
Tak berapa lama waitress tersebut kembali dengan membawa baki ditangannya bersama pesananku dan berlalu pergi setelah menyelesaikan tugasnya.
Ku tuangkan minuman kedalam gelas ku, aku segera meneguk minuman tersebut emosiku mereda perlahan aku bisa sedikit santai seolah lupa Bahwa Bagas sedang bersama wanita tersebut.
Aku mengeluarkan sebatang rokok dari bungkusnya dan mulai menghisap perlahan dan memainkan asap yang keluar dari bibirku,Fahri menatapku dengan tatapan berbeda merasa sedikit aneh karena baru pertama melihatku dalam keadaan seperti saat ini.
"Kamu nggak pernah lihat orang merokok ya"
"Rupanya kalau orang patah hati itu sama aja ya,mau cowok atau cewek nggak ada bedanya"
"Sotoy kamu kayak yang pernah merasakan patah hati,pacar aja kamu nggak ada iyakan"
Aku kembali menuang minuman yang ada didalam botol kegelasku dan kembali meneguknya namun tiba - tiba Fahri menahan tanganku,ia mengambil gelas dan menyingkirkan nya dariku akupun terperangah kaget wajahku memerah menahan amarah.
"Apa - apaan kamu Fahri!"
"Mbak yang apa - apaan,mbak mau mabuk,hanya karena cowok mbak yang berengsek itu!" Apa mbak pikir dengan begini masalah mbak akan terselesaikan......jawabnya nggak mbak,mbak malah a..."
"Apa perduli mu"
"Jelas aku perduli mbak!" karena a..."
"Karena kamu mau bilang jatuh cinta denganku begitu?" bulshit"
"Aku tidak omong kosong aku tu"
Aku segera berdiri dan menarik tangan Fahri keluar cafe,kemudian memberikan kontak motorku padanya.
"Mau kemana kita mbak"
"Kamu mau ke hotelkan kamu tidur denganku dengan alasan jatuh cinta denganku,ya....ya ...ya aku tahu maksud cinta yang kamu bilang,kamu pengen bercinta denganku iyakan cinta satu malam!" sebaiknya jangan banyak bicara kamu, sekarang ayo kita kehotel.
"Maaf mbak aku tidak serendah itu,aku bisa terima kalau mbak menolaknya dan aku hanya memikirkan bagaimana nanti jika mbak pulang dalam keadaan mabuk dan anak - anak mbak melihatnya betapa hancur mbak mereka melihat bundanya serapuh ini"
Aku menjadi lemas dan terduduk diparkiran benar yang dikatakan Fahri aku menangis tak sanggup membayangkan semua itu kemudian Fahri membantuku untuk berdiri dan membawaku masuk kedalam mobilnya.
"Mbak boleh bersedih tapi jangan menghancurkan diri mbak sendiri,aku akan menemani mbak dan menjadi sahabat yang selalu ada disisi mbak,mbak tidak sendirian mbak"
Aku kembali menangis sesenggukan,Fahri mengusap punggungku.
"Bagaimana kalau kita kepantai dengan disana mungkin mbak bisa tenang" ujar Fahri aku mengangguk dan segera turun dari dalam mobil namun Fahri meraih tanganku.
"Motor mbak nanti aku yang urus,pokok nya aman mbak,besok masih liburkan" ucap Fahri kembali aku menurutinya dengan mengurungkan niatku.
Malam belum begitu larut aku dan Fahri berjalan menuju pantai,suasana pantai tampak sepi hanya ada beberapa pengunjung yang sedang asik menikmati suasana pantai dimalam hari,aku menghentikan langkah duduk diantara bebatuan deru ombak memecah
keheningan malam.
__ADS_1
Bagas meneleponku Fahri segera mengambil ponsel dari tanganku dan menonaktifkan ponselku lalu ia mengembalikan ponselku,aku hanya diam membiarkan Fahri melakukannya sesaat aku dan Fahri terdiam,aku menikmati suasana pantai lampu - lampu para nelayan yang sedang menangkap ikan di laut lepas menambah indahnya suasana malam.
Andai kau ada disini Bagas dirimu pasti kagum pada keindahan alam,mengapa dirimu tega padaku sementara kita sudah saling kenal cukup lama,kau tahu betapa aku mencintaimu dari dulu,kau tahu itu tapi dirimu seolah sengaja mempermainkan cinta suciku,air mataku kembali mengalir aku segera mengusapnya Fahri menoleh kearahku dan memberikan tisu padaku.
Aku kembali larut dalam kesedihanku dua orang pengamen tiba - tiba menghampiri kami Fahri sesaat mengajak mereka ngobrol aku tidak tertarik untuk nimbrung ngobrol bersama mereka, kemudian Fahri meminjam gitar milik pengamen tersebut dan mulai memainkan gitar tersebut dan mulai menyanyikan sebuah lagu yang sama sekali tidak pernah kudengar
Pintu digedor
kepalaku langsung nongol
Astagfirullah pak RW datang bawa polisi
Aku diseret dari kamar mandi
Tampa baju tampa handuk.
kata mereka nenek sebelah mati waktu dengerin aku lagi nyanyi
Karna suaraku Jantung si nenek kumat lagi
Aku tersenyum geli mendengarkan lagu Fahri
Sayangku sayangku padamu tak seputih panu
Engkau punya panu aku punya panu
Ternyata kau laki - laki.
Kali ini aku sudah tak bisa menahannya aku pun tertawa ngakak,dua pengamen tersebut tidak kalah ngakak dariku suasana hening menjadi riuh dengan gelak tawa kami sedangkan Fahri mangkin semangat menyanyinya dengan lagu - lagu yang super lucu dan buat kami tak henti untuk tertawa
Malam hampir larut Fahri mengajakku untuk segera pulang kerumah.
"Mbak emang kalau jomblo suatu yang memalukan nggak" tanya Fahri padaku dengan wajah yang serius saat dalam perjalanan pulang menuju rumahku,aku jadi berhenti senyum - senyum sendiri dengan wajah serius akupun menanggapinya
"Nggak dong" jawabku singkat mencoba menyakinkan Fahri.
"Semua orang sering mengejek aku mbak,bahkan cewek yang baru kukenal dan bahkan aku sudah menolongnya juga mengejekku"
"Benarkah,kok bisa gimana ceritanya"
"Saat itu aku mau pulang mbak aku melihat seorang cewek dia menyetop motorku,terang dong aku berhenti"
"Lalu " tanyaku semangkin penasaran dengan cerita Fahri
"Ya dia mau numpang pulang kerumah karena searah akupun tak keberatan"
"Setelah itu, kamu berpikiran mo mesum ya"
__ADS_1
"Mana ada mbak,terus ku antar sampai rumahnya dan ia pun turun dari motorku dan berlalu pergi tanpa mengucapkan terimakasih"
"Ya mungkin dia mau buru - buru kali,terus kok bisa perempuan tersebut menghinamu"di dunia
"Nah itu dia terus aku bilang pada perempuan tersebut"
"Kamu ngomong apa padanya"
"Aku bilang,mbak kalaupun buru - buru jangan lupa ucapin terimakasih dong nggak sopan main pergi gitu,langsung perempuan tersebut menghentikan langkah berbalik kearahku"
"Apa yang terjadi ?"
"Aku sepontan teriak karena perempuan tersebut berubah rambutnya panjang dan nggak menapak ketanah dasar kuntilak!
Lalu dengan sinis ia menatapku,lalu iapun berkata : biarin daripada kamu Jomblo akut!" eetddaaahhh emang songong kan tu cewek mbak"
"Dasar anjirrr kamu ya"
"Biarin yang penting mbak bisa tertawa,gitu dong mbak tertawa biar mataku tambah adem lihatnya"
Aku mencubit Fahri kami sama - sama tertawa lepas.malam itu Fahri sangat menghiburku aku lupa akan kepedihan yang baru kurasakan tadi,pedih dan sangat sakit ketika melihat orang terkasih sedang bermesraan nyata didepan mata.
"Mbak "
"Apa lagi Fahri perut mbak sakit dari tadi kamu buat mbak tertawa terus please udah deh"
"Ye siapa bilang aku mau ngelawak lagi emang aku badut"
"Lalu kamu mau apa manggil- manggil gitu"
"Aku mau bilang pada mbak aku....a"
"Udah deh Fahri jangan mulai menggoda mbak ya" ucapku sembari membulatkan mata padanya
"Ye mbak geer aku nggak mau bilang gitu juga"
"Lantas kamu mau bilang apa sih!"
"Perutku sakit mbak aku lapar makan dulu yuk"
"Hem "ucapku singkat wajahku memerah menahan malu
"Kok wajah mbak berubah merah gitu mbak sebenarnya mau nungguin aku ngomong gitukan"
"Udah ya Fahri kamu jangan aneh - aneh mikirnya sekarang kamu tinggal pilih mau makan atau kita langsung pulang"
"Iya....iya kita makan dulu deh baru pulang gitu aja ngambek tapi kalau mbak ngambek mangkin tambah gemes akunya"
__ADS_1
"Fahri!"