
Setelah hampir 6 jam dalam perjalanan,jelang sore akhirnya aku dan anak - anak tiba dirumah,anak - anakku segera masuk kedalam rumah Bagas memegang tanganku ketika aku hendak turun dari mobilnya.
"yank ada apa lagi sih?"
"Sun dulu dong yank,masak main turun aja"
"Nanti anak - anak Lihat yank"
Cup
Akhirnya Bagas mendaratkan ciuman dipipiku
"Love you"
"Hati - hati dijalan yank love you to"
"Ok,kamu jaga hati untukku ya" ucap Bagas sambil mengedipkan mata
Akupun segera turun namun lagi - lagi Aku terpaksa mengurungkan niatku turun dari mobil Bagas.
"Yank......."
"Apa lagi sih yank nanti anak - anak mangkin curiga lho"
"Kamu kok nggak ngajak aku masuk kerumah dulu sih, bentar aja aku masih pengen bersama kamu yank lagian aku ngantuk nih"
Akupun jadi serba salah dibuatnya aku takut anak - anak tahu kalau sebenarnya aku dan Bagas telah terjadi sesuatu, akan tetapi aku juga khawatir Bagas mengemudi dalam keadaan mengantuk.
"Baiklah kalau begitu"
Akupun segera turun dari mobil Bagas dan langsung masuk kerumah,Bagas memarkirkan mobilnya.
"Lho om supirnya nggak langsung pulang bunda?"
"Om nya mengantuk sayang bunda nggak tega jadi bunda tawarkan untuk mampir kerumah agar ia bisa beristirahat sebentar, nggak apakan sayang"
"Iya gapapa kok lagian om nya baik bunda"
Aku segera mempersilakan Bagas untuk masuk kedalam rumah,Bagas segera mengikuti ku dari belakang aku mengantarkan Bagas kekamar tamu agar ia bisa beristirahat.
"kamu mandi dulu ya biar ku siapkan air hangat"
"Nggak usah yank,nanti aja aku mau istirahat sebentar,kamu temani aku disini ya"
"Jangan gila kamu yank, istirahatlah"
Baru saja aku hendak melangkahkan kaki keluar kamar Bagas sudah menarik tanganku,aku membulatkan mata
__ADS_1
"Sun dulu biar bisa tidur"
"Lebay kamu yank"
Keinginan Bagas tidak bisa ditolak dari pada panjang urusannya aku segera menuruti keinginannya ,kukecup ***** dan segera meninggalkan Bagas dikamar.
Hari mulai gelap setelah selesai mandi aku segera menghampiri Bagas dikamar tamu,aku melihat Bagas yang masih tertidur pulas,aku tak sampai hati untuk membangunkan,kupandangi wajah kekasihku itu,wajah yang sangat aku cintai sedari dulu dalam tidurpun ia begitu sangat tampan,wajah damai penuh kelembutan.
Tiba - tiba Bagas menggeliat ia terbangun melihatku yang sedang duduk disampingnya aku tersenyum dan kuusap lembut pucuk kepalanya.
"Yank udah jam berapa?"
Pandanganku menuju kearah jam di dinding Bagas mengikuti arah pandanganku,waktu telah menunjukkan pukul 7 malam.
"kamu mandi dulu ya aku sudah menyiapkan air hangat buatmu"
Bagas mengecup keningku sembari mengambil handuk dari tanganku lalu iapun bergegas melangkah menuju kamar mandi,aku keluar menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.
Aku sangat bahagia malam ini,aku bisa bersama Bagas dalam satu rumah walaupun hanya sesaat,kamipun menikmati makan malam bersama sembari mengobrol ringan,Bagas begitu menyukai anak - anak sikapnya yang ramah bisa mengambil hati kedua putriku dengan cepat,kami tampak seperti sebuah keluarga yang bahagia.
Cinta adalah kalimat sederhana, akan tetapi mempunyai makna besar, segala sesuatu yang rumit tampak mudah dilalui dengan cinta.
Cinta adalah suatu emosi jiwa yang sangat kuat didalamnya terdapat tiga aspek pengertian, kasih sayang dan keintiman,semua itu telah kudapat dari Bagas dan aku tak bisa pergi dari rasa itu.
Aku menatap dalam wajah terkasih yang kini berada di hadapanku.
Bagas meraih kedua tanganku tampak matanya mulai berkaca-kaca lalu menarik napas dalam.
"Aku yakin kita mampu melaluinya......karna kita memiliki perasaan yang sama" ucap Bagas
Bagas lalu mengecup keningku dan memelukku dengan begitu erat.
"Kamu yang sabar sayang........kita sudah melewati banyak hal kamu harus yakin suatu saat kita akan bersatu dalam sebuah ikatan suci,aku pulang dulu yank" ucapnya sembari melepaskan pelukannya,aku mengangguk Bagas melangkah keluar dan masuk kedalam mobilnya.
"Kamu hati - hati ya"
Bagas tersenyum, lalu menyalakan mesin dan mengemudikan mobilnya keluar halaman rumahku,kupandangi mobil Bagas hingga menghilang diujung tikungan jalan,aku segera masuk dan menutup pintu rumahku.
Ketika aku berbalik badan ku dapati putri sulungku sudah berdiri tepat didepanku.
"Om nya sudah pulang bun?"
"Sudah sayang"
Kuusap pucuk kepalanya berlalu melewatinya yang masih berdiri mematung,aku melangkah menuju ke kamarku,putri sulungku yang mulai beranjak remaja itu menyusul menghampiriku didalam kamar lalu iapun duduk disisi tempat tidur.
"Bunda udah lama kenal om Bagas?"
__ADS_1
Deg........
Aku tak menyangka putriku akan melontarkan kalimat itu kepadaku,aku terdiam sejenak untuk mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan putriku itu,namun lagi - lagi sisulung kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama.
"I...iya bunda mengenal om Bagas sejak masih kanak - kanak,om Bagas teman sekolah bunda dulu"
"Emang Om Bagas juga liburan kemarin bun?
"Kemarin saat bunda hendak memesan travel tiba - tiba bunda ketemu dengan om Bagas, katanya sih dia lagi ada pekerjaan di sana"
"Kok dia ngantar kita pulang kerumah?"
"Katanya urusan sudah selesai di sana dan kebetulan om Bagas juga mau pulang om Bagas menawarkan memberi tumpangan pada kita dan saat itu travel yang bunda pesan hanya akan berangkat siang hari, takut malam diperjalanan akhirnya bunda menerima tawaran om Bagas.......bunda minta maaf jika kakak kurang nyaman'
"Nggak kok bun,om Bagas ramah dan baik"
Aku tersenyum pada putriku itu.
"Mengapa Kakak mempertanyakan itu pada Bunda?"
"Cuma ingin tau aja, hmmm.....bunda dulu emang dekat sama om Bagas?"
"Dulu bunda nggak begitu dekat dengan om Bagas,sayang"
"Emang om Bagas dari dulu baik bun?"
"Om Bagas baik dengan semua orang dan Bunda juga begitu selalu baik dengan semua orang"
Putriku merebahkan tubuhnya keatas ranjang,matanya menatap langit - langit kamar iapun senyum - senyum sendiri,aku sedikit curiga dengan sikap putriku itu,entah apa yang ada didalam pikirannya sekarang.
"Kok Kakak senyum - senyum gitu,anak bunda lagi dekat ya dengan seseorang?
"Apaan sih bun"
Pipi putriku mendadak memerah,aku segera mendekatinya aku duduk disamping putriku itu,kini putri sulungku sudah duduk dibangku sekolah menengah atas tingkat pertama,aku tak ingin diusianya yang masih belia salah langkah dalam mengekpresikan perasaan dengan lawan jenis,karena dalam masa pubertas rawan dengan kenalan remaja,zaman telah berganti diusiaku dulu tentu jauh berbeda dengan zaman sekarang untuk itu aku mencoba untuk memberi pengertian terhadap putri sulungku itu.
"Kita boleh dekat dengan semua orang sayang namun kita mesti tau batasan kedekatan kita seperti apa"
"Maksudnya bun?"
"Contohnya Kakak boleh dekat dengan teman Kakak tapi hanya sebatas kedekatan sebagai seorang teman tidak lebih dari itu,dan tentunya kedekatan itu harus memberikan nilai positif bagi Kakak karna apa?" saat ini Kakak harus fokus pada pendidikan Kakak untuk masa depan Kakak yang lebih baik tentunya,dan masalah lain itu nanti ada waktunya,disaat Kakak sudah dewasa nanti'
"begitu ya bun'
Aku mengangguk meyakinkan putriku iapun tersenyum sambil memelukku malam itu aku dan putriku saling ngobrol cukup lama,malam yang mulai larut menyebarkan rasa kantuk,akhirnya kamipun tertidur cukup pulas
Bersambung
__ADS_1