CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.58


__ADS_3

Tepat pukul 5 pagi sebelum matahari memancarkan sinarnya aku segera bangun dan beranjak dari tempat tidurku aku.


Aku segera ke kamar mandi dan membersihkan diri, setelah berpakaian aku melangkah menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi buat kedua buah hatiku.


"Pagi Bunda" sapa putriku


"Pagi sayang, ternyata kalian sudah rapi,yuk kita sarapan pagi"


"Bun Adek nggak mau makan nasi gorengnya nya, hari ini adik mau sarapan roti dan minum susu"


"Dek kasihan dong bunda udah capek buatin nasi goreng, kan mubazir juga namanya nya ayo dong makan aja ja" ~ sisulung


"Yaudah nggak usah dipaksa kak adiknya, kalau nggak mau makan nasi gapapa"


Rara tersenyum sumringah mendapat pembelaan dariku dan segera menyelesaikan sarapannya,jam sudah menunjukkan pukul 6.30 selesai sarapan pagi aku segera mengantar kedua putriku kesekolah.


Sepulangnya dari mengantar putriku tak lupa aku mampir terlebih dahulu untuk membeli bubur ,setibanya dirumah aku segera mengambil ponselku untuk menelepon Bagas namun sang pujaan hati telah berada didepan rumah aku segera menyambutnya dengan pelukan hangat.


"Yank pantas saja ibu ingin makan bubur buatanmu,habis bubur buatan kamu enak banget"


"Kamu ngomong gitu hanya buat nyenengin hatiku kan"


"Beneran enak banget sayang"


Bagas cuti dalam 4 hari sedangkan istrinya saat ini berada diluar kota ia sedang ada tugas disana untuk itu Bagas bisa ada waktu menemuiku tanpa khawatir bakal diketahui dengan istrinya.


Setelah selesai sarapan Bagas menemaniku untuk berbelanja.


Melewati hari bersama Bagas adalah hal yang membuatku bahagia,dari dalam mobil aku menatap jalanan ramai,hiruk pikuk kendaraan yang lalu lalang seolah menjadi pemandangan yang indah bagiku saat ini,aku tak tahu mengapa semua tampak indah bila Bagas ada di dekatku....."oh tuhan izinkanlah aku lebih lama bersamanya,ijinkanlah aku untuk memiliki separuh hatinya kau tahu betapa lemahnya aku tampa nya begitu lama aku mendambakan dirinya aku mohon tuhan beri aku kesempatan" bahtin ku.


Aku sibuk dengan pikiranku sendiri hingga aku tak menyadari saat Bagas menghentikan mobil karena kami telah sampai disebuah minimarket.


"Halo kok malah bengong yank, jadi belanjanya nggak sih atau mau kehotel aja" ucap Bagas mengodaku.


"Apaan sih yank"

__ADS_1


"Pantas aja dari tadi aku berbicara kamu nya malah diam rupa sedang melamun kamu yank"


Aku mencibir dan Bagas tertawa terkekeh - kekeh,kami segera turun dari mobil masuk kedalam minimarket.


Bagas begitu telaten dan sabar menemaniku berbelanja kadang - kadang iapun selalu memberi masukan untuk setiap barang yang akan ku beli.


Aku semangkin iri pada istri bagas pastinya ia sangat beruntung mendapat suami seperti Bagas,menjadi istri sah yang tentunya dikenal di khalayak ramai pastinya membuat hidup terasa begitu sempurna Bagas memang pria idaman buat kaum hawa,disamping ketampanan yang ia miliki sikap ngemong dan selalu menghargai wanita yang sedari dulu ia miliki membuatku begitu luluh dihadapannya.


Istrinya begitu leluasa bisa menikmati hari - hari bersama Bagas,sementara denganku aku harus butuh nyali besar agar bisa tetap bersamanya.


"Kamu sebetulnya mau belanja apaan sih yank,kok dari tadi malah aku yang belanja sementara tidak sesuatu pun yang kamu pilih?"


"Ini juga sedang mencari" ujarku mulai fokus.


Entah mengapa hari ini perasaanku seolah hanya tertuju pada Bagas perasaan yang campur aduk membuatku hanya banyak terdiam.


"Yank kamu belum pernah merasakan masakanku kan jadi hari ini aku akan memasak khusus buatmu"


"Emang bisa masak kamu yank?"


Bagas tersenyum dan segera melangkah menuju kasir,aku hanya diam mematung tiba - tiba dadaku terasa sesak,hati ku merasa sakit membayangkan kemesraan yang terjadi antara Bagas dan sang istri,tak butuh waktu lama Bagas telah selesai melakukan pembayaran semua barang belanjaan kami lalu ia segera menarik ku menuju tempat parkiran.


Dalam perjalanan menuju rumah aku lebih banyak diam.


"Kamu lagi sakit ya yank?" tanya Bagas sembari menyentuh keningku dengan punggung telapak tangannya,ku singkirkan pelan tangan Bagas dari keningku.


"Nggak aku gapapa kok"


"Dari tadi kamu lebih banyak diam yank,atau kamu mau kita jalan - jalan nanti kepantai atau kekebun Kitakan sudah lama tidak kesana?"


Hatiku masih terasa sakit hingga aku kembali diam tak menanggapi Bagas,memang tidak sepantasnya aku cemburu terhadap kemesraan Bagas pada sang istri sudah sewajarnya Bagas membahagiakan istrinya namun perasaan yang muncul bukan kehendak dari diriku ia muncul begitu saja aku semangkin sakit karena aku semangkin menginginkan Bagas menjadi milikku seutuhnya.


Tak terasa kamipun telah sampai kembali kerumah aku segera membereskan barang belanjaan dan hendak memulai kegiatan memasak akan tetapi Bagas meraih kedua tanganku dan mendudukkan kupada sebuah kursi.


"Hari ini saya akan memasakkan makanan sepesial buat tuan putri jadi harap tuan putri tidak menganggu saya oke"

__ADS_1


"Are you sure?


"Oh,of course.


Bagas segera memulai pekerjaannya memasak untuk makan siang,aku hanya memandangi semua gerakan lincah tangan Bagas meracik semua bumbu masakan tampak olehku bahwa Bagas memang sudah terampil dalam urusan memasak kutatap wajah orang yang sangat kucintai itu aku semangkin mencintainya dan aku ingin segera memilikinya.


"Yank" panggilku


"Hemm..... Kenapa" ujar Bagas tampa menoleh ke arahku


"Bagaimana jika tiba - tiba Reza pulang dan menemukan kita sedang berdua"


Bagas mendadak menghentikan pekerjaan memasaknya dan menghampiriku tangan memegang kedua belah pundakku dan iapun menatapku penuh keseriusan.


"Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan namun aku siap menerima semua resiko yang terburuk sekalipun,termasuk kehilangan nyawaku sekalipun karna aku sesungguhnya menyayangimu.


Aku berdiri dan memeluk Bagas dan membalas pelukanku dan mengusap punggungku dengan lembut.


"Lantas bagaimana jika istrimu yang mengetahuinya? apa kamu bakal menjauhiku seperti dulu?"


"Aku tidak berusaha jauh darimu yank,keadaan saat itu yang membuatku jauh padamu dan maafkan aku untuk semua itu"


Kami masih dalam keadaan yang sama aku masih ingin berada dalam pelukan kekasihku itu.


"Aku tak ingin menyakiti hatinya karena komitmen aku menikahinya untuk membuatnya bahagia" lanjut Bagas


"Lantas aku kau anggap sebagai apa Gas" ucapku tak terasa aku mulai menangis


"Jika aku hanya sekedar padamu aku tak akan melayani mu sejauh ini"


"Aku ingin kepastian tentang kejelasan perasaamu sesungguhnya terhadapku"


Bagas menyentuh daguku dengan ujung jarinya kami saling menatap wajah kami begitu dekat.


"Yang kutahu aku selalu bahagia dan aku senang saat bersamamu dan aku ingin selamanya bersamamu"

__ADS_1


Tidak ada kebohongan yang tersirat yang kutangkap dari tatapan mata indah milik Bagas,Bagas semangkin membuat wajah kami lebih mendekat dan akhirnya kami saling ber****** dan saling me*****.


__ADS_2