
Keesokan harinya karena mereka masih libur sekolah, mereka pun pergi jalan jalan ke Bandung berdua.
Sebenarnya ini bukan keinginan atau rencana mereka, tapi rencana dari Kakek dan Nenek mereka. Walau begitu mereka tetap senang karena bisa pergi jalan jalan.
Mereka pergi menggunakan mobil, dan mereka hanya pergi berdua saja. Di dalam perjalanan mereka banyak bercerita tentang keseharian mereka.
Saat itu Cakra merasa kalau keseharian Kania cukup membosankan.
"Jadi elu nggak pernah nongkrong bersama teman teman elu?."Tanya Cakra.
"Enggak."Jawab Kania. "Maksudnya nggak setiap hari, hanya sesekali saja."Sambung Kania.
"Lalu apa yang elu lakuin di rumah?."
"Rebahan, nonton drama."Jawab Kania enteng.
"Oh, gue pikir elu jarang keluar karena sibuk belajar."
"Tentu saja gue belajar, tapi tidak terlalu memaksakan diri untuk terus belajar."Ucap Kania.
Mereka terus mengobrol sampai akhirnya mereka sampai di sebuah tempat wisata, yaitu kebun Begonia. Kania sangat suka suasana di sana. Di mana dia bisa melihat bunga bunga yang indah.
Bukan hanya ke satu tempat wisata saja, mereka pun pergi ke tempat wisata lainnya yang akhir akhir ini cukup terkenal di Bandung.
Hari ini mereka benar benar menikmati liburan mereka berdua. Bahkan mereka terlihat seperti sepasang kekasih bukan teman.
Cakra begitu perhatian pada Kania, bahkan Cakra mau melakukan apa pun untuk Kania.
____
Tak terasa hari ini kini sudah mulai gelap. Kania pun mengajak Cakra untuk pulang. Mereka pun pulang, dan saat di dalam perjalanan Kania tertidur karena kelelahan dan karena memang sudah malam.
Mereka pun sampai di rumah saat tengah malam. Cakra keluar dari mobil terlebih dahulu lalu Cakra memutari mobil untuk menggendong Kania yang masih tertidur lelap.
Sebenarnya Cakra sudah mencoba membangunkan Kania tapi Kania tak kunjung bangun, akhirnya Cakra memutuskan untuk menggendong Kania.
__ADS_1
Saat pintu sudah di buka oleh Bi Nining Cakra langsung masuk sambil menggendong Kania.
"Loh kok baru nyampe den?."Tanya Bi Nining.
"Tadi macet Bi."Jawab Cakra. "Maaf Bi bisa bantu saya buat buka pintu kamar?."Sambung Cakra.
"Bisa den bisa."
Bi Nining pun berjalan di depan Cakra menuju kamar Kania. Bi Nining langsung membuka kamar Kania agar Cakra bisa langsung masuk ke dalam.
"Ada lagi yang bisa saya bantu den?."Tanya Bi Nining.
"Nggak ada Bi. Bibi bisa pergi istirahat sekarang."Jawab Cakra. "Maaf ya Bi merepotkan."
"Tidak papa den."Ucap Bi Nining. "Yasudah kalau begitu Bibi pergi ya den."
"Iya."
Bi Nining pun pergi sambil menutup pintu. Cakra pun langsung mengunci pintunya. Kemudian Cakra memberikan diri lalu tidur karena sudah sangat lelah, terlebih lagi besok dia harus kembali berangkat sekolah seperti biasanya.
Saat baru saja memejamkan mata, Cakra mendengar suara Kania memanggil nya. Cakra pun membuka matanya kembali dan menengok ke arah Kania.
Cakra pun kembali akan memejamkan matanya, tapi lagi lagi dia mendengar Kania memanggil nya.
"Cakra.."
Cakra melihat Kania kembali. Tapi Kania masih tidur, tapi kali ini Cakra terus melihat Kania untuk memastikan.
"Cakra.."
"Oh ternyata dia mengigau."Ucap Cakra. "Sepertinya dia kecapean."
Cakra pun membenarkan selimut Kania yang sudah mulai tersingkap. Setelah itu Cakra tidur.
_________
__ADS_1
Keesokan harinya Seperti biasa mereka bangun saat subuh. Mereka memulai aktivitas mereka dengan membersihkan diri kemudian melakukan kewajiban mereka yaitu sholat.
Setelah itu mereka bersiap siap untuk pergi ke sekolah.
"Elu berangkat sama siapa?."Tanya Cakra.
"Sama Pak Bayu."
"Nggak mau sama gue aja?."Tanya Cakra kembali.
"Enggak, gue nggak mau kalau ada yang tahu tentang hubungan kita sekarang ini."Jawab Kania.
"Ya bilang aja ketemu di jalan."Ucap Cakra.
"Cakra, rumah kita itu berlawanan arah, jadi bagaimana bisa bertemu di jalan?."Tanya Kania.
"Iya juga ya, kok gue lupa sih."Ucap Cakra. "Oh ya, kalau elu ada apa apa di sekolah jangan sungkan sungkan buat minta tolong sama gue. Ingat elu sekarang sudah jadi tanggung jawab gue, gue nggak mau sampe terjadi sesuatu dan gue di salahkan karena ketidak tahuan gue."Sambung Cakra.
"Gimana cara ngasih tahunya. Nggak mungkin dong gue pergi ke kelas elu terus teriak 'Cakra suamiku tolong lah aku'."Ucap Kania. "Enggak mungkin."
"Ya nggak gitu jugalah."Ucap Cakra sambil tersenyum. "Tapi kalau elu mau kaya gitu juga nggak papa sih, gue nggak keberatan." Cakra pun tertawa melihat ekspresi Kania.
"Elu kan bisa ngecet gue, atau telpon gue Kania."Ucap Cakra kembali.
"Gue nggak punya nomor elu."
"Tenang aja, gue udah masukin nomor gue ke handphone elu."Ucap Cakra.
"Oh, ok."
Setelah itu mereka pun turun dari kamar untuk sarapan bersama, kemudian berangkat kesekolah dengan terpisah pastinya.
Saat di dalam mobil Kania membuka handphone nya lalu mencari kontak Cakra. Tapi Kania tidak menemukannya.
"Mana kok nggak ada kontak atas nama dia."Ucap Kania. "Eh tunggu, ini nama kontak siapa 'Pangeran tampan'. Seingat gue, gue nggak pernah nyimpen nama kontak kaya gini."Ucap Kania.
__ADS_1
"Apa jangan jangan ini kontak Cakra?."
Kania yakin kalau itu adalah kontak Cakra yang dia masukan sendiri. Kania pun membiarkan nya tidak merubah nama kontak itu, lagi pula itu lebih baik dari pada harus nama Cakra. Apalagi kalau sampai ada teman temannya yang melihat nya bisa repot Kania untuk menjelaskannya pada mereka.