CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.21


__ADS_3

Pepatah mengatakan hidup seperti roda yang berputar terkadang diatas dan suatu saat bisa berada dibawah.


Kata - kata tersebut memberi motivasi bagiku kini,aku tersenyum hambar mencoba menguatkan diri sendiri.


Rumah tanggaku masih seumur jagung namun sudah banyak menorehkan kesedihan,aku bagai kehilangan arah tapi ada seseorang yang mampu menguatkan ku dia adalah putri kecilku.


Jalanan begitu sepi aku masih tetap bertahan disebuah warung pinggir jalan aku tak berani untuk menerobos hujan karena putriku.


Padahal sore tadi saat aku keluar untuk membeli parfum laundry cuaca begitu cerah tak ada tanda - tanda akan turun hujan,namun kini tiba - tiba mendadak berubah.


Namun Hari mulai gelap akupun tak bisa menunggu sampai gerimis benar - benar reda,kasihan anakku kuambil jas hujan yang tersedia di jok motorku,kunyalakan mesin motorku dan bergegas menerobos gerimis.


sesampainya dirumah ternyata putri kecilku sedang terlelap tidur dalam pelukanku,kuturunkan dari gendonganku dan ku rebahkan tubuh mungil itu ditempat tidur ku elus dan ku kecup keningnya tampa kusadari air mataku menetes,seketika aku tersadar aku tidak boleh cengeng aku harus kuat demi putriku aku segera mengusap bulir - bulir bening itu dan bangkit dengan senyum yang masih tersisa.


Pagi ini mbak Surti memberi kabar bahwa aku diterima ditempat kerjanya dan sekitar pukul 10 pagi aku harus datang kekantor mbak Surti untuk bertemu pimpinannya,kulihat jam masih menunjukkan pukul 7 pagi,masih banyak waktu untuk aku menyelesaikan pekerjaan ku terlebih dahulu.


Setelah selesai aku bersama putriku bergegas pergi menuju kantor mbak Surti.


Setibanya aku dikantornya mbak Surti semuanya menyapaku dengan sangat ramah begitu juga dengan pimpinan perusahaannya sangat baik dan ramah terhadapku.


Begitu banyak motivasi yang ia berikan padaku aku benar - benar merasa sangat terbantu.


Udara begitu terik siang ini,kerongkonganku mulai kering aku menghentikan laju motorku disebuah halte,untung putriku tidak rewel,disana aku melihat seorang wanita yang sedang duduk berpangku tangan.


Aku mengingatnya,Metha ya mesti tidak begitu dekat tapi aku mengenalnya,dia adalah seorang gadis pendiam dikelas waktu dibangku SMA dulu, aku tak begitu tau tentang kisahnya,karena setelah duduk dikelas 11 tiba - tiba Metha berhenti sekolah.


"Metha" apakah kamu masih ingat denganku?" tanyaku


Metha menatap kearah ku dan langsung menganggukkan kepala,ya wajar jika dia masih mengingatku karna aku paling populer disekolah waktu itu karena kebandelanku.


Singkat cerita aku mengobrol panjang lebar dengan Metha sembari menikmati es dawet yang mangkal di halte tersebut.


Sungguh miris aku mendengar kisah Metha ternyata masih ada orang yang nasibnya lebih menderita dariku.

__ADS_1


Metha adalah seorang gadis lugu yang diperdaya oleh seorang lelaki yang tidak bertanggung jawab,dengan bujuk rayu atas nama cinta lelaki tersebut merenggut kesucian Metha dan mencampakkan Metha disaat Metha hamil,sedangkan kedua orang tua Metha tak sanggup menanggung malu hingga akhirnya mengusir Metha dari rumah.


Karena hidup yang serba kekurangan akhirnya Metha kehilangan bayinya dengan tidak mengantongi Ijazah dan tidak mempunyai keahlian Metha terpaksa bekerja serabutan untuk menghidupinya,kini Metha hidup disebuah kontrakan yang sebenarnya tidak layak untuk ditempati.


Aku menawarkan pada Metha untuk tinggal bersamamu dan aku berencana mengajak Metha bekerja membantuku menjalankan usaha laundry milikku dan ternyata Metha menerima tawaranku dengan senang hati.


hari itu juga Metha pindah kerumahku.


"Silakan masuk Ta"


"Terimakasih Lin"


Aku melangkah masuk kedalam rumah Metha mengikuti langkahku dari belakang aku menunjukkan kamar buat Metha,aku menempatkan Metha dikamar tamu karena memang hanya ada Dua kamar di kontrakanku


"Ta ini kamar buatmu semoga kamu senang"


"Ini sudah cukup baik buatku Lin" kamu terlalu baik buatku entah dengan apa aku harus membalasnya"


tidak ku anggap orang lain Ta,akupun butuh kerjasama untuk menjalankan usaha laundry yang saat ini sedang kugeluti.


Metha tersenyum dan memelukku,entah mengapa malam ini aku merasakan kebahagiaan aku berharap semoga dengan adanya Metha di rumahku bisa membantuku untuk menjalankan usahaku.


Setelah membersihkan diri kami menikmati santap malam bersama,usai santap malam aku dan Metha duduk - duduk diteras rumah menikmati udara segar aku tak pernah melakukan hal ini sebelumnya aku hanya berdiam diri didalam rumah jika malam tiba, aku merasakan suatu perubahan yang sangat positif dengan membawa Metha tinggal di rumahku pikiranku begitu tenang dibanding kemarin.


Notifikasi pesan whatsapp berbunyi aku membukanya ternyata Reza, ia menanyakan kabarku dan putri kami akupun membalasnya dengan mengatakan aku dan anaknya baik - baik saja.


Malam mulai larut aku dan Metha beranjak untuk beristirahat.


Saat matahari mulai memancarkan sinarnya aku segera beranjak dari tempat tidur kugendong putriku yang sedari tadi sudah terbangun,aku segera pergi kekamar mandi dan segera membersihkan diri.


Setelah selesai berpakaian aku segera keluar kamar aku tak melihat Metha sementara sarapan pagi telah tersaji dimeja makan,akupun mencari Metha diruangan laundry namun Metha tak kutemui "hmmm kemana dia" bathin ku buka pintu samping rumah dan ternyata Metha sedang menjemur pakaian dibelakang rumah.


Aku menjerang air untuk membuat susu Risma putriku dan secangkir kopi hangat.

__ADS_1


Setelah Metha menyelesaikan pekerjaan nya aku mengajak nya untuk sarapan pagi.


Setelah usai sarapan pagi aku dan Metha mulai melakukan aktifitas aku dan Metha berbagi tugas,Metha ku beri tugas untuk urusan loundry dan aku mengurusi pekerjaan rumah,hari ini akupun mengajari Metha bagaimana melakukan pekerjaan mulai dari mencuci,menyetrika dan mengepack baju agar Pelanggan puas dengan hasilnya,aku cukup senang dengan Metha karena dalam sehari Metha bisa mengerjakan tugas sesuai dengan yang aku ajarkan.




Kehidupan didunia ternyata tidak selamanya mulus,keindahan yang kubayangkan setelah menikah hanyalah sebuah angan,lebih banyak yang tidak sesuai harapanku.



Inilah aku yang sekarang selain menjalani peranku sebagai ibu rumah tangga aku harus mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan masa depan putriku.



Aku menyusuri sebuah perkampungan melewati gang sempit tujuanku kerumah salah satu kenalanku,selain bersilaturahmi aku tentunya tujuanku untuk menawarkan perabotan rumah tangga.



Dari kejauhan aku sudah melihat mbak yanti sedang duduk - duduk bersama beberapa tetangganya,mbak yanti menyambut kedatanganku dengan wajah sumringah dan mengenalkan aku dengan tetangganya.


Sembari ngobrol tak lupa aku menawarkan beberapa perabotan rumah tangga pada mbak yanti dan tetangganya itu,aku sangat bersyukur hari ini aku bisa menjual dua sekaligus perabotan rumah tangga.


Senja mulai menampakan diri, aku segera berpamitan pada mbak yanti.



Sesampainya dirumah aku mulai berpikir cara bagaimana penjualanku dapat mencapai target sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pihak kantor.



Akhirnya aku memilih mempromosikan pada kerabat terdekat dan orang - orang yang kukenal,ku ambil ponselku dari dalam tas dan aku mulai menghubungi nama - nama orang yang ada dikontak ponselku.

__ADS_1


__ADS_2