CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.61


__ADS_3

Aku menatap keluar jendela hatiku kini dipenuhi kegalauan harapan masih dititik ambigu.


Dua bulan sudah aku menunggu dan berharap Bagas meminta maaf padaku karena telah membuatku lama menunggu,tapi hanya kekecewaan yang aku dapat kerena sampai detik ini Bagas tidak memberi kabar padaku.


Kuarahkan pandangan pada ponsel yang terletak diatas nakas rasa rindu yang begitu dalam membuat aku mencoba untuk menghubunginya jam sudah menunjukkan pukul 5 sore ini merupakan waktu yang tepat untuk menghubunginya kerena disana baru menunjukkan pukul 1 siang pastinya Bagas sedang istirahat.


Kuraih ponselku dan mulai melihat pesan yang 3 hari lalu kukirim pada Bagas namun masih tetap sama Pesan yang kukirim masih centang satu artinya Bagas tak kunjung mengaktifkan ponselnya......mungkinkan dia tidak pernah merindukanku.


Hari terus berlalu aku senantiasa menunggu pesan darinya,jenuh,bosan,sakit dan rasa iri terus menghantui setiap detik dari hari - hariku,namun tak menjadikan aku berhenti untuk mencintai Bagas.


Kendati aku sendiri tak pernah tau sampai kapan aku harus menunggu, berapa lama hubungan ini akan bertahan berapa lama jarak akan berpihak dan seberapa besar cinta menjadi alasan untuk kami bersatu,hanya yang tahu aku mencintainya lebih dari siapapun bahkan aku begitu menyayangi Bagas, untuk saat ini hanya itu yang bisa kulakukan.


Meski setiap malam aku tergganggu karena senantiasa memikirkannya, sepanjang malam hatiku selalu bertanya - tanya mengapa Bagas tak kunjung menghubungiku mengapa seolah ia melupakan janjinya padaku yang akan segera menghubungiku,setiap orang yang mencintai pastinya akan membuat yang tercinta selalu bahagia ia pasti tak akan membiarkan aku lama menunggu untuk sebuah kabar,semua itu terus menerus menjadi perdebatan didalam otakku.


Hari ini tubuhku benar - benar merasa lelah,entah karena pekerjaan rumah yang ku kerjakan seorang diri atau karena aku terus menerus memikirkan tentang sikap Bagas padaku yang seolah sengaja menghilang, entahlah hingga akhirnya akupun tertidur dari langit berwarna biru sampai langit berubah menjadi berwarna oren


Aku memutuskan untuk pergi keluar menghirup udara segar ditaman kota, meretas sepi sejenak menghilangkan perasaan hati yang gundah,notifikasi suara pesan masuk membuyarkan lamunanku ternyata sebuah pesan m - baking pemberitahuan transferan sejumlah uang masuk ke rekeningku aku yakin pasti itu dari Bagas,aku tidak tahu haruskah aku merasa bahagia karena dengan begitu aku jadi tahu bahwa Bagas masih begitu memperhatikanku tapi seharusnya ia lebih tahu bahwa aku lebih membutuhkan kabar dari nya walau hanya melalui pesan singkat.


Aku kembali mengecek pesan yang telah kukirim beberapa waktu lalu kepada Bagas namun hasilnya tetap sama.


"Mangkanya nyari pacar yang bener mbak,akhirnya patah hati kan" aku terkejut dan menoleh kesamping ternyata pak Freddy, ia tersenyum smirk padaku lalu ia segera duduk disampingku.


"Mending dengan saya mbak Lina,saya janji tidak bakal membuat mbak patah hati" ucap pak Freddy mendekat dan merangkul pundakku aku segera menggeser posisi dudukku agak menjauh.

__ADS_1


"Siapa yang patah hati?" saya tidak sedang patah hati pak"


Ternyata dunia itu bener - bener sempit ya, mencoba menenangkan pikiran alih - alih malah berjumpa dengan orang selama ini berusaha untuk mendekatiku,aku akhirnya berpamitan karena tak ingin membuat pak Freddy semangkin salah faham terhadap sikap baik yang selama ini aku tunjukkan kepadanya.


"Mbak Lina kok buru - buru sih mending kita ngobrol dulu biar hati mbak Lina adem"


"Maaf pak saya sudah terlalu lama disini dan sepertinya saya harus pulang"


Aku segera bergegas pergi meninggalkan pak Freddy yang masih menatapku dengan melemparkan senyuman genitnya aku sangat kesal melihat tatapan pak Freddy padaku.


Pak Freddy ternyata tidak tinggal diam ia berjalan mengikuti ku langkahku.


"Maaf mbak Lina kalau saya membuat mbak tidak nyaman"


"Gapapa pak saya mengerti dan saya memaklumi"


"Maaf pak sekali lagi saya mohon maaf saya tidak bisa dan saya lagi ada urusan pak"


"Oke gimana kalau lain kali, please jangan ditolak mbak"


" Hmmm lihat nanti pak kalau.saya tidak sibuk.....maaf saya permisi"


Aku segera menuju parkiran dan meninggalkan taman kota,aku menambah laju kendaraan ku entah mengapa emosiku jadi meluap ,seketika aku ingat pada Bagas....."oh Bagas mengapa kamu tidak mengerti bahwa aku merindukanmu,apakah kamu hanya berpikir bahwa aku hanya butuh uang mu Gas"

__ADS_1


Aku berlari mengarah kepantai lalu duduk dibangku dimana aku dan Bagas pernah duduk berdua menikmati indahnya suasana pantai kala itu....hiks.....hiks.....hiks aku menangis menumpahkan semua kekesalanku.


Kamu keterlaluan Gas,sesibuk apakah dirimu hingga kamu tak bisa menghubungiku sesaat saja?"


Suara ponsel ku tiba - tiba berdering aku membiarkannya hingga panggilan tersebut padam sendiri namun lagi - lagi ponselku kembali berbunyi aku sengaja membiarkannya karena aku tau pasti pak Freddy yang sedang mencoba meneleponku,hmmm......apa yang sebenarnya dia inginkan dari ku?" semua ini karna ulah Amel hufff.... mengapa semua orang membuat hidupku terasa begitu ribet?"


Hatiku semangkin geram saat bunyi dering suara ponselku kembali terdengar .


"Hallo ke...


"Hallo sayang maaf aku baru bisa mengabarimu,gimana kabarmu sayang?"


Aku terdiam sesaat teryata Bagas,hatiku mendadak senang sekaligus marah.


"Hallo sayang kok kamu diam?" aku tau kamu marah tapi kumohon maafkan aku sayang?"


"ka...kamu mengapa baru memberi kabar apakah aku memang sudah tidak penting buatmu?" aku terisak dan sedikit gugup karena aku sama sekali tak menduga Bagas akan meneleponku saat situasi ku tidak sedang baik - baik saja.


"Hai jangan menangis sayang,disini aku sangat merindukanmu sama seperti dirimu,cuma aku harus menyelesaikan segala sesuatunya terkait pemindahan ku dan ternyata istriku juga ikut dia selalu berada di sisiku hingga aku tak punya kesempatan untuk meneleponku sayang sekali lagi maafkan aku sayang"


Pikiranku semangkin kacau aku hanya diam aku tak tahu akan berbicara apa.


"Aku tau dan aku maklumi kalau dirimu sangat marah padaku dan sekarang dirimu pasti lagi emosi untuk itu malam nanti aku akan kembali menelepon untuk saat ini satu yang harus dirimu nyakin sayang, bahwa aku sangat mencintaimu dan kuharap waktu dan jarak tidak menjadi penghalang buat hubungan kita muachhhhhh"

__ADS_1


Bagas mengakhiri sambungan teleponnya aku kembali menangis tersedu,aku begitu lemah saat jauh dari Bagas aku sangat rapuh karena rasa rindu yang semangkin membuat dadaku sesak hingga aku tak mampu untuk mengendalikan emosiku.


Tampak beberapa nelayan mulai meninggalkan daratan mereka akan pergi meninggalka. pantai menuju laut lepas pada malam hari,untuk mencari ikan sebagai sumber kehidupan mereka,aku bangkit dari duduk melangkah meninggalkan pantai saat malam mulai menyapa.


__ADS_2