CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.60


__ADS_3

Cuaca cerah hari ini membuatku ingat pada Bagas,empat hari bersamanya adalah sesuatu hal yang sangat membahagiakan buatku.


Saat itu kami duduk ditepian pantai,kami saling ngobrol tentang sebuah impian dimasa depan kendati kami berdua tidak tahu pasti apakah kami akan bisa mewujudkan atau tidak, namun kami tetap saja meneruskan pembahasan itu berulang kali.


Bagas merebahkan kepalanya di pangkuanku matanya terpejam,kuusap pucuk kepalanya dan iapun membuka matanya dan menatapku dengan tersenyum begitu manis padaku.


Langit yang tampak indah kala itu sama persis seperti hari ini dengan cahaya kuning keemasan dari sinar matahari yang berada dibatas cakrawala,lalu Bagas menarik tanganku berlari - lari kecil menuju tepian pantai dan kami bersenda gurau tampa memperdulikan orang - orang yang sedang menatap kearah kami.


Lalu keluar pertanyaan dari bibir Bagas apakah aku bahagia saat itu,aku sengaja tak ingin menjawabnya karena kebahagiaan yang kurasakan kala itu begitu besar hingga tak dapat diucapkan melalui kata - kata.


Waktu seperti berhenti berputar,pepohonan seakan terasa berhenti bergerak,laut seolah tenang tak mengeluarkan riak - riak kecil,pasir putih yang memancarkan cahaya sinar keemasan seakan melupakan kehadiran kami,sehingga Bagas tampa malu - malu bebas mengekpresikan rasa cintanya kala itu ia mendaratkan sebuah kecupan dikeningku lalu merengkuhku kedalam peluknya.

__ADS_1


Kita sepakat bahwa pantai milik kita berdua saat itu, dan yang paling kuingat sampai detik ini Bagas kala itu mengatakan bahwa dirinya tak pernah merasakan kebahagian seperti ia rasakan saat bersamaku,aku tak pernah menyangka Bagas akan mengeluarkan kata - kata tersebut,kata - kata yang indah melebihi ucapan kata "aku cinta padamu"


Aku bagai terhipnotis mendengar ucapan yang keluar dari bibirnya hingga aku hanya terdiam tak mampu untuk bergerak aku ingin berteriak pada dunia bahwa aku sangat bahagia kala itu namun lidahku kelu hatiku berdebar sangat kencang aku hanya bisa memejamkan mata saat itu untuk sekedar membuat hatiku tenang, Bagas mengecup **** Ku dengan lembut.


Kusandarkan kepala dibahunya lalu ia tampa ragu mengusap pucuk kepalaku,diwaktu bersamaan lalu Bagas mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya sebuah kotak berukuran kecil dan memberikannya kepadaku aku membuka kotak tersebut yang berisikan sebuah cincin yang sangat indah ia mengatakan bahwa itu telah ia siapkan lama untuk diberikan padaku disaat hari pernikahan kami nanti,namun entah mengapa lalu ia sendiri berubah pikiran dan memberikan kado itu saat ini,Bagas meraih tanganku dan memasangkan dijari manis ku dan sampai hari ini cincin itu tetap melingkar di jariku.


Dilangit indah tampak sekawanan burung kembali pulang kesarangnya,cahaya matahari hampir lenyap ditepi langit malam mulai menyapa sedangkan aku tak ingin mengakhiri kebersamaan kami karena bagiku semenit berpisah darinya bagaikan seribu tahun lamanya,Bagas semangkin membuatku tersanjung dengan membisikkan kalimat yang selama ini ingin kudengar ia mengatakan bahwa hatinya sesungguhnya milikku seutuhnya,sejak senja meninggalkan mentari tak satupun tampak begitu terang, namun dalam keremangan malam aku bisa melihat dengan jelas saat kami saling bertatapan tak ada terpancar sedikitpun kebohongan tentang kata yang telah ia ungkapkan.


dering suara telepon tiba - tiba memecah keheningan kala itu,Bagaspun mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam saku ia kemudian menatapku seolah meminta izin untuk mengangkat panggilan telepon dari sang istri aku berusaha untuk tersenyum dan membelai wajah tampannya,terdengar jelas ditelinga ku apa yang sedang mereka berdua perbincangkan,Bagas mengenggam jemari tanganku begitu erat berusaha menyakinkanku lalu mengecup lembut jemariku sebagai ungkapan terimakasih atas sebuah pengertian ku.


Seperti malam - malam biasanya malam selalu menghadirkan keheningan,sunyi terasa sangat setia menemani malam namun tidak sama dengan malam kala itu yang ramai memunculkan ribuan bahkan jutaan kalimat yang indah penuh makna.

__ADS_1


Dalam rintik hujan yang jatuh membasahi bumi kucium wangi aroma tubuhnya membuat ku berharap waktu berhenti saat ini agar aku bisa


menikmati malam lebih panjang bersamanya,kami berada diujung malam damai tenang membalut rasa cinta yang semangkin berbunga sedamai jemari yang saling memeluk,malam membawaku terbang melayang bersama sunyi ku bisikkan ucapan terimakasih atas rasa yang telah terbalas dan untuk semua air mata yang sudah kau hapus lalu kita saling berharap semoga rasa ini tidak akan pernah hilang selalu bersemayam tumbuh di hati sampai cinta kita direstui,hingga kita diikat dengan cincin.


Namun hakekatnya malam tidak bisa tetap menguasai bumi dan sang waktu terus bergulir malam pun tergantikan dengan subuh nan eksotik,hujan pun mulai reda kita bangkit dari peraduan indah,saatnya dirimu harus kembali pergi untuk sesaat angin berhembus mengelus kulit bak surai si maltatuli.


Masih ada waktu tersisa kala itu kutatap kembali wajahmu sebagai tambahan penyangga rasa rinduku dan rindumu......mereka kelak akan menjadi perih yang mengingatkan jarak semangkin jauh karena keberangkatan mu keluar negri menjadi pisau belati yang teramat tajam kapan saja bisa menikam untuk itu tak ada salahnya kita menyelesaikan kesedihan ini.


Dirimu dan diriku kala itu hanya bisa berharap kita masih bisa tersenyum walau jarak yang semangkin jauh,dirimu mengatakan tetap lah tersenyum untukmu disana karena senyumku merupakan kebahagiaanmu.


Telah satu bulan berlalu aku senantiasa berusaha tegar kendati tiada kabar darimu,sebelumnya kami pernah terpisahkan oleh jarak namun kali ini entah mengapa aku tak ingin menangis karena aku yakin akan rasa cintamu terhadapku.

__ADS_1


Kala rindu datang menyapa saat jauh darinya,aku sengaja datang kembali kepantai ini, namun waktu terasa begitu lamban berputar untuk sebuah penantian,burung camar kepakkan sayapnya terbang meninggalkan tiang sampan lalu pergi meninggalkan jejak , hembusan bayu membelai pucuk riak yang saling berkejaran menuju pantai dan membelah hamparan pasir putih,dikejauhan tampak cahaya lentera para pelayan menerangi malam kulangkahkan kaki perlahan meninggalkan tepian pantai dengan sebuah asa berharap semua impian ini akan terwujud kelak.


Aku harus kuat meniti hari sepi tampa dirimu,membuang jauh - jauh rasa curiga yang mencoba mengusik hariku disaat kesepian memelukku dengan erat aku menarik napas dalam,meyakinkan diri bahwa rindu itu akan membawa Bagas kembali merengkuhku dalam peluknya seperti subuh kala itu disaat embun sedang basah - basahnya disaat orang - orang tengah terlelap dibalik dekapan selimut mereka, sedangkan kami masih terjaga disepanjang malam menikmati malam panjang bersama memadu cinta penuh gairah.


__ADS_2