Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 42


__ADS_3

Kania sedang duduk sendiri di taman sambil membaca buku. Tiba tiba saja ada seorang wanita menghampiri Kania.


Wanita itu pun langsung duduk di samping Kania. Wanita itu menatap Kania dari atas sampai bawah.


"Kalau di lihat lihat tidak ada yang spesial dari kamu, tapi kenapa ya banyak pria yang menyukai kamu.


Bahkan seorang Adam pun bisa menyukai kamu.


Tapi sayangnya mereka telah melakukan hal yang salah karena suka menyukai wanita yang salah seperti kamu, wanita tidak normal."Ucap wanita itu.


Kania tidak merespon ucapan wanita itu meskipun dia telah berbicara panjang lebar. Hingga membuat wanita itu kesal.


"Kenapa kamu diam saja, oh atau kamu bisu, tuli iya."Ucap wanita itu.


"Maaf ya aku tidak mengenal kamu, jadi tolong pergi dari sini jangan menggangguku."Ucap Kania.


"Sombong sekali kamu, dari dulu sampai sekarang kamu memang selalu saja menghalangi jalan ku untuk mendapatkan hati Adam."Ucap wanita itu.


"Dari dulu?


Siapa kamu apa kita saling mengenal sebelumnya?."Tanya Kania.


"Kamu melupakan aku Kania?


Ah aku berharap apa dari kamu. Kamu ingat sekertaris Adam di SMA dulu?."Tanya wanita itu.


"Iya aku ingat, namanya Syanas."Jawab Kania.


"Itu aku Kania."Ucap wanita yang bernama Syanas.


"Oh ternyata kamu Syanas."Ucap Kania.


"Dengar Kania aku minta mulai sekarang jangan pernah mendekati atau bahkan menggoda Adam.


Karena sampai kapan pun aku tidak rela jika adam bersama dengan wanita lain, apa lagi itu Kamu."Jelas Syanas.


Kania hanya tersenyum mendengar ucapan Syanas. Kania menutup bukunya lalu menatap Syanas.


"Aku heran kenapa kamu bisa berbicara seperti itu padaku.


Kamu pernah melihat aku mendekati Adam, atau kamu pernah melihat aku menggoda Adam? Tidak bukan.


Lagi pula aku tidak pernah menghalangi kamu untuk mendapatkan Adam.

__ADS_1


Dan aku akan sangat bersyukur kalau sampai kamu bisa mendapatkan Adam dan membuat dia berhenti mendekati dan mengejar aku Syanas."Ucap Kania.


Setelah itu Kania bangkit dari duduknya dan berlalu pergi meninggalkan Syanas.


Syanas yang kesal langsung bangkit dari duduknya dan meneriaki Kania.


"Pantas saja kamu selalu menolak pria yang menyatakan perasaan padamu, ternyata kamu menyukai sahabat kamu sendiri, Bunga."Ucap Syanas. Kania pun menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Syanas.


Hal itu berhasil membuat Kania menjadi menjadi pusat perhatian, banyak para mahasiswa dan mahasiswi yang menatap Kania dengan tatapan jijik.


"Iya kamu benar aku memang menyukai sahabat ku Bunga, dan bukan hanya Bunga saja yang aku sukai, aku juga menyukai Mia."Ucap Kania.


Kemudian Kania pun kembali melangkahkan kakinya. Kania benar benar tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan oleh Syanas tadi.


Kania benar benar tidak menyangka kalau dulu dia satu sekolah dengan orang seperti Syanas, Mikela dan Adam.


Orang orang menyebalkan dan bermuka tembok.


Ting.


Handphone Kania berbunyi tanda pesan masuk. Kemudian Kania membuka handphone nya.


"Cakra."


Maaf ya aku tidak bisa menemani kamu selama dua hari ke depan. Kamu mintalah Bunga dan Mia untuk menginap di rumah."Isi pesan Cakra.


"Iya tidak papa."Balas Kania.


"Aku tahu ini akan terjadi."Ucap Kania.


Kania kemudian mencari Bunga dan Mia di kantin. Setelah ketemu Kania langsung meminta Bunga dan Mia untuk menginap di rumahnya.


"Kalian menginap ya di rumah ku selalu dua hari."Ucap Kania.


"Ngapain, aku nggak mau jadi obat nyamuk di rumah kamu."Ucap Mia.


"Ya enggak lah, Cakra lari pergi keluar kota selama dua hari, karena takut aku kesepian makanya Cakra minta aku buat ajak kalian nginep di rumah."Jelas Kania.


"Boleh juga tuh lagian aku juga lagi sendiri di rumah."Ucap Bunga.


"Hmm iya deh, tapi aku ke rumah kamu pas malam ya nggak bisa sekarang."Ucap Mia.


"Kenapa?."Tanya Kania.

__ADS_1


"Aku ada janji sama Andika."Jawab Mia.


"Wah ada yang mau kencan nih."Ledek Bunga.


"Apaan sih, enggak ya."Saut Mia.


"Kalau menurut aku sih ya mending kalian jadian aja deh.


Biar ada ikatan gitu, ya jaga jaga aja takut ada cewek yang berusaha buat deketin Andika.


Kalau kalian udah jadian jadi kamu punya hak untuk memperingati cewek itu, dan kamu bisa bicara dengan lantang kalau Andika itu milik kamu."Usul Kania.


"Ha benar banget tuh."Saut Bunga.


Mia diam sambil tersenyum memikirkan perkataan Kania. Sebenarnya apa yang di katakan oleh Kania itu ada benarnya. Tapi sampai saat ini Andika belum juga mengatakan atau menyatakan perasaannya.


Akan sangat memalukan kalau wanita yang menyatakan perasaannya lebih dulu.


Apa mungkin Andika tidak tahu kalau aku mulai menyukai dia.


Apa jangan jangan Andika mengira kalau aku masih menyukai Cakra.


"Ya sudahlah biar takdir yang berbicara bagaimana kelanjutan hubungan aku dan Andika.


Aku duluan ya, Andika sudah ada di depan."Ucap Mia.


"Iya hati hati."Ucap Kania dan Bunga.


Setelah itu Mia pun langsung pergi meninggalkan Kania dan Bunga.


Karena mereka sudah tidak ada kelas Kania dan Bunga pun berencana pergi berbelanja sebelum pulang.


Saat Kania dan Bunga berjalan menuju tempat parkir. Banyak para mahasiswa dan mahasiswi yang melihat dan berbisik membiarkan Kania dan Bunga.


Bunga mendengar perbincangan mereka dan Bunga pun terkejut pada saat itu juga.


"Kania apa maksud ucapan mereka tadi?."Tanya Bunga.


"Oh itu mungkin karena tadi aku mengatakan pada Syanas kalau aku menyukai kamu dan Mia."Jawab Kania.


"Oh begitu, tapi kapan kamu bertemu dengan Syanas? Bukankah sebelumnya kamu tidak mengenal Syanas?."Tanya Bunga kembali.


"Iya aku memang tidak."Jawab Kania enteng.

__ADS_1


Setelah itu Kania pun menceritakan pada Bunga tentang apa yang terjadi tadi di taman.


__ADS_2