CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.46


__ADS_3

Sudah hampir seminggu sejak pulang liburan aku belum memberikan laporan penjualanku kekantor karena aku memang belum melakukan aktivitas penjualan minggu ini.


Aku tidak terikat dikantor seperti yang pegawai lainnya itulah yang membuatku merasa betah menjadi seorang salesman karena aku bisa menjalankan usaha loundryku tampa harus terikat dengan peraturan kantor dari awal hal ini sudah menyampaikan pada bosku dan ia tidak merasa keberatan akan hal itu.


Bosku itu memang baik orangnya,sikapnya ramah dan selalu memberikan motivasi pada setiap karyawannya,jadi tidak heran jika dia juga baik padaku.


Dan hari ini aku datang kekantor untuk mengambil uang gaji bulan ini yang belum sempat kuterima kemarin.


Setibanya dikantor suasana sepi hanya ada Nisa yang sedang asik dengan ponselnya Nisa adalah kasir dikantor tempat ku bekerja, sebagai kasir ia memang harus tetap ada dikantor tersebut,tapi wajar sih sepi karena sudah pukul 3 sore,kantor hanya terlihat ramai saat pagi hari karena mereka harus meeting sebelum melakukan pekerjaan mereka diluar kantor.


"Hai mbak apa kabar sudah seminggu nggak kelihatan ? ujar Nisa


"Sehat - sehat aja kok,minggu ini sepi belum ada penjualan Nis.


"Yang sabar mbak, tetap semangat,mau ambil gaji ya mbak"


"Ya gitu sih Nis" ceritanya.


"Mbak disuruh ngadap bos tu"


"Lho emang ada apa Nis,biasanya kan sama kamu,ambil gajinya"


"Nggak tau juga sih mbak,kali aja dapat bonus gede tu dari si bos"


"Nggak mungkin Nis penjualan mbak sama kayak bulan lalu"


"Udah ngadap aja mbak daripada penasaran,pak bos baik kok nggak usah takut" ujar Nisa sambil tersenyum


Aku segera mengikuti saran Nisa tersebut kemudian melangkah menuju keruangan bosku itu,melalui kaca aku bisa melihat pak Freddy sedang menelepon.


Aku menghentikan langkahku didepan pintu ruangannya menunggu bosku itu selesai menelepon.


Tiba - tiba aku mendengar bosku itu memanggilku untuk masuk kedalam ruangannya aku segera masuk sesuai perintahnya.


Pak Freddy kembali melanjutkan obrolannya ditelepon aku menunggu hingga ia selesai menelepon.


"Lama tidak kekantor,apa ada permasalah dengan penjualannya mbak Lina?


"Oh sama sekali tidak ada pak kemarin ada urusan keluarga pak, jadi minggu ini memang fakum pak tidak ada penjualan"

__ADS_1


"Udah clear urusannya sekarang?


"Sudah pak"


"Mudah - mudahan mbak Lina kedepannya masih tetap semangat untuk promosinya"


"Siap pak"


Kemudian pak Freddy menyodorkan amplop gaji ku bulan ini namun angka tertulis membuatku terkejut.


"Maaf pak apa ini tidak salah pak"


Bosku itu tersenyum dan mengatakan bahwa itu merupakan bonus buatku karena selama ini penjualanku terus meningkat,sebagai atensi ia memberikan bonus lebih buatku,aku merasa sungkan untuk menerimanya namun bosku meminta agar aku menerimanya.


"Mbak Lina jangan sungkan saya memang begitu dengan semua karyawan disini mbak Lina bisa tanya pada mereka"


"Maaf pak saya tidak bermaksud begitu"


"Oh iya mbak saya minta nomor kontak mbak Lina,jika ada apa - apa dengan pekerjaan mbak Lina bisa hubungi saya langsung"


Akupun memberikan nomor kontak ku dan setelah tidak ada pembahasan terkait urusan pekerjaan aku segera pamit pada pak Freddy.


"Wah mbak Lina seperti benar nih dapat bonus gede" ujar Nisa tersenyum


Aku mengeluarkan 2 lembar uang ratusan dan memberikan pada Nisa hitung - hitung bagi - bagi rezeki hari ini, Nisa pun dengan senang menerimanya. setelah sedikit berbincang - bincang dengan Nisa aku segera berpamitan pulang.


Sepulangnya dari kantor aku tidak langsung segera pulang kerumah aku membelokkan motorku kesebuah Bank,aku menabung sebagian dari uang yang kuterima dari bosku tersebut,uang tersebut nantinya akan digunakan untuk biaya pendidikan anak -.anakku kelak,aku ingin anak - anakku bisa meraih mimpinya sesuai dengan apa yang dicita - citakan mereka.


Tidak membutuhkan waktu lama urusanku pun selesai,setelah dari Bank aku segera pulang kerumah.


Matahari masih bersinar cukup terik hari ini,cahayanya terasa seperti membakar kulitku padahal hari sudah cukup sore,aku menghentikan motor diseberang jalan dibawah pohon besar untuk sekedar beristirahat sejenak.


Notifikasi sebuah pesan masuk aku segera membacanya.


"Sore mbak lina bisa temani saya untuk ngopi?"


Aku tidak mengenali siapa pengirim pesan tersebut dan aku langsung mengecek photo profil sipengirim pesan namun yang tampak hanyalah photo pemandangan.


"Maaf ya ini dengan siapa?" ada keperluan apa ya?" setelah kuketik aku menekan send

__ADS_1


Sipenelepon tidak membalas chat yang kukirim melainkan langsung meneleponku.


"Lho jadi mbak Lina benar tidak menyimpan nomor saya ya"


"Maaf pak bapak ini siapa"


"Dengan bapak Freddy" mbak Lina gimana ada waktu sore ini"


Aku benar - benar merasa tidak enak dengan bosku itu aku merutuki diriku sendiri aku tak ingin pak Freddy tersinggung dan menganggap diriku tidak menghormati dirinya sebagai pimpinan dikantor sehingga aku tak perlu menyimpan nomor kontaknya diponselku.


"Ma....maaf pak,bisa - bisa dimana pak?"


Aku segera menuju tempat yang disebutkan oleh bosku itu.setelah sampai aku segera turun dari motor dan segera masuk kedalam salah satu kedai kopi,aku melihat pak Freddy sedang duduk sendirian.


Setelah duduk dan memesan secangkir kopi hangat akupun membuka obrolan dan meminta maaf karena aku tidak menyimpan nomornya sama sekali dan Alhamdulillah ternyata pak Freddy tidak tampak tersinggung denganku.


"Tidak masalah mbak Lina,saya paham akan keadaan mbak Lina yang super sibuk" oya bagaimana dengan usaha mbak Lina sendiri?"


"Alhamdulillah pak tidak ada kendala"


"Syukurlah saya sangat salut dengan kegigihan mbak Lina" puji pak Freddy


"Biasa aja pak,cuma usaha kecil - kecilan pak"


"Semua dimulai dari bawah mbak,usaha kecil jika kita sabar,tekun dan gigih insyaallah berhasil.


Ternyata selain ramah dan care dengan bawahannya pak Freddy sangat pandai membangun suasana dengan gurauan - gurauannya hingga aku tertawa lepas mendengarkannya.


"Bapak ternyata mempunyai rasa humor yang cukup tinggi ya pak"


"Biasalah mbak ini tuntutan sebuah profesi" awalnya saya aslinya pemalu mbak tapi tidak malu - maluin lho.


Akhirnya kami sama - sama tertawa hingga terbahak - bahak.


"Pantas saja jika bapak jadi sukses sekarang "


"Mbak Lina juga bisa asal ada kemauan pasti ada jalan"


Pak Freddy adalah sosok pemimpin yang baik,ia selalu memikirkan nasib bawahannya bahkan ia sering memberikan komisi lebih kepada bawahannya yang berprestasi,tak heran jika usaha yang dibangun oleh pak Freddy semangkin meningkat,kerjasama dengan sesama team selalu dijaga

__ADS_1


Sejak saat itu kami jadi akrab pak Freddy jadi sering meneleponku ia sering memberikan motivasi kepadaku juga berbagi ilmu dan memberikanku masukan - masukan, dengan strategi baru bagaimana agar penjualan bisa meningkat.


__ADS_2