CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.26


__ADS_3

Hari tampak masih gelap,aku beranjak bangkit dari tempat tidur ku meninggalkan dingin yang semalaman menemaniku melewati sepi dan gelapnya malam.


Kubuka jendela kamar hembusan angin menerpa wajahku terdengar suara ayam berkokok saling bersahutan,aku segera menuju kamar mandi dan membersihkan diri, tubuhku terasa segar.


Aku mendengar suara anak - anakku didapur yang sedang menyiapkan sarapan pagi,akupun segera melangkahkan kaki ke dapur,seulas senyum tersungging dibibir mereka saat menatapku.


"Pagi bunda"


"Pagi sayang, lagi masak apa ni"


"Nasi goreng bun"


Aku duduk dimeja makan menyesap kopi hangat yang telah tersedia di atas meja makan,


"Oiya bun semua keperluan dapur sudah hampir habis,bunda belanja pagi ini kan?" ucap sisulung aku menganggukkan kepala.


"Ikut ya bun" ujar si adik


"Boleh" ujarku yang disambut girang putriku.


"Kalau begitu kakak juga ikut dong bun" ujar si sulung lagi - lagi aku mengangguk.


Setelah menyelesaikan makan pagi aku bersama kedua putriku langsung segera pergi menuju pasar tradisional yang berada di kota ku,hari ini pasar begitu ramai karena hari ini hari minggu.


"Hai Lin" seseorang menepuk pundak ku dari samping saat aku sedang sibuk memilih bahan pokok,aku segera menoleh.


"Hai Rit apa kabar" jawabku sedikit kaget karena tak menyangka bakal ketemu seorang teman lama


"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat Lin"aku baik - baik saja"


"Kemana aja selama ini?"


"Aku tinggal di kota x Lin" dan sekarang sedang berkunjung kerumah orang tuaku.


Singkat kata kami mengobrol panjang lebar dan saling tukaran nomor hp.


"Oiya Lin" nanti kita kontak - kontak ya, kebetulan aku sudah Selesai belanjanya dan kalau ada waktu luang jangan lupa mampir kerumah orang tuaku ok" ujar Rita


"Sip" jawabku sembari tersenyum.


Rita Segera berlalu meninggalkan ku yang masih sibuk berbelanja,Rita adalah salah satu teman SD ku,sebelumnya kami sempat bertemu tetapi itu sudah beberapa tahun lalu.


Setelah selesai berbelanja kamipun segera pulang.


Saat tiba dirumah aku melihat mobil Reza sudah terparkir di halaman rumah.


"Ayah" sapa kedua putrinya serempak,Reza tersenyum sembari merangkul pundak anak -.anaknya mereka melangkah masuk kedalam rumah.

__ADS_1


" Kapan ayah sampai?"


"Barusan"


"Oiya yah inikan hari libur ajak kami jalan dong yah"


"Iya yah" timpal adik


"Baiklah" ujar Reza pada anaknya.


Jawaban Reza sontak membuat mereka berteriak gembira,pemandangan tersebut sudah sering aku lihat hal inilah yang sering aku pertimbangkan untuk mengakhiri pernikahan ini,tetapi kini aku mulai ragu apakah kedepannya aku masih mampu untuk mempertahankan?"


Aku pun segera memasak untuk makan siang,diruang tengah Reza sedang asik bercengkrama bersama anak - anak,tiba - tiba ponselku berdering aku segera beranjak meraih ponselku dan ternyata Rita meneleponku


"Assalamualaikum Lin"


"Waalaikumsalam Rit"


"Bisa nggak ntar sore kita ketemuan sekalian reunian gitu"


"Gimana ya Rit......pengen sih tapi lihat dululah ntar aku kabari balik ok"


"Usaha kan bisa ya soalnya ada yang mau jumpa kamu lho"


"insyaallah pi nggak janji ya"


"sip"


Setelah mengakhiri pembicaraan dengan Rita aku pun melanjutkan pekerjaanku, Rezapun menghampiriku yang sedang sibuk memasak didapur dan memelukku dari belakang.


"Hemm pacaran ni ye" ujar putri sulung ku yang melihat ayahnya sedang memelukku,aku segera melepaskan tangan Reza dari pinggangku.


"Ih ayah genit ya kak" timpal adik


Mereka akhirnya saling bercanda aku


menyunggingkan seulas senyum,tidak ada getaran di hatiku saat Reza menyentuh ku tadi hatiku terasa sakit "mengapa ini terjadi tuhan" bisik ku dalam hati.


"Bunda nanti ikutkan jalan - jalan ya?" tanya putriku membuyarkan lamunanku.


"Kayak nggak deh kak soalnya kepala bunda sedikit pusing"


Reza menatap kearah ku aku melemparkan pandanganku,putriku sedikitpun tidak protes atas jawabanku karena anak - anak ku dari kecil sudah terdidik untuk senantiasa menghargai keputusan orang lain.


Setelah menyelesaikan hidangan makan siang kami segera menyantap makan siang bersama,melihat canda tawa yang berlangsung dimeja makan antara Reza dan anak - anak aku menjadi merasa bersalah seandainya aku benar meminta berpisah dengan Reza,bagaimana aku akan menjelaskan pada anak - anak kelak,bagaimana kalau mereka kecewa lalu membenciku namun jika aku bertahan bagaimana........ah entahlah aku benar - benar merasa kacau, lamunanku pun buyar saat notifikasi pesan WhatsApp di telepon ku kembali berbunyi.


Tampa membaca pesan yang masuk di ponselku,aku segera menyelesaikan makan siang ku.

__ADS_1


Saat sedang istirahat siang ada pesan yang lagi lagi kembali masuk di ponselku akupun segera membacanya dan ternyata pesan itu dari Rita.


"Gimana say bisa kan sore ini datang?"


"Aduh gimana ya Rit soalnya lagi ada keperluan ntar sore, maaf ya" jawabku membalas chat Rita.


Jelang sore anak - anak meminta izin padaku untuk pergi bersama ayah mereka,setelah mereka berpamitan aku segera mengerjakan pekerjaan mencuci pakaian dari pelanggan yang menumpuk.


"Kring........kring.......kring


Suara ponsel kembali berbunyi ku raih ponselku dan langsung segera menerima panggilan tersebut.


"Halo say lagi ngapain nih"


"Biasa lagi sibuk ngurusin pekerjaan rumah tangga nih, aduh maaf aku belum bisa ni memenuhi undangannya Rit"


"Oh gapapa kalau memang begitu,tapi ada yang mau ngomong ni"


"Siapa Rit"


Sejenak semua saling diam tak berbicara


"Ayo dong ngomong mas,udah ada orangnya tu" ujar Rita


"Siapa sih Rit?" emang dia kenal sama aku" tanyaku sedikit penasaran.


"Kenal dong say kenal banget lah"


"Assalamualaikum"


Tiba - tiba jantungku berdegup tak beraturan suara bariton dari seberangan sana seakan menghipnotisku meskipun bertahun sudah aku tak mendengarnya namun hingga kini aku masih mengenalnya suara itu.


"Wa.... waalaikumsalam" jawabku gugup tak karuan.


Sesaat kemudian obrolan santai pun mengalir melalui telepon,aku hanya diam dan memilih menjadi pendengar untuk menutupi perasaanku yang mulai tak menentu karena jujur aku bingung tidak tahu harus berbicara apa akupun memilih pamit mengakhiri obrolan tersebut dengan alasan sangat sibuk.


Aku mencoba menetralkan keadaan perasaanku yang sedari tadi menimbulkan getaran - getaran aneh ku teguk segelas air putih yang terletak di atas meja aku membuang jauh - jauh perasaan itu " ini tidak bisa terjadi' ucapku lirih dan akupun kembali menyelesaikan pekerjaanku.


Pukul 5 sore anak - anak pulang kerumah,dengan ekspresi wajah gembira mereka menceritakan kepadaku berbagai kegiatan saat mereka berjalan - jalan disalah satu tempat rekreasi bersama ayah mereka tadi,aku hanya tersenyum menanggapi cerita kedua putriku sementara pikiranku berada ditempat lain,diwaktu yang bersamaan Reza menghampiri ku dan mengajak ku berbicara sesuatu yang sangat penting Reza memintaku menemuinya dikamar aku segera bangkit meninggalkan anak - anak dengan semua cerita indahnya.


"Kamu ingin bicara apa Re?"


"Aku ingin meminta bantuan mu Lin,mama ingin mengantar Farhan untuk rehabilitasi,mama sudah tidak sanggup menghadapi kelakuan Farhan yang selalu membuat ulah"


"Apakah Farhan sendiri bersedia untuk rehabilitasi?" karena akan sia - sia jika Farhan sendiri enggan Re"


"Farhan sudah bersedia Lin" saat ini aku dan mama sedang tidak mempunyai cukup uang,untuk itu aku memintamu untuk membantunya dan itu jika kamu tidak keberatan" ucap Reza dengan wajah murung.

__ADS_1


Aku berpikir tidak ada salahnya jika kali ini aku membantu Reza untuk menyelesaikan urusan mamanya toh itu demi kebaikan bersama,aku memberi uang pada Reza seperti yang ia dan mamanya butuhkan.


__ADS_2