
Tak terasa Satu bulan telah berlalu dan hari ini adalah hari pernikahanku.
Dengan mengenakan kebaya putih yang dipadu kain batik aku duduk disebelah Reza yang akan melafas kan ijab kobul.
Kata - kata sah terdengar menggema memenuhi ruangan tempat acara berlangsung,pak penghulu membacakan doa secara khidmat,aku dan Reza meminta restu pada kedua orang tua kami,para undangan menjadi Saksi momen sakral tersebut.
Sekarang aku sudah sah menjadi istri Reza,kendati tak ada rasa cinta tapi aku telah menerima pernikahan ini artinya aku harus siap mengemban tugas melayani Reza sebagai suamiku semoga pilihan ibu adalah yang terbaik buatku.
Acara akad nikah selesai namun resepsi pernikahan akan segera dilaksanakan aku kembali masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian aku duduk didepan cermin ibu menghampiriku tampak air mata menggenang disudut kelopak matanya.
"Ibu menangis?'' tanyaku pada ibu.
"Ibu menangis bahagia Lin,ibu masih bisa melihatmu duduk di pelaminan,Sekarang kamu sudah menjadi seorang istri nak,bahagiakan suamimu berbaktilah padanya seperti kamu berbakti pada ibu" ucap ibu memberi wejangan padaku.
aku terharu mendengar kata - kata ibu,kupeluk ibu dengan erat aku menangis sesegukan ibu menghapus air mataku dengan penuh kasih.
Pesta pernikahan berlangsung sangat meriah ini sudah menjadi keinginan kedua orang tua kami,para undangan begitu banyak mengucapkan selamat bagi pernikahan kami aku dan Reza sangat lelah malam ini hingga kami tertidur pulas saat malam pengantin.
Aku membuka mata dengan berat Reza masih tertidur pulas disampingku dengan memelukku,tak ingin membuat Reza terbangun ku lepaskan pelukan Reza perlahan lalu Aku bangkit dari tempat tidur melangkah menuju kamar mandi.
Saat aku sedang berada dikamar mandi Reza mengetuk pintu kamar mandi.
"Sayang buka pintu" ucap Reza padaku aku mendadak gugup.
"Sebentar Re aku belum selesai" ujarku
"Aku tahu,buka donk kita mandi bareng sayang"
Akupun segera buru - buru menyelesaikan mandi ku, aku mangkin panik karna aku lupa membawa pakaian ganti.
"Ayolah sayang buka pintu please" ujar Reza lagi.
Akhirnya aku dengan sangat terpaksa keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang hanya dibalut handuk.
Ceklek........
Aku membuka pintu kamar mandi Reza Segera menerobos masuk dan segera menutup pintu kamar mandi,Reza melepaskan pakaiannya aku menutup muka dengan kedua tanganku,Reza tersenyum.
"Kamu bakal melihatnya setiap hari sayang,kita mandi bareng ya" ucap Reza dan mendekat kepadaku.
"Ja.... jangan sekarang Re" ujarku semangkin gugup.
Reza menyingkirkan kedua tanganku dari wajahku.
" Kenapa sayang,sebentar saja ya aku sudah tidak tahan ni"
"Kumohon ja....jangan sekarang Re, sudah pagi ibu dan yang lain pasti sudah bangun...a....aku malu Re"
"Sebentar aja sayang"
"Kumohon Re ja...jangan"
__ADS_1
Reza sama sekali tidak menggubris ku ia mulai menyentuhku dan menciumi leherku,hawa panas menjalar di sekujur tubuhku aku mendorong Reza dengan sekuat tenaga dan berlari keluar dari kamar mandi.
Aku segera memakai pakaian,setelah menyiapkan baju ganti buat Reza aku langsung keluar kamar menuju ruang makan,mbak Eva yang melihatku langsung menggodaku.
"Ehem baru bangun Lin?" o iya mbak lupa namanya juga pengantin baru pasti begadang lah iyakan Lin" ujar mbak Eva mengodaku.
"Apaan sih mbak,tadi malam aku nggak begadang kok dan aku sudah bangun dari tadi" ujarku menyangkal ucapan mbak Eva.
"Alah pake malu - malu segala Lin"
"ishhh,mbak mulai ngaco deh"
"Sudah sudah kalian ini seperti anak kecil" ucap ibu mencoba menengahi.
"Mbak Eva yang mulai bu" ucapku membela diri mbak Eva tersenyum smirk.
"Udah bangun Reza, Lin?" kalau sudah panggil nak ajak makan bersama" titah ibu.
"Baik bu"
Aku kembali kekamar ku buka pintu tampak Reza sedang duduk disisi tempat tidur.
"Re ibu mengajak sarapan tu"
Reza hanya diam tak bergeming malah berbaring dan membalikkan badan membelakangiku,aku melangkah mendekati Reza.
"Re ayolah jangan seperti anak kecil begini"!
"Kumohon Re kamu mengerti aku"
"Mengerti apa maksudnya,jika dirimu tidak suka dengan pernikahan ini sebaiknya menolaknya dari awal"
"Bukan itu maksudku Re"
"Ya aku ngerti apa maksudnya........bahwa kamu sudah ada pria lain yang kamu sukai tapi pemuda itu tak cukup berani untuk melamar mu pria itu pengecut iyakan Lin" sarkas Reza.
" Reza kamu berbicara apa sih!"aku belum bisa melakukannya sekarang karna aku malu,ibu dan yang lain pasti sudah bangun tadi"
"Jadi benar hanya itu alasannya,dirimu nggak bohong kan sayang" tanya Reza memastikan ucapanku barusan, aku menggeleng pada Reza.
Reza berdiri dan memelukku kemudian mengarahkan wajahku ke wajahnya Reza mencium bibirku dengan tangan mengabsen seluruh tubuhku,menyentuh bagian-bagian tertentu jantungku berdegup sangat kencang terasa hawa panas menjalar ke seluruh tubuhku ada perasaan lain aku menggeliat kan tubuhku Reza melepaskan pagutan bibirnya.
"kamu suka sayang?"
"Re jangan sekarang ibu dan mbak Eva sudah menunggu dimeja makan Re"
"Baiklah sayang aku mengalah tapi tidak untuk malam nanti" ucap Reza sambil melepaskan pelukannya.
"Aku dan Reza keluar dari kamar dan langsung melangkah keruang makan.
"Pagi bu,maaf membuat ibu menunggu" sapa Reza pada ibu
__ADS_1
"Tidak apa - apa nak Re,silakan nak Re"
"terimakasih bu"
"Lin ambilkan Reza lauk dan sayurnya" titah ibu aku segera melaksanakan titah ibu.
"Re kamu jangan sungkan - sungkan lho karna sekarang kamu sudah jadi bagian dari kami" timpal mbak Eva.
"Siap mbak jawab Reza"
Reza tersenyum pada mbak Eva,Saat sarapan pagi berlangsung obrolan mengalir hangat sementara aku hanya diam menjadi pendengar yang baik.
"O...iya bu tadi mama menelpon,beliau menginginkan agar aku dan Lina menginap malam ini dirumahnya" ucap Reza
"Uhukk..........uhukk..........uhukk........
aku tersedak hingga batuk mendengar ucapan Reza barusan,Reza segera mengambil segelas air putih dan memberikan padaku
"Sayang kamu tidak apa - apa kan?"
"Pelan - pelan donk makannya Lin" ucap mbak Eva dengan tersenyum.
"O..iya tadi nak Reza bicara apa ibu jadi lupa"
"Biasa Bu, Lina tu pengennya diajak Reza halimun biar bisa berduaan terus,eh nggak taunya Reza malah ngajak Lina nginap dirumah mamanya,jadi terganggu acara berduaan bu mangkanya Lina tersedak karena tidak sesuai dengan ekspektasi ya kan Lin"
"Jangan asal ngarang mbak" jawabku sambil cemberut.
"Eva berhenti menggoda adikmu"
"Begini bu,nanti malam kami menginap dirumah mama beliau menelpon ku tadi"
"Oh gapapa nak Re,disana juga orang tua kalian jadi kalian bebas mau nginap dimana saja"
Setelah selesai sarapan pagi aku membantu mbak Eva beres - beres,lagi - lagi mbak Eva menggodaku.
" Lin tadi malam kamu dan Reza berapa ronde" tanya mbak Eva
"Mulai deh mbak,jangan ngaco ah jadi malas aku bantuin"
"Serius mbak nanya Lin soalnya kamu batuk tadi mbak jadi curiga"
"Curiga kenapa mbak?" tanyaku aku mulai terpancing dengan kata - kata mbak Eva,tiba - tiba Reza muncul.
"Ehem asik banget ngobrolnya emang ngomongin apa sih mbak" tanya Reza.
"Biasa Re urusan perempuan,jadi nggak boleh tau maaf"
"Oke deh kalau begitu mbak,oiya sayang sudah selesai beres - beresnya,,,ayo kita segera bersiap - siap" ujar Reza sambil mengandeng tanganku mbak Eva tersenyum sambil mengedipkan satu mata padaku.
BERSAMBUNG...........
__ADS_1