
Sore ini aku baru pulang dari berbelanja bersama kedua buah hatiku,begitu sampai aku melihat mobil Reza yang sudah terparkir dihalaman rumah, Reza tertidur di kursi yang berada di teras rumah.
Sebenarnya aku tidak mengharap lagi Reza kembali kerumahku,karena aku sudah mendapatkan semuanya dari Bagas akan tetapi aku tidak ingin memisahkan anak - anak dengan ayah kandungnya sendiri.
Putri sulungku segera membangunkan ayahnya,Rezapun terbangun dari tidurnya dan menatapku terpana hingga tak berkedip sedikitpun.
"Kamu sudah lama disini Re?" ucapku sekedar basa - basi.
Reza diam tak menjawab pertanyaan ku sama sekali namun matanya terus memandangiku,setelah membuka kunci rumah aku segera masuk dan membiarkan Reza mematung sendirian.
Setelah meletakkan semua barang belanjaanku aku segera mandi tubuhku sudah terasa lengket - lengket.
Beberapa saat akupun selesai mandi dan berganti pakaian ( aku sengaja membawa baju ganti karena ada Reza entah mengapa melihat caranya menatapku aku sudah jijik) dan segera keluar dari kamar mandi.
"Kamu semangkin cantik sayang" ujar Reza menghampiriku hendak mencium pipiku aku sengaja menghindari Reza,aku melangkah menuju meja rias tiba - tiba ponselku berdering aku segera meraih ponselku ternyata pak Freddy yang menelepon, Reza mendekat ingin menguping pembicaraanku bagiku tidak menjadi masalah sehingga aku membiarkan Reza melakukannya.
"Assalamualaikum pak" sapa ku begitu mengangkat panggilan telepon dari pak Freddy.
"waalaikumsalam mbak Lina,beberapa hari ini mbak kok tidak pernah datang kekantor,saya menelepon dari kemarin juga tidak mbak Lina angkat apakah ada apa - apa dengan mbak Lina"~ pak Freddy.
"Oh tidak pak cuma kemarin saya kurang enak badan pak,dan rencananya besok saya mau ngadap bapak dikantor saya mau resign pak?"
Pak Freddy pun terkejut dengan perkataan ku barusan,mencoba membujukku agar tidak mengundurkan diri namun aku tidak ingin mengecewakan hati Bagas dan aku tetap dengan niatku untuk mengundurkan diri.
"Baiklah mbak Lina saya tunggu besok kehadirannya"
"Insyaallah terima kasih pak"
Setelah selesai berbicara pada Pak Freddy aku segera meletakkan kembali ponselku ketempat semula.
"Kamu ingin mengundurkan diri sayang,kenapa? tanya Reza
"Tidak ada apa - apa aku capek" ujarku datar
"Apa usaha loundry mu sudah bisa menutupi semua kebutuhanmu dan anak - anak,kamu kan tahu sayang aku belum bisa bantu apa lagi Bela sedang hamil" ujar Reza begitu mendengar aku mengundurkan diri sebagai salesman,mendengar ucapannya hatiku begitu sangat sakit.
"kamu tidak perlu repot - repot untuk memikirkannya" ujarku ketus,aku segera berdiri dari dudukku dan melangkahkan kaki keluar dari kamar,malam ini aku memilih tidur bersama anak - anak.
Ketika aku baru saja hampir terlelap notifikasi sebuah pesan masuk keponsel ku,Reza mengirim pesan padaku mengatakan bahwa ia rindu ingin bersamaku malam ini,membaca pesan tersebut aku semangkin membenci Reza,aku mengharap agar Reza segera pulang kerumah Bela secepatnya untuk itu aku sengaja memanasi Bela dengan mengirim pesan padanya agar dia cemburu sehingga meminta suaminya itu segera pulang aku segera tidur dan aku berharap Bela segera
__ADS_1
Saat bangun pagi aku segera kekamar untuk segera mandi pagi,sebelum melaksanakan rutinitas ku sehari - hari,aku segera meraih handuk berjalan menuju kamar mandi.
"Lin aku minta maaf padamu" ujar Reza masih menatap keluar
Aku mendadak menghentikan langkahku mendengar ucapan Reza barusan.
"Aku sudah memaafkan mu Re" ujarku datar
"Benarkah Lin?" ujar Reza dengan semangat.
Aku mengangguk kepada Reza dan segera masuk kekamar mandi, setelah mandi aku segera menyiapkan sarapan pagi.
"Berangkat sekolah bareng ayah aja ya" ucap Reza kepada anak - anak ketika sarapan berlangsung.
"Baik yah"ujar anak - anak secara serempak.
Setelah menyelesaikan sarapan paginya kedua putriku segera berpamitan padaku,aku segera membereskan meja makan,pukul 10 pagi aku segera menemui Pak Freddy.
"Hai mbak Lina tumben datang pagi" sapa Nisa
"Bos ada Nis" aku bertanya pada Nisa begitu aku baru saja sampai.
Aku melangkah menuju keruangan Pak Freddy aku mengetuk pintu dan segera masuk keruangannya.
"Pagi mbak Lina,silakan duduk"ujar pak Freddy ramah.
"Terimakasih Pak"ujarku dan segera duduk.
"Jadi bagaimana dengan keputusan mbak Lina" ujar pak Freddy bertanya kepadaku
"Saya tetap pada keputusan awal Pak"jawabku dengan yakin.
Pak Freddy akhirnya mengabulkan keinginanku untuk mengundurkan diri kendati ia sangat menyayangkan keputusanku itu setelah aku menyampaikan surat pengunduran diri aku segera berpamitan padanya,aku sebenarnya masih ingin bekerja sebagai salesman setidaknya aku ada kesibukan namun karena keinginan Bagas aku tidak bisa berbuat apa - apa,sedang untuk memenuhi kebutuhan hidup ku dan anak - anak selain dari loundry Bagas selalu mengirimiku uang yang lebih dari cukup kepadaku.
Setelah semua urusan selesai akupun langsung pulang kerumah,Bagas meneleponku saat aku baru saja sampai dirumah.
"Sayang kamu lagi dimana?"~ Bagas
"Aku sudah dirumah yank,barusan aja sampai"
__ADS_1
"Gimana bosmu yang genit itu nggak macam - macam kan,dia nggak coba melarang mu kan?" ~ Bagas.
"Nggak kok yank,lagian nggak ada juga alasan ia melarang ku,"
"Syukurlah aku merasa tenang mendengarnya,dan mulai sekarang kamu jangan lagi berhubungan dengannya jika perlu jangan pernah berkomunikasi dengannya" ~ Bagas.
"Baik kalau itu yang jadi keinginanmu,tapi sebenarnya yank Pak Freddy itu orangnya baik lho dan nggak pernah macam - macam denganku"
"Sudah aku nggak suka kamu menyebut dia lagi,intinya kamu jangan pernah berkomunikasi dengannya titik"~ Bagas
"Aku tahu itu yank,kamu kok jadi marah gitu sih,aku tu cuma bosan aja yank kalau tidak ada kegiatan lain"
"Seminggu lagi aku bakal tugas diluar kota,kamu mau ikutkan?"nanti kita atur sesuatunya" ~ Bagas
"Beneran yank......tapi bagaimana dengan anak - anak"
"Aku tidak keberatan kok jika anak - anak ikut,kamu bisa sekalian jalan - jalan disana dengan anak - anak " ~Bagas
"kamu serius yank?"
"Apakah aku kelihatan sedang bercanda?" ~ bagas
"Baiklah kalau begitu aku mau ikut"
lima hari kemudian........
Aku segera menyampaikan kabar liburan itu kepada anak - anak kebetulan ujian kenaikan telah pun selesai,aku menghampiri anak - anak yang sedang asik menonton acara televisi diruang tengah,aku segera menyampaikan kabar itu pada mereka namun aku mengatakan pada mereka bahwa selain liburan aku ada urusan pekerjaan disana rencana ini sudah kupikirkan jauh - jauh hari,jadi mereka tidak curiga saat disana nanti aku bakal menemui Bagas
Waktu dinanti puniba,aku dan Bagas tidak berangkat bareng,Bagas berangkat lebih awal dariku,setibanya dikota A hari sudah gelap aku segera menuju salah satu hotel dimana Bagas juga berada di hotel yang sama,aku segera menemui resepsionis hotel mengkomfirmasi kamar yang sudah aku pesan jauh hari,
Setelah berada didalam kamar aku segera mengabari Bagas melalui pesan whatsapp,lalu aku dan kedua putriku segera mandi dan kemudian kami makan malam usai makan malam kami kembali kekamar anak - anak ingin segera beristirahat dikamar kerena besok siang kami berencana untuk berjalan - jalan mengunjungi tempat - tempat wisata yang ada di kota ini.
waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam kedua buah hatiku sudah terlelap dengan mimpi - mimpi indahnya.
Aku bergegas keluar kamar menemui Bagas yang sejak tadi menungguku dilobi hotel,kami berdua menikmati suasana malam yang begitu indah dikota ini, kami melewati jalanan yang dihiasi dengan lampu - lampu menambah keindahan malam dikota ini,walaupun malam mulai larut tidak membuat tempat ini sepi banyak pengunjung yang menikmati indahnya malam dengan penuh kehangatan.
Kamipun berhenti dipinggir jalan sembari menikmati secangkir kopi hangat aku dan Bagas ngobrol dan bercanda dibawah sinar lampu - lampau disepanjang jalan.
Malam yang penuh kehangatan dikota ini akan menjadi sebuah cerita dan kenangan yang tak terlupakan saat nanti kami bisa mewujudkan cita dan cinta kami kelak.
__ADS_1