
Setelah sampai dirumah aku segera membereskan semua barang belanjaanku
Kedua putriku langsung kekamar mereka,untuk segera beristirahat setelah aku menyelesaikan pekerjaanku aku melangkah kekamar dan segera membersihkan diri.
Rasa pegal - pegal di badanku mulai terasa hampir seharian aku dan anak - anakku pergi berjalan - jalan kurebahkan tubuh diatas ranjang baru saja mataku mulai terpejam notifikasi pesan whatsapp terdengar "pasti itu Bagas" hatiku berkata ternyata benar Bagas lah mengirim pesan buatku aku segera membalas pesan Bagas.
Saat mengetahui aku sudah berada dirumah Bagas segera meneleponku.
"Jalan kemana aja sih,kok jam segini baru pulang?"
"Tadi sekalian mampir ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan pokok yank,kamu lembur malam ini?"
"Iya besok aku cuti selama 4 hari"
"Owh bagus dong kalau gitu,o iya aku ngantuk nih lain kali kita ngobrol ya " ucapku datar dan segera mematikan ponselku.
Aku jadi tidak bersemangat untuk melanjutkan obrolan dengan Bagas malam ini,entah mengapa tiba - tiba aku merasa cemburu karena Bagas pernah bercerita kepadaku saat cuti ia harus mengunjungi istrinya yang bekerja diluar kota, aku merasa dadaku terasa sesak dan aku mulai menangis,Bagas kembali menghubungiku melalui pesan whatsapp aku segera membaca chat dari Bagas.
"Kenapa kok kayaknya nggak suka mendengar aku cuti jujur saja dirimu cemburukan yank?"
Aku tidak segera membalas chat dari Bagas jujur aku bingung harus jawab apa.
"Kenapa kok diam.....benarkan kamu cemburu?"
"Nggak aku beneran kecapean aku ingin istirahat"
"Baiklah kalau begitu selamat beristirahat......sweet dreams love"
"Dan mohon maaf selama 4 hari aku tidak bisa menghubungimu"
Aku membaca chat Bagas dengan berurai air mata oh tuhan mengapa doaku baru engkau kabulkan sekarang Tuhan disaat aku dan Bagas sudah memiliki pasangan hidup aku menangis sesegukan hingga membiarkan ponselku dalam keadaan online.
"Sebenarnya kamu belum mengantuk kan sayang" ketik Bagas kembali
"Dan yang sebenarnya kamu ingin kita bertemu besok kan?"
"Iya" jawabku membalas chat dari Bagas aku tidak tau dorongan apa yang membuatku mengatakan iya pada Bagas.
Dan sebelum kami mengakhiri obrolan malam itu aku dan Bagas sepakat untuk bertemu siang besok sebelum ia berangkat mengunjungi sang istri,Bagas mengajakku untuk makan siang bersama di suatu tempat yang sudah kami sepakati.
Suasana hatiku semangkin berbunga - bunga saat bangun pagi Bagas telah menyapaku dengan kiriman bunga melalui pesan,jujur seumur hidup baru kali ini aku merasakan indahnya jatuh cinta
__ADS_1
cinta dan doaku akhirnya terkabulkan mesti diwaktu yang salah,aku sudah tak menghiraukan lagi aku benar - benar tak mampu untuk menghindar dari Bagas
"Yank jadi ntar siang kan" tanya Bagas
"iya"
"Oke kalau begitu.....see you later 😘"
Aku buru - buru menyelesaikan semua pekerjaanku dengan penuh semangat, setelah selesai aku mulai memilih baju yang bakal kukenakan saat bertemu Bagas siang nanti aku sedikit panik karena untuk pertama kalinya hari ini aku dan Bagas bertemu secara langsung,setelah membutuhkan waktu cukup lama akhirnya aku menemukan baju yang sesuai untukku pakai saat bertemu Bagas siang ini.
Hatiku semangkin berdebar tak karuan dan aku acap kali menoleh kearah jam dinding,waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang aku bergegas menjemput anak - anak pulang sekolah setelah menjemput kedua putriku aku segera bersiap - siap Bagas kembali memberitahuku bahwa dirinya sudah menuju tempat dimana kami akan bertemu.
Setelah selesai bersiap - siap aku segera berangkat aku semangkin gugup saat tiba disebuah restoran tempat aku dan Bagas bakal ketemu,aku melangkahkan kaki masuk kedalam restoran tersebut namun disana aku tak menemukan Bagas aku sengaja memilih tempat duduk paling belakang.
Setelah duduk,aku mendial nomor Bagas dan segera menghubunginya.
"Halo......... dimana sih yank" tanyaku
"Aku sudah diparkiran nih kamu dimana yank"
"Aku sudah ada didalam restoran kok"
"Owh Ok" ujar Bagas mematikan sambungan ponsel miliknya"
Bagas lalu menyapaku dengan memberikan senyum manisnya,dan segera duduk tepat didepanku.
"Udah lama nunggunya yank?"
"Nggak kok" jawabku singkat
"Kamu mau pesan apa?"
"Terserah kamu" jawabku asal lagi - lagi Bagas tersenyum sambil menggelengkan kepala sadar akan sikap Bagas aku buru - buru meralat ucapanku.
"Maksud ku sama aja seperti yang kamu pesan" ucapku menutupi malu
"Kamu grogi ya " goda Bagas
"Ye siapa yang grogi aku biasa kok" ucapku sambil cemberut seketika Bagas mencubit pipiku aku tersipu malu.
Tak lama kemudian pelayan pun datang membawakan makanan sesuai yang telah kami pesan,setelah pelayan tersebut menata makanan diatas meja pelayan tersebut mempersiapkan kami dan berlalu pergi.
__ADS_1
Suasana mencair saat kami saling mengobrol mengingat masa - masa kami waktu masih duduk dibangku sekolah dasar,sembari menikmati santap siang.
Uhukk.....uhukk..... tiba - tiba aku tersedak saat Bagas mengakui bahwa waktu dulu ia pernah mengintip ku saat aku berada di WC sekolah.
"Apa?" tanyaku tak percaya
"Tapi aku beneran nggak sengaja kok waktu itu" ujar Bagas sambil tersenyum.
Bagas segera mengambil tisu dan mengusap sisa cairan air yang ada sudut bibirku
"Dasar" ucapku
"Alah bilang aja sebenarnya kamu suka kan" ujar Bagas sambil mengedipkan satu matanya
Duh semangkin tampan aja Bagas kalau lagi tersenyum bathinku
Setelah selesai makan siang kamipun menuju studio karaoke keluarga untuk menghabiskan sisa waktu sebelum Bagas berangkat kekota sang istri.
Setelah sampai Bagas segera menuju meja kasir dan memesan sebuah room,dan salah satu karyawan karaoke mengantar kami menuju room,setelah menyelesaikan tugasnya karyawan tersebut meninggalkan kami berdua didalam room.
Namun ada perubahan dari sikap Bagas yang tadinya ia lebih sering mengodaku kini lebih banyak diam dan hanya tersenyum saat aku berbicara.
Kami duduk hampir tak berjarak kendati dalam suasana ruangan room yang dingin wajah Bagas berkeringat.
"Kamu kenapa sih yank" tanyaku heran.
Bagas tidak menjawab pertanyaanku ia hanya tersenyum sambil membuang muka,kuambil tisu yang berada dimeja segera mengusap wajah Bagas yang berkeringat tampa ku sangka Bagas memegang tanganku tepat didadanya,aku bisa merasakan detak jantung Bagas yang sedang berpacu.
Kami saling menatap dan entah siapa yang memulai lebih dulu,saat ini wajah kami saling mendekat Bagas mulai mengecup bibirku dengan lembut aku hanya memejamkan mata dan membiarkan Bagas melakukannya.
Bagas semangkin berani kini ia semangkin ******* bibirku.
Lama kami saling berciuman membuatku hampir kehabisan napas dan akhirnya Bagaspun melepaskan pagutan bibirnya kemudian Bagas membawa kepalaku didadanya kini Bagas memeluk tubuhku dengan erat.
Tampa terasa sudah 2 jam kami berada didalam room.
"Yank aku harus segera berangkat" ujar Bagas sedikit berbisik aku diam tak bergeming ada rasa berat untuk melepas Bagas.
"Jika aku terlambat mbak mu bakal marah yank,aku janji akan mengabarimu" ujar Bagas sambil mengecup keningku Bagas seolah tau akan perasaanku
kali ini aku pasrah dan terpaksa mengangguk.
__ADS_1
Bagas mengandeng tanganku melangkah keluar ia mengenggam jemariku hingga diarea parkiran.