera kembali menuju ruang tamu dengan menyandarkan kepala ke kursi,kuberikan air hangat pada ibu,dengan bantuan ku ibu segera meneguk air hangat tersebut.


"Lho kamu Lin" kapan datang"


"Barusan mbak,kenapa mbak tidak memberitahuku kalau ibu sedang sakit?"


"Ibu hanya batuk biasa dan ibu yang melarang mbak mu untuk memberitahu mu.ujar ibu


Aku segera memapah tubuh ibu kekamar tidur dan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.


"Mbak buatkan kopi hangat ya Lin" ujar mbak Eva


"Nggak usah mbak lagian nggak bakal lama,besok Lina kembali kemari dan biar ibu bisa istirahat"


"Oiya kamu ada perlu apa malam - malam begini kemari dan mengapa anak - anak tidak dibawa Lin?"


Ibu pun menatapku dan Reza secara bergantian penuh dengan tanda tanya, aku mencoba tersenyum agar ibu tidak curiga.


"Tadi aku dan Reza sedang berkunjung kerumah temannya Reza bu kebetulan lewat sini kami mampir sebentar"


"Apa benar yang dikatakan istrimu nak Re?"


"Ya benar bu" ucap Reza singkat.


"Syukurlah dan kalian segeralah pulang hari sudah larut malam kasihan anak - anak"


"Baik bu"


Aku dan Reza segera berpamitan pada ibu dan mbak Eva,aku berjanji pada ibu besok akan kembali mengunjunginya.


"Maksudmu apa Re,kamu sengaja menjebak ku dengan mempergunakan ibuku"


"Kamu jangan marah dulu Lin" aku hanya ingin tau reaksi ibu"


"Dasar licik kamu Re"

__ADS_1


Reza tersenyum sinis ia kembali fokus dengan jalanan,suasana kembali hening kami larut dalam pikiran masing - masing,aku merasakan sakit yang begitu dalam sehingga dadaku terasa sesak sulit untuk bernapas, permintaan Reza terlalu sulit untuk kukabulkan,sementara kesehatan ibu juga harus kupikirkan mengapa aku harus mengalami permasalahan hidup yang berlarut - larut..........."oh tuhan mengapa engkau memberikan cobaan sesakit ini padaku"bisikku di dalam hati.


__ADS_2