
Ternyata benar yang dikatakan banyak orang melakukan *** lebih nikmat dan lebih ***,setelah bertengkar itulah yang kami rasakan saat ini,Bagas semangkin lihai memberikan sen***** yang menimbulkan sensasi luar biasa hingga kini aku terbaring kelelahan dan tertidur pulas dalam pelukan Bagas.
Aku mengusap kelopak mata dengan tanganku, aku terbangun dan melihat Bagas yang masih terlelap tidur,aku meraih ponsel diatas nakas waktu telah menunjukkan pukul 7 malam.
"Yank bangun udah malam,aku harus segera pulang"
"Hmmm.....bentar lagi yank,jangan pulang dulu"
"Nggak bisa yank anak - anak pasti sedang menungguku"
Bagas segera bangun dari tidurnya,aku segera memunguti pakaianku yang berserakan dilantai kamar hotel Bagas kembali menarikku kedalam pelukannya.
"Jadi tega kamu ninggalin aku sendirian disini sayang"
"Besok pagi aku kembali setelah mengantar anak - anak kesekolah oke"
"Malam ini aku nginap di rumahmu aja ya yank"
"Jangan yank nggak enak sama anak - anak"
Aku melangkahkan kaki hendak menuju kearah kamar mandi,mendadak Bagas membopong tubuhku masuk kedalam kamar mandi.
Skip.......
Aku segera mengenakan pakaianku sementara Bagas memilih untuk menginap dirumah orang tuanya,sebelum kami mengakhiri kebersamaan kami malam ini Bagas mengajakku untuk makan malam bersama.
Kami mampir disebuah restoran yang tidak jauh dari hotel tersebut,Bagas mengandeng tanganku saat memasuki restoran,aku tak menyangka ada sepasang mata yang sedang memperhatikan kemesraan antara aku dan Bagas malam ini, menunggu pesanan datang Bagas pamit padaku untuk ke toilet.
Aku segera menelepon sisulung untuk mengabarinya bahwa aku akan pulang sebentar lagi setelah selesai menelepon sisulung aku kembali meletakkan ponselku diatas meja,ting tiba - tiba bunyi notifikasi pesan masuk diponselku aku segera melihatnya dan ternyata sipengirim pesan tersebut adalah pak Freddy.
"Mbak Lina semangkin cantik malam ini"
Aku terkejut dan mencoba mencari sosok pak Freddy aku menoleh kesamping,dipojok ruang restoran aku mendapati pak Freddy tengah duduk dan menatapku sambil tersenyum aku membalas dengan senyuman rapat padanya.
"Siapa yang telepon sayang?" tanya Bagas
"Sisulung " jawabku singkat sedikit terkejut.
Akupun segera men delete pesan tersebut bersamaan dengan datangnya pelayan restoran yang menyajikan beberapa menu makan malam diatas meja,tak menunggu waktu lama Bagas segera menyantap hidangan makan malam tersebut,Bagas tampak lahap menikmati makan malam, notifikasi sebuah pesan kembali masuk diponselku berulang kali dan pesan tersebut dari Pak Freddy,aku buru - buru menghapus pesan tersebut tampa membacanya aku sedikit gugup hingga tak sadar bahwa Bagas sedang memperhatikanku.
"Kamu kok nggak makan sih yank"
"I....iya"
__ADS_1
"Ambilkan tisu dong nggak perhatian banget" ujar Bagas sambil sedikit menyodorkan wajahnya,aku segera mengambil tisu dan menghapus sudut bibir Bagas,lalu aku mulai makan dengan perasaan cemas.
"Aku antar sampai kerumah ya"
"Yank kamu langsung aja kerumah orang tuamu,aku bisa kok pulang sendiri"
"Aku nggak bisa Lihat kamu pulang sendirian apalagi malam,aku iringi dari belakang oke"
"Oh kamu perhatian banget aku mangkin cinta" ucapku tersenyum dan Bagas mengusap pucuk kepalaku.
Setelah mengantarku sampai rumah Bagas segera memutar arah mobilnya menuju kerumah orang tuanya,aku segera masuk kedalam rumah jam masih menunjukkan pukul 9 malam,anak - anak tampak sedang asik menonton acara televisi diruang tengah.
"Gimana keadaan si embah bun?"
"Alhamdulilah sayang sudah cukup baik"
Aku segera menyodorkan 2 bungkus sate yang Bagas beli untuk anak - anak.
"Makasih bunda" ucap kedua putriku serempak.
"Iya sayang bunda kekamar dulu ya mo istirahat bunda capek"
Setelah mengganti pakaianku dengan daster, kurebahkan tubuh ke atas ranjang aku tersenyum bahagia mengingat kejadian tadi bersama Bagas kendati sekujur tubuhku terasa pegal - pegal namun aku begitu menikmatinya.
Kupejamkan mata yang mulai mengantuk sambil membayangkan wajah kekasihku itu,bunyi dering suara ponsel membuatku membuka mataku dengan berat........"Bagas" ucapku tersenyum,aku segera meraih ponsel yang berada disebelah ku.
"Emang boleh kalau saya ngangenin mbak Lina?" entar ada yang marah lho"
Deg............
Sontak aku kaget mendengar suara diseberang sana ternyata bukan Bagas tetapi Pak Freddy,tubuhku terasa beku aku mendadak bingung akhirnya aku terdiam.
"Mbak Lina kok malah diam,mbak Lina nggak usah malu pada saya,saya juga menyukai mbak Lina dari pertama jumpa"
"Ma.....maaf Pak saya pi...pikir itu tadi" ah sudahlah sebaiknya lu...lupakan Pak"
"Lho baru aja mulai kok main dilupakan gitu aja mbak"
Oh astaga Pak Freddy mangkin salah paham padaku aku semangkin sulit untuk menjelaskan semua padanya semangkin lama Pak Freddy malah semangkin genit aku berusaha untuk menjelaskan namun aku tak tahu harus mulai dari mana,disaat aku yang sedang kebingungan Bagas juga menelepon ku.
"Maaf Pak ada telepon masuk dari orang tua saya" ucapku asal dan segera menerima panggilan telepon dari Bagas.
"Kamu sedang teleponan dengan siapa sih yank"
__ADS_1
"Mbak Eva yank beliau mengatakan kalau besok ibu pengen makan bubur masakanku"
"Wah aku mau juga bubur buatanmu yank, kalau begitu besok pagi aku segera kerumah "
Gawat sementara bahan untuk membuat bubur sama sekali tidak ada karena aku belum sempat belanja bulanan.....hmmm sebaiknya aku beli saja ketika mengantar anak - anak kesekolah,Bagas juga tidak akan tahu aku kembali tersenyum setelah mendapat ide yang sangat tepat.
"Boleh yank, tapi setelah anak - anak berangkat kesekolah ya "
"Kamu pengen kita berduaan iyakan?" baik kalau begitu setelah makan bubur biar sekalian bisa mimik susu"
"Apaan sih mesum aja yang ada dipikirannya yank"
"Alaaah bilang aja emang kamu mau aku gituin kan yank, ngaku aja gapapa aku mangkin semangat"
"Ye siapa bilang gitu,ngarang kamu yank"
"Iya deh kalau gitu aku minta sama yang lain tapi jangan nangis ya"
"Awas coba aja "
"Widihhhh kok jadi takut,nggak ah nggak jadi kalau begitu"
"Yank"
"Hmmm iya"
"Kalau nanti kita beneran menikah apa akan semesra gini juga nggak?"
"Kok nanya gitu"
"Kamu sama istrimu gimana sih,apa suka teleponan kayak gini juga"
"Udah deh ngobrolin yang lain" jawab Bagas datar.
"Tapi aku pengen tau yank,aku takut kalau nanti kamu berubah setelah kita menikah nggak semesra begini,kamukan tau kalau aku bucin"
"Owh bucin ya,kok baru tau ya"
"Yank please jawab aku"
"Hmmm janji nggak cemburu"
"Iya aku janji nggak bakalan cemburu"
__ADS_1
"Oke tapi besok aja ya jawabnya kita sarapan bubur bareng dan ***** ****.
Terdengar tawa lepas Bagas diseberang sana, saat aku mencoba menekan rasa cemburu untuk mendengar pengakuannya itu,rasa kantukkupun mendadak hilang karena ngobrol dengan Bagas dan aku juga membiarkan Pak Freddy yang berulang kali mencoba menghubungiku.