CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.08


__ADS_3

Dikamar aku tengah bersiap - siap, menggemaskan beberapa pakaian lalu kemasukkan kedalam koper.


"Sudah selesai sayang?" tanya Reza saat masuk kedalam kamar aku mengganggukkan kepala pada Reza.


"Kita berangkat sekarang yuk"


"Mengapa harus sekarang Re"


"Ya gapapa sih aku sudah nggak sabar" ujar Reza tersenyum genit,aku mengernyitkan kening aku tak mengerti maksud dari ucapannya barusan.


Setelah berpamitan kamipun segera berangkat,


Reza membukakan pintu mobil untukku mempersilakan masuk kedalam.


"Terimakasih" ucapku.


Reza kemudian menghidupkan mesinnya dan mengemudikan mobil keluar halaman rumah,


setengah jam kemudian aku baru sadar "ini bukan arah jalan menuju rumah mertuaku" bathinku,aku menoleh kearah Reza yang sedang menyetir.


"Re kamu masih ingat jalan kerumah ibu bukan?"


"Tentu aku ingat" jawab Reza singkat.


"Kita mau kemana sebenarnya Re?"


"Tenang aja sayang nanti juga kamu bakal tau, lebih baik istirahat karna malam nanti kamu bakal kelelahan,aku mengernyitkan dahi Reza tertawa sambil mencubit pipiku.


Reza menambah kecepatan laju mobil menuju arah keluar kota.


"Re pelan - pelan aku takut!" sungut ku.


"Jangan cemberut nanti aku mangkin gemes" goda Reza .


"Ishhh..........terserah kamu aja" jawabku singkat,aku semangkin kesal dengan sikap Reza akhirnya aku memilih untuk tidur.


Matahari sudah kembali keperaduannya,Reza menghentikan mobil didepan sebuah hotel.


"Sayang bangun sudah sampai"ucap Reza sambil membukakan pintu buatku, aku bangun dan keluar dari dalam mobil.


Kami memasuki lobi hotel Reza mendekati meja resepsionis untuk memesan sebuah kamar tak lama pelayan hotel mengantarkan kami kekamar yang dipesan Reza,setelah menyelesaikan tugasnya pelayan tersebutpun meninggalkan kami.


Raut wajahku terlihat tegang dan cemas Reza mendekatiku membawa wajahku menghadap wajahnya,jantungku deg - degan apakah Reza akan melakukannya sekarang pikirku.


"Re aku lapar" ujarku segera,Mendengar ucapanku reza mengurungkan niatnya.


"Maaf sayang aku lupa sangking bersemangatnya,selesai mandi kita makan diluar"

__ADS_1


Setelah makan malam Reza mengajakku jalan - jalan menikmati suasana malam ditepi pantai,dengan mengandeng tanganku kami berjalan menyusuri tepian pantai.


Deburan ombak yang tenang dan langit yang gelap bertaburan bintang menjadikan suasana malam begitu indah.


"Kamu suka suasana pantai sayang?" ucap Reza mengawali pembicaraan,aku hanya mengangguk.


"Mengapa?" tanya Reza.


"Karna suasana pantai selalu menghadirkan ketenangan"


"Kalau aku suka akan bintang - bintang


"O...ya"


"Aku sering menatap langit dan mengharap ada satu bintang yang jatuh.....tau kenapa?" tanya Reza aku menggelengkan kepala.


"Karna aku ingin memberikan pada seseorang,seseorang wanita manis,semanis dirimu sayang"


"Gombal kamu" ucapku tersipu malu.


"Tapi kamu suka kan" ujar Reza sambil tertawa aku memukuli lengan Reza dan ikut tertawa.


Malam itu kami saling ngobrol dan tertawa lepas, Reza mengajakku duduk di hamparan pasir semilir angin yang berhembus membuat suasana begitu damai aku memejamkan mata Reza mencuri kesempatan dengan mencium pipiku aku kaget aku menghujani cubitan di perut reza,Reza berlari menghindar akupun mengejarnya.


"Stop sayang aku bisa mati karna geli"


"Beneran gapapa nih kalau aku mati,jadi janda baru tau rasa"


"Nikah lagi" ujarku asal.


"Udah mulai genit ya"ujar Reza,aku mencibir Reza tertawa aku ikut tertawa sungguh malam yang menyenangkan.


"Pulang sayang yuk"ajak Reza aku kembali mengangguk.


Sesampai dikamar hotel aku tercengang melihat suasana kamar yang telah berubah tampak lilin aromaterapi menghiasi sudut kamar dan taburan bunga mawar diatas ranjang dengan dua balon berwarna merah berbentuk hati menjadikan suasana terkesan romantis,Reza memelukku dari belakang dan mencium pundakku dengan mesra,tak lama Reza melepaskan pelukannya menggandeng tanganku mengajakku untuk duduk,Reza menuangkan minuman kedalam gelas ku,aku terbawa suasana tampa sadar aku meneguk habis minuman di dalam gelas ku tiba - tiba aku merasakan pusing.


"Re kenapa aku tiba - tiba pusing ya"


"Kamu kecapean sayang istirahatlah"


"Benar kamu Re" ucapku tertawa Reza membopong tubuhku dan merebahkannya diatas ranjang ia mulai mencium bibirku entah mengapa kali ini aku tak menolak dan membalas ciuman Reza aku melingkarkan tangan keleher Reza,lama bibir kami saling menempel hingga membuat aku hampir kehabisan oksigen Reza melepaskan pagutan bibirnya,tubuhku mulai merasakan hawa panas saat Reza menciumi daerah ****ku dan ******* secara perlahan.


"Re tubuhku terasa panas Re bukain baju donk Re" ujarku Rezapun menuruti permintaanku kini tubuhku hanya ditutupi dalaman namun rasa panas tak kunjung hilang semangkin menghadirkan gejolak aneh yang aku sendiri tidak memahaminya,Reza mencium setiap inci tubuhku aku mulai melayang pikiranku sudah tak terkontrol,mulutku meracau tak karuan Reza mulai menyentuh bagian bawahku.


"Re............sssshhhhhh aku mendesah menahan sesuatu yang ingin keluar.


"Lepaskan sayang"ucap Reza lalu ******* kembali bibirku,aku merasakan ada sesuatu yang masuk terasa sedikit sakit sekaligus nikmat Reza mengulangnya dengan cepat kali ini.

__ADS_1


"Sssshhhhhh.......akhhhhh aku mendesah panjang Reza melepaskan pagutan bibirnya sambil tersenyum Reza menyentuh bagian bawah yang telah basah lalu kembali menindih ku.


"Akhhhhh....sakiiiiiiit Re,Reza tak memperdulikan ucapanku,aku merasakan sakit lebih sakit dari tadi ketika sesuatu yang lebih besar mulai masuk aku berusaha bangkit tapi sia - sia tenaga ku kalah dengan Reza,kejadian itu terjadi berulang - ulang Reza tak membiarkan tubuhku beristirahat malam ini aku kelelahan hingga aku tertidur begitu pulas.


Ketika bangun aku berada dalam keadaan tampa busana,aku mulai mengingat- ingat kejadian malam tadi.


Reza.......dimana dia?" bathinku apakah mungkin dia sedang keluar,aku bangkit dari tempat tidur tubuhku terasa kaku aku merasakan nyeri pada bagian bawah aku melihat bercak darah di sprei ,Reza muncul dari dalam kamar mandi dan mendekat padaku akupun merapatkan selimut.Reza mengecup keningku.


"Sudah bangun sayang?" mandilah lalu kita sarapan diluar" ucap Reza dengan begitu lembutnya.


"Aku tidak bisa Re tubuhku terasa sakit semua"


"Baiklah sayang kita sarapan dikamar aja kalau begitu" ucap Reza sambil tersenyum.


Kuraih handuk yang berada diatas nakas dan segera membalut tubuhku.


"Kamu ingin kekamar mandi sayang" tanya Reza aku mengangguk lalu bangkit namun Reza lebih dulu membopongku kekamar mandi.


"Re lepaskan aku bisa sendiri Re"


Reza tak menggubris ucapanku.


Didalam kamar mandi Reza menatapku menelan air liurnya aku menjauh dari Reza namun Reza meraih tanganku membawaku dipeluknya aku meronta.


"Lepaskan aku kamu mau apa Re"


Reza memegang daguku aku memejamkan mata Reza mendekatkan wajahnya dan mencium bibirku Reza melepaskan handukku aku menghalangi dengan menyilangkan kedua tangan didada.


"Jangan Re........masih sakit"


"Pelan - pelan sayang" ujar Reza dengan napas yang mulai memburu dan menarik handukku.


Dibawah guyuran air shower Reza kembali mencumbui ku dengan menghujani ciuman aku menggeliat ketika Reza mulai menyentuh area X tubuhku bergetar menerima sentuhan dari Reza.


"Sehhhh.......aughhhh aku mendesah panjang tampa kusadari sesuatu telah basah dibawah Reza mengangkat satu kakiku dan menerobos masuk.


"Sa...sakit Re" ujarku lagi - lagi Reza tak mendengarkan ku.


"Kumohon Re lelepaskan aku" Reza semangkin laju memompanya aku menggigit bibirku mencengkeram punggung Reza.


"Aarrrggh........teriak Reza aku merasakan cairan hangat yang telah tumpah Reza menghentikan aktivitasnya dan menurunkan kakiku.aku menangis menahan sisa rasa sakit.


"Nanti kalau sudah terbiasa nggak sakit sayang "ujar Reza dengan masih memelukku.


"Terimakasih sayang telah memberiku hadiah tak ternilai" ucap Reza sambil mengecup keningku.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2