CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.38


__ADS_3

Sore hari ditengah remang Jingga aku menyusuri jalanan kota dan mampir disebuah warung pinggir jalan untuk sekedar melepas lelah,hampir seharian aku berkutat pada berkas - berkas dokumen pribadi milik klien.


Saat aku duduk tampa sengaja aku mendengar Dua orang pemuda sedang terlibat suatu pembicaraan mengenai arti hidup


"Menurutmu arti kehidupan itu apa sih?" ~ pemuda 1


"Hidup itu adalah sebuah pilihan,artinya kita berhak atas jalan hidup sesuai apa yang kita inginkan" ~ pemuda 2


"Kalau aku sih hidup itu perjuangan" ~ pemuda 1


"Yang lebih tepatnya kalau menurut saya mas, hidup itu kebebasan artinya bebas memilih kehidupan seperti apa yang kita inginkan dan dilandasi perjuangan dan pengorbanan" ucap pemilik warung


Akhir nya mereka tertawa lepas setelah mendapatkan jawaban sesuai yang mereka inginkan,aku yang duduk bersebelahan dengan mereka pun ikut tersenyum.


Arti kehidupan mempunyai banyak makna tinggal bagaimana seseorang menanggapinya secara objektif namun tak sedikit orang yang terpental akhirnya putus asa menghadapi kenyataan yang tidak sesuai ekspektasi setelah melalui segala proses untuk mendapat apa yang dicita-citakan


Seperti aku kini yang tak berdaya menghadapi kenyataan hidup,bahkan aku tak bisa menikmati kehidupan yang telah diberikan ,hidupku kini adalah sebuah perjalanan yang aku sendiri tak tau akan berhenti dimana.


Akupun segera membayar minumanku dan berlalu meninggalkan warung tersebut saat senja telah berganti malam.


Aku segera beristirahat setelah membersihkan diri terlebih dahulu tiba - tiba Suasana kamarku menjadi gelap aku segera bangkit dari tempat tidur untuk mengecek keluar.


Belum sempat aku berdiri mendadak suasana kamar kembali terang,aku melihat kedua buah hati ku sedang berdiri tepat didepanku dengan sekuntum bunga mawar berwarna putih dan cake berbentuk love ditangannya.


"Selamat ulang tahun bunda.....love you" ucap kedua putriku secara serempak,aku merasa kaget dan terharu melihat perhatian kedua buah hatiku kepadaku,aku pribadi sudah tidak pernah mengingat dan merayakan hari lahir ku.


Inilah makna kehidupan sesungguhnya yaitu tujuan,tujuan dari hidupku membahagiakan orang - orang yang mencintaiku yaitu kedua buah hatiku.


Aku memeluk secara spontan kedua buah hatiku dengan erat aku menangis bahagia masih ada orang - orang terkasih yang berada disisiku.


"Bun ayo dong minta permohonan dan segera kita potong kuenya bun" ujar putri kecilku tak sabar


"Sabar dek yang ulang tahun bunda lho" ujar sikakak sembari mencubit pipi sang adik


Kamipun tersenyum bersama menikmati suasana malam ini.


Akupun segera memejamkan mata mengucapkan permohonan ku dan segera menikmati kue pemberian kedua buah hatiku.


"Oiya bun hampir lupa" ujar putriku menyodorkan mawar putih tersebut kepadaku.


"Terimakasih sayang "


"Lho kalau itu seharusnya bunda berterima kasih pada yang ngasih bunga dong bun"


"Maksudnya"


"Itu bukan dari kami kok bun,om grab yang mengantarnya" ujar putriku dan segera pergi meninggalkanku yang masih bingung


perkataan putriku membuat aku penasaran aku segera membaca tulisan didalamnya


"Kamu adalah cinta dalam hidupku

__ADS_1


dan aku menantikan setiap momen


bersamamu....HBD by Bagas "


Aku menangis berurai air mata, aku tak menyangka Bagas mengingat hari ulang tahunku,kucium mawar segar itu.


Aku sudah mencoba membuang jauh - jauh harapanku tentang Bagas,harapan yang jauh dari kenyataan,namun kini ia muncul kembali membuatku ingin kembali mewujudkan harapanku.


Apakah ini arti kehidupan yang sebenarnya yaitu pilihan aku berhak memilih jalan kebahagiaan dalam hidupku............ahhhhh entahlah aku benar - benar pusing.


Suara ketukan pintu kamar membuatku buru - buru menyeka air mataku.


"Bun ada yang telepon" putri ku memberikan ponsel miliknya kepadaku dan berlalu meninggalkan ku sendirian dikamar


"Halo.....dengan siapa ya?"


"Kamu gimana kabarnya yank, apakah kamu menyukai mawar itu?"


Bagas ya itu suara Bagas aku merasa sangat bahagia seakan sang pencipta sudah mengabulkan permohonan ku tadi.


"A........aku baik - baik saja,ma.....maafkan aku Gas"


"Kamu nggak perlu minta maaf,aku memahami keadaanmu yank,aku tau tidak mudah membuat keputusan karena anak adalah segalanya"


"Terimakasih"


"Kamu berbeda sekarang,agak kurusan yank"


"Mengapa kamu sulit tidur,apakah dirimu masih mengingatku?"


"Jawab aku Gas,kok kamu tau?"


"Aku selalu memperhatikanmu,bahkan saat ini aku sedang memperhatikanmu'


"Maksudmu?"


"Berjalanlah kearah jendela,aku berada didepanmu saat ini"


Aku segera beranjak dari dudukku dan melangkah membuka jendela kamarku,Bagas sedang berada diseberang jalan dan menatap kearahku.


"Apa dirimu akan terus berdiri disana atau aku yang bertamu kerumahmu?"


"Ja.........jangan yank jangan nekad,tolong mengertilah"


"Baiklah aku tunggu besok ditempat dan jam yang sama, istirahatlah........ sampai besok"


Setelah menutup teleponnya Bagas berlalu pergi setelah melambaikan tangannya padaku.


Setelah Bagas menghilang dari pandanganku,aku segera ketempat tidurku rasa rinduku sedikit telah terobati.


Hari ini akupun segera berangkat untuk menemui Bagas ditempat biasa kami sering bertemu dulu.

__ADS_1


Aku berjalan melangkah menyusuri lorong hotel kemudian aku menghentikan langkahku didepan pintu salah satu kamar hotel sesaat aku terdiam mematung didepan pintu,muncul sedikit keraguan dihatiku,sebuah pertanyaan muncul dibenak ku apakah aku salah menemui Bagas,apakah aku harus kembali sementara aku benar - benar merindukannya dan aku sudah sampai disini.


Aku mengetuk pelan pintu kamar dengan nomor tiga nol lima namun tak juga ada jawaban aku semangkin tak sabar menunggu,kuusap dahi yang mulai basah oleh keringat,dan akhirnya pintupun terbuka akupun segera masuk.


Tersungging senyum terpancar diwajahnya dengan kedua tangan yang terbuka lebar,serta merta akupun menghambur dipelukannya, kedua tanganku menyentuh wajahnya.


"Aku kangen " ujar ku berlinangan air mata.


Kukecup penawar rinduku setelah sekian bulan tak bertemu,Bagas mengusap air mataku dengan telapak tangannya.


"Akupun kangen,bahkan sangat kangen"


Bagas mendekap erat tubuhku.


"Selamat ulang tahun yank"


Bagas menyodorkan sebuah kotak berwarna hitam padaku.


"Makasih ya"


Tak ada lagi kata yang bisa kuucapkan setelah menerima kado dari Bagas,rangkaian kata yang telah kususun saat dalam perjalanan menguap hilang entah kemana aku terdiam menatap haru pada Bagas, ia tersenyum kemudian mengecup keningku dan kembali mendekap erat tubuhku semangkin dalam.


Tiba - tiba pikiranku berkecamuk seolah ada yang sedang berbisik padaku " dasar tak punya hati Bagas sudah milik istrinya" aku kemudian menepis tangan Bagas melepaskan diri dari pelukannya.


"Kenapa?" tanya Bagas


Aku hanya diam dan sedikit menjauh aku bahkan tak punya jawaban atas pertanyaan sesimpel itu, satu sisi aku ingin pergi,satu sisi aku ingin tetap disini,aku merasa bersalah dengan mendatangi Bagas sebentar kemudian aku merasa tidak begitu bersalah,barang kali yang salah bukan hanya diriku,Bagas juga salah atau istrinya yang salah..............tidak... tidak semua yang salah pikiranku benar - benar sedang kacau.


Bagas bangkit dari ranjang dan sesaat kemudian Bagas menyodorkan padaku secangkir kopi instan yang baru ia seduh,kusesap kopiku dengan perlahan Bagas kembali duduk disampingku dengan kopi hangat ditangannya.


"Kamu kenapa sih yank,bicaralah"


"Aku bersalah Gas.....apa yang kita lakukan ini salah seharusnya kita berpikir dengan apa yang sudah terjadi.....lagi - lagi kita terpisah oleh keadaan apakah itu bukan bertanda bahwa tu.....


Bagas menutup bibirku dengan jari telunjuknya.


"Aku mencintaimu dan aku yakin dirimu juga begitu bahkan dari dulu saat kita masih kanak - kanak.....Kamu ingat?"


Aku hanya menatap Bagas dengan tatapan penuh tanya


"Dulu kenapa aku tidak pernah melapor pada guru setiap dirimu melakukan kesalahan?"


(sedikit mengingat dulu Bagas Ketua kelas) sedangkan dirimu sendiri selalu jutek karena cemburu semua wanita dikelas kita dekat denganku, Jadi tidak ada alasan untuk apa yang terjadi sekarang"


"Apa dirimu tidak percaya dengan namanya soulmate? ucap Bagas kembali


Aku melepar pandangan keluar jendela kaca besar,Bagas merapat duduk dan melingkarkan tangan kepinggangku


Dalam pikiranku tiba - tiba muncul suatu keyakinan bahwa seseorang bisa memiliki lebih dari satu pasangan jiwanya termasuk Bagas


Kugenggam tangan Bagas yang melingkar dipinggangku,kemudian kami saling diam hanya detak jantung serta tarikan napas panjang yang beraturan mewarnai derasnya hujan diluar sana.

__ADS_1


__ADS_2