Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 64


__ADS_3

Hari ini dunia Cakra terasa runtuh, dalam sekejap dia kehilangan istri dan calon anak yang begitu sangat di cintai nya.


Cakra seperti orang gila terus terjun kedalam laut berkali kali untuk mencari Kania.


Namun Cakra tidak menemukan Kania.


Hari terus berganti, tapi Kania belum juga di temukan. Hingga pencarian pun terpaksa di hentikan dan Kania di nyatakan sudah meninggal.


Cakra sangat marah dan tidak terima saat mendengar itu semua. Namun apalah daya itu lah kenyataannya.


Cakra tidak tahu apa yang harus di dilakukannya sekarang, tanpa cinta dan dunianya Cakra tidak tahu apa yang harus dilakukannya.


Lusi sangat terpukul dengan apa yang terjadi, dia kehilangan menantu, cucu dan juga jati diri anaknya. Lusi tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang, bahkan Lusi tidak sanggup untuk melihat keadaan anak semata wayangnya yang awalnya selalu ceria, bersemangat dan tidak pernah putus asa. Tapi sekarang Cakra seperti orang yang enggan untuk hidup.


"Kalau Mamah bisa, Mamah rela menggantikan Kania. Tapi Mamah tidak bisa sayang, maafkan Mamah ya, Mamah tidak di membawa kembali dunia kamu."Ucap Lusi yang langsung meninggalkan Cakra sendiri di dalam kamar.


Sedangkan Cakra hanya diam saja memeluk foto Kania dan juga hasil USG Kania.


Air mata Cakra terus mengalir membasahi pipinya.


Tubuh Cakra bergetar hebat, bukan hanya hatinya yang terluka, jiwanya pun terluka.


__


Hari itu Endah datang ke rumah Kania bersama dengan Liani untuk mengantarkan pakaian Lusi dan Bi Rasih.


Pada saat itu Liani meminta izin untuk melihat keadaan Cakra walaupun dari jarak jauh. Lusi pun mengizinkannya.


Liani pergi ke kamar Cakra dan Kania di antar oleh BI Nining. Liani membuka kamar itu, dan pada saat itu Liani melihat Cakra yang sedang memandang foto Kania dan juga calon anaknya.


Liani pun menangis tanpa suara.

__ADS_1


"Maafkan aku Cakra, aku tidak bisa melakukan apa pun pada saat itu. Aku hanya orang biasa, aku hanya wanita lemah, aku hanya bisa melihat orang orang itu mendorong Kania dari kapal. Aku hanya bisa melemparkan sebuah pelampung untuk Kania walau pun sedikit terlambat aku selalu berharap itu bisa membantu Kania." Batin Liani.


Liani pun pergi dari sana dan hendak pergi, namun pada saat Liani akan pergi Liani melihat seseorang yang sangat keji. Liani terkejut dan tidak menyangka kalau dia ada di sini.


"Siapa dia sebenarnya, kenapa bisa ada di sini?." Tanya Liani pada dirinya sendiri.


"Liani kamu kenapa? Seperti orang yang ketakutan."Tanya Lusi.


Liani menggelengkan kepalanya kemudian langsung pamit ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi Liani sangat ketakutan, apalagi saat orang itu menatap Liani, seakan akan dia sedang memberi peringatan pada Liani.


"Aku takut sekali, bagaimana kalau dia juga membunuhku? Apa yang harus aku lakukan sekarang?."Ucap Liani.


Tak lama Liani keluar dari kamar mandi dan alangkah terkejutnya saat Liani melihat orang itu berada di depan kamar mandi. Kemudian orang itu berjalan mendekat pada Liani dan Liani pun hendak berlalu pergi tapi lengannya di cekal.


"Jangan macam macam, atau aku akan membuat kamu merasakan yang lebih dari apa yang telah kamu lihat."Ucap orang itu.


Orang itu pun langsung pergi meninggalkan Liani. Endah yang mendengar itu langsung merasa panik.


Endah menghampiri Liani.


"Bu aku melihatnya."Jawab Liani.


Endah pun langsung mengerti apa yang di maksud Liani.


"Malam nanti kita pulang Liani."Ucap Endah.


"Apa, pulang?."Tanya Liani.


"Iya, ini bukan tempat kita, Ibu tidak mau terjadi sesuatu padamu. Kamu anak Ibu satu satunya, tidak masalah kalau harus hidup miskin yang terpenting kita aman, Ibu tidak mau terjadi sesuatu padamu."Ucap Endah.


Liani pun mengangguk.

__ADS_1


"Maafkan aku terlalu takut dan lemah, aku tidak berani." Batin Liani.


Pada saat itu juga Endah langsung mengundurkan diri pada Lusi. Lusi heran kenapa tiba tiba Endah mengundurkan diri, tapi Lusi tidak berhak untuk menahan Endah.


Dan malam itu juga Endah dan Liani pulang kampung. Namun tanpa di duga mobil yang di tumpangi Endah dan Liani mengalami kecelakaan jatuh ke dalam jurang dan hangus terbakar hingga semua penumpang di dalam mobil itu tidak ada yang selamat.


_____


Sudah empat bulan berlalu dan Cakra masih mengurung dirinya di dalam kamar.


Cakra berdiri tempat tidur bayi yang sudah di belinya waktu itu bersama Kania.


Cakra menyentuh tempat tidur bayi itu.


"Harusnya sekarang kamu lahir ke dunia ini, dan kamu akan tidur di dalam sini. Papah dan Mamah akan selalu memandang kamu yang tertidur dengan sangat lelap."Ucap Cakra.


Tiba tiba saja pandangan Cakra semakin buyar hingga akhirnya Cakra pun jatuh tak sadarkan diri.


Bi Nining yang mengantar makanan untuk Cakra pun terkejut saat melihat Cakra yang sudah tak sadarkan diri di lantai.


"Den Cakra."Teriak Bi Nining.


"Tolong .... Tolong...."Teriak Bi Nining.


Semua orang pun langsung menghampiri Bi Nining saat mendengar teriakkan Bi Nining.


"Ada apa Bi?."Tanya Pudin.


"Tolong Den Cakra pingsan."Ucap Bi Nining.


Pudin pun langsung mengangkat Cakra di bantu oleh Pak Banu. Lusi yang melihat keadaan Cakra yang seperti itu langsung meminta Pudin dan Pak Banu untuk membawa Cakra ke rumah sakit.

__ADS_1


Lusi sudah tidak sanggup lagi melihat Cakra yang seperti saat ini. Sehingga Lusi bertekad untuk melakukan apa pun agar Cakra kembali seperti semula.


Lusi pun mencari psikolog untuk membantu menyembuhkan Cakra. Kehidupan Cakra masih panjang tidak mungkin kalau selamanya Cakra harus seperti ini.


__ADS_2