CINTAMU MEMBAWAKU PULANG

CINTAMU MEMBAWAKU PULANG
Eps.59


__ADS_3

Dering suara telepon membuat aku melepaskan pelukan dari Bagas,putri sulungku meminta aku untuk segera menjemputnya karena sekolah telah usai.


"Yank aku jemput anak - anak ya,kamu gapapa aku tinggal sebentar"


"Oke"


Aku Segera meraih kunci motorku dan berlalu pergi meninggalkan Bagas yang sedang berkutat didapur menyiapkan menu makan siang.


Sesampainya disekolah putri sulungku telah menungguku ditempat biasa.


"Kok bunda telat jemputnya,lho mana adik bun?"


"Maaf sayang bunda telat jemputnya,om Bagas ada dirumah bunda memintanya untuk mengajari bunda masak kebetulan om Bagas seorang chef"


"Benarkah,apakah bunda ingin menjadi seorang chef juga"


"Bunda berniat akan membuka resto jadi bunda ingin belajar beberapa menu masakan dengan om Bagas,buruan kak kita jemput adik kok malah ngobrol"


Putriku tersenyum dan segera naik keatas motor setelah menjemput kedua putriku kami segera pulang kerumah,setibanya di rumah Bagas sedang berada diruang tamu.


"Hai om" sapa putriku bersamaan.


"Hai princess hai cantik"


Putriku segera masuk kekamar untuk mengganti pakaian.


"Bagaimana udah selesai masakannya?"


"Tentu sayang aku nggak bakal biarin kamu menahan rasa lapar"


Lelehan mentega dan aroma tumis bawang putih benar - benar menggugah selera makan siang ku,tidak hanya aromanya tampilan juga sangat menarik, jamur yang dipadu dengan taburan daun bawang diatas potongan daging yang sangat nikmat.ternyata ucapan Bagas yang mengatakan bahwa dirinya pandai memasak bukan sekedar isapan jempol saja, iapun membuktikannya hari ini,bukan hanya diriku yang telah jatuh cinta padanya sehingga memuji apa yang Bagas lakukan hari ini,kedua putriku yang menghampiri ruang makan tidak sabar ingin segera mencicipi masakan Bagas.


"Ternyata benar ya om Bagas seorang chef jadi terasa lapar" ucap putri sulungku.


Bagas mengerutkan dahinya dan menatapku aku memberikan isyarat padanya agar tidak protes terhadap ucapan putri sulungku.


"Om Bagas bukan seorang chef kak tapi sopir travel iyakan bun" ucap Rara


"Bukan dek om Bagas bukan sopir tapi chev"

__ADS_1


"Bukan kakak kemarin bunda bilang om Bagas sopir travel mangknya kita dianterin pulang waktu liburan dulu dan kemarin waktu motor bunda mogok juga om Bagas yang jemput kita itu artinya om Bagas sopir yang kerjanya suka mengantarkan orang, iyakan bunda?"


Kini bukan hanya Bagas yang menatap kearah ku,kedua putriku pun secara bersamaan menoleh ke arahku.


"Ini sebenarnya om Bagas sopir atau seorang chev sih bunda, kakak jadi bingung nih"


Bagas tersenyum smirk aku tahu Bagas sedang menertawakan ku dalam hati seolah sedang mengejekku.


"Owh kalau itu om Bagas kayaknya yang harus menjelaskannya, kan yang tau jalan ceritanya om Bagas kenapa iya jadi sopir travel dan juga sekarang malah jadi chef" ucapku tersenyum pada Bagas kedua putriku berbalik menoleh menatap kearah Bagas.


Mendadak Bagas kebingungan ia tak menyangka aku akan melakukan hal itu.


"Oh i...itu dulu om memang seorang chev tapi om suka jalan - jalan mangkanya om berhenti jadi chef dan memilih profesi sebagai sopir....ayo kita makan yuk,keburu kelaparan kita ngomongin pekerjaan om yang super banyak" ujar Bagas tampak resah.


Aku tertawa lepas melihat wajah panik Bagas.


"Aww" mendadak paha kananku terasa sakit Bagas mencubitnya dengan sedikit kuat


"Bunda kenapa?" ujar putri sulungku sementara si adik segera berdiri mendekat padaku.


Bagas mendadak panik lalu berpura - pura ikut bertanya padaku.


Merasakan cubitan yang Bagas lakukan barusan padaku,membuat aku kembali mengingat kemasa waktu kami masih duduk dibangku sekolah dasar, waktu dulu jika ia berpapasan denganku Bagas selalu melakukan itu padaku ia selalu mencubit ku, hal itu yang kadang membuatku kesal dan bahkan mengumpat habis - habisan padanya,mendapat perlakuan dari ku Bagas hanya tersenyum diam seribu bahasa waktu itu,lalu berlalu pergi meninggalkanku yang masih menyumpahinya.


Kedua putriku telah melahap hidangan yang sudah tersedia dimeja makan,aku masih dengan kenangan masa laluku mengingatnya membuatku tersenyum sendiri.


"Ayo makan keburu semut nya gigit lagi lho"


Aku membulatkan mata pada Bagas ia pun tersenyum mengedipkan sebelah matanya untung anak - anak sedang fokus menikmati makan siangnya,Bagas mengambil potongan daging dan memindahkannya ke piringku,lalu ia segera mengusap bagian pahaku yang telah ia cubit barusan.


Obrolan mengalir penuh kehangatan antara anak - anak dan bagas saat makan siang berlangsung,mereka saling bertukar cerita hingga makanan di piring mereka habis tak tersisa.


"Om lain kali om masak makanan buat kami ya,Rara paling suka makan kepiting,om bisa kan kayak makanan direstauran kemarin?"


"Itu gampang kalau hanya masak kepiting om Bagas jagonya sayang malah kalah rasanya dengan masakan direstauran kemarin" timpal ku


"Beneran om yang dikatakan Bunda" tanya Rara penasaran


"Yup betul sekali" ujar Bagas pasrah mendengar jawaban Bagas putriku Rara tampak senang.

__ADS_1


Putri sulungku segera membawa piring kotor ke dapur sementara Rara segera membantu sang Kakak untuk mencuci piring,Bagas segera mendekat padaku yang tengah membersihkan meja dari sisa makanan yang tercecer diatas meja.


"Awas ya aku akan membalasnya nanti atas semua perlakuan mu sayang" ujar Bagas berbisik di telingaku dan tersenyum penuh gairah.


Aku mencibir padanya Bagas lebih mendekat hendak mencium ku namun aku buru - buru menghindar saat putriku Rara tiba - tiba saja muncul kembali keruang makan,Bagas garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal,aku tersenyum smirk melihat raut wajah Bagas,Rara berlalu menuju kamarnya.


"Awas nanti" ucap Bagas padaku


Tak berapa lama putri sulungku ikut menyusul si adik dan masuk kedalam kamar untuk beristirahat,Bagas kembali mendekat ia menghujaniku dengan sebuah ******.


"Yank lepaskan nanti dilihat anak - anak" ucapku berbisik.


"Kita keluar yuk kalau begitu"


"Mau kemana?"


"Bagaimana kalau kita ke kebun udah lama kita tidak kesana "


Aku menyetujuinya dan bergegas menuju kekamar untuk mandi,Bagas mendahuluiku masuk kedalam kamar.


"Yank kamu keluar tunggu diruang tamu"


"Aku ingin disini"


"Jangan yank anak - anak nanti melihat kita"


"Jangan lama - lama ya"


Aku menganggukkan kepala dan mendorong tubuh Bagas untuk keluar dari kamar lalu akupun segera kekamar mandi.


"Setelah melalui jalan setapak aku dan Bagaspun sampai dilahan perkebunan pemberian Bagas padaku,Bagas mengandeng tanganku sepanjang jalan menuju ke pondok milik kami.


"Apakah kamu sering kemari sayang"


"Iya aku senang dengan suasananya setiap aku merasa rindu padamu aku pasti kemari"


Bagas menyapa dan ngobrol sesaat ketika sedang berpapasan dengan salah satu warga yang berdomisili sekitar kebun milik kami,warga sekitar selama ini menyangka bahwa aku dan Bagas adalah pasangan suami istri,aku segera menuju ke pondok meninggalkan Bagas beramah tamah dengan warga.


Setelah membuka pintu aku segera menuju dapur dan merebus air untuk membuat secangkir kopi untuk Bagas.

__ADS_1


Bagas memelukku dari belakang saat aku sedang menyeduh kopi hangat dan segera menghujani ku dengan ****** penuh kehangatan aku membiarkan Bagas melakukan semuanya,didapur tempat pertama aku ber***** dengan Bagas hari ini setelah beberapa bulan lalu pernah kami ukir.


__ADS_2