Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 59.


__ADS_3

Sore harinya Cakra dan Kania berencana untuk pamit pulang. Namun Lusi meminta mereka untuk tetap tinggal.


Jujur saja Lusi cukup merasa kesepian. Setelah kepergian Papah Cakra, Lusi hanya tinggal bersama dengan Bi Rasih. Sebenarnya Lusi ingin tinggal bersama dengan Cakra, tapi Lusi tidak ingin pergi dari rumah yang begitu banyak kenangan bersama dengan suaminya dan juga Cakra saat kecil.


Lusi juga tidak mau membuat Cakra bingung kalau dia meminta Cakra dan Kania tinggal di rumahnya. Karena Lusi tahu betul kalau Kania juga tidak bisa pergi dari rumahnya.


Dan kalau Lusi meminta Cakra untuk tinggal di rumahnya pasti akan membuat Cakra merasa bingung.


"Malam ini kalian menginap di saja ya, Mamah kesepian tidak ada Bi Rasih. Sedangkan Bi Endah, Mamah belum terlalu mengenalnya."Ucap Lusi.


"Iya deh kita nginep di sini.


Lagi pula sudah lama kan kita tidak menginap di rumah Mamah."Ucap Kania.


"Baiklah."Saut Cakra.


"Bagus kalau begitu.


Kalian tunggu sebentar, Mamah akan meminta Bi Endah untuk masak makanan kesukaan kamu dan Cakra."Ucap Lusi dan Kania pun hanya mengangguk.


Setelah itu Lusi pun pergi ke dapur. Di dapur Endah sedang menyiapkan bahan untuk di masaknya.


"Ada yang bisa saya bantu Bu?."Tanya Bi Endah.


"Iya Bi."Jawab Lusi yang kemudian membuka kulkas.


Lusi pun mengeluarkan banyak bahan makan, setelah itu Lusi pun meminta Endah membuat makanan kesukaan Kania dan juga Cakra.


Setelah itu Lusi pun kembali pergi dari dapur.


"Aduh..., banyak banget sih. Lagian kenapa juga Cakra sama istrinya menginap di sini sih, nambah nambahin kerjaan saja."Ucap Endah.


Endah pun langsung mengolah semua bahan makan, menjadi makanan kesukaan Kania dan Cakra.


Dan pada saat waktu makan malam, semua makanan sudah tersaji di meja makan.


"Wah semuanya terlihat sangat enak."Ucap Lusi.


"Pasti Bu, saya yakin Ibu dan yang lain menyukai masakan saya."Ucap Endah sambil tersenyum.


"Bagus kalau begitu, oh iya apa Bibi sudah mengambil untuk makan malam Bibi?."Ucap Lusi.


"Sudah Bu."Saut Endah.

__ADS_1


Setelah itu Endah pun pergi ke dapur kembali untuk membereskan bekas masaknya tadi.


Mereka pun makan malam bersama, mereka mengobrol, bercanda dan tertawa.


Setelah selesai makan mereka berkumpul di ruang tengah untuk menonton bersama.


Saat mereka tengah asik mengobrol, ada seseorang yang membunyikan Bel.


Bu Endah pun setengah berlari menuju pintu depan untuk melihat siapa yang datang. Dan pada setelah melihat lihat siapa yang datang, Endah sedikit terkejut.


"Liani?,"ucap Endah"Untuk apa kamu malam malam datang ke sini? Bawa bawa tas segala?."Sambung Bi Endang.


"Aku di pecat Bu."Jawab Liani.


"Di pecat? Kok bisa?."Tanya Endah kembali.


"Aku bertengkar sama tamu."Jelas Liani.


Endah tak percaya dengan apa yang di katakan Liani. Bagaimana bisa dia ribut dengan tamu di tempat kerjanya.


"Sekarang aku enggak tahu harus tinggal di mana, makanya aku datang ke sini."Ucap Liani.


"Datang kesini juga belum tentu kamu bisa tinggal di sini Liani, memangnya kamu pikir ini rumah siapa."Ucap Endah.


Kalau aku kenapa kenapa bagaimana?."Ucap Liani.


"Bi siapa yang datang?."Tanya Lusi yang keluar untuk melihat siapa yang datang, karena Bi Endah cukup lama tidak masuk kembali.


"Siapa dia Bi?."Tanya Lusi saat melihat Liani.


"Maaf Bu, ini anak saya Liani."Jawab Endah.


Kemudian Endah pun menjelaskan apa yang terjadi pada Liani. Lusi yang merasa kasihan pun mengizinkan Liani untuk tinggal bersama Endah di sini, dan sebelum Liani mendapat pekerjaan baru, Liani akan membantu Endah di rumah.


Endah dan Liani sangat senang mendengarnya. Setelah itu Liani pun masuk ke dalam rumah mengikuti Lusi dan juga Endah di belakang.


Liani sangat terpukau dengan rumah Lusi yang besar dan mewah.


Saat sampai di ruang tengah Liani melihat Cakra dan Kania sedang menonton tv. Cakra menonton dengan posisi tidur di pangkuan Kania.


Kania yang juga melihat Liani datang sangat terkejut dan tidak suka pastinya.


"Liani perkenalkan dia Cakra anak Ibu dan yang itu Kania menantu Ibu."Ucap Lusi memperkenalkan Cakra dan Kania pada Liani, dan Liani pun hanya mengangguk sambil tersenyum. Sedangkan Cakra dan Kania hanya diam saja dan berwajah datar.

__ADS_1


Lalu Lusi pun langsung meminta Endah untuk membawa Liani ke kamar untuk istirahat.


Setelah Endah dan Liani pergi, Kania langsung bertanya pada Lusi.


"Mah, kenapa dia bisa ada di sini sih?."Tanya Kania.


"Dia siapa?."Tanya Lusi yang tidak mengerti siapa yang di maksud oleh Kania.


"Liani."Jawab Kania.


"Kamu kenal dia?."Tanya Lusi dan Kania pun mengangguk sambil cemberut.


Kemudian Kania langsung memeluk Cakra dengan sangat erat.


"Kania kamu kenapa, kok jadi kesel gitu sih?."Tanya Lusi.


"Mah, sebenarnya aku dan Kania pernah bertemu dengan Liani di kampung Bi Rasih. Dan waktu itu Liani memberi perhatian padaku, dan memperjelas kalau dia menyukai aku."Jelas Cakra.


"Apa, jadi Liani menyukai kamu?."Ucap Lusi yang terkejut mendengar penjelasan Cakra.


"Dan beberapa waktu lalu saat di perjalanan pulang dari luar kota, aku juga tidak sengaja bertemu dengan dia, dan kalau di lihat dari gerak geriknya sepertinya dia masih menyukai ku."Ucap Cakra.


"Tapi kamu tidak menyukainya Kan Cakra?."Tanya Lusi dan Cakra pun menggelengkan kepalanya.


Karena malam semakin larut mereka pun pergi ke kamar mereka masing masing. Di dalam kamar Kania terus memeluk Cakra dan mengikuti Cakra kemana pun dia pergi.


Karena takut Kania kelelahan, Cakra pun langsung berbaring di atas tempat tidur.


Sampai akhirnya Kania pun tertidur dengan begitu lelep. Cakra membelai rambut panjang Kania dengan lembut.


"Sepertinya kamu semakin positif sayang.


Tapi tidak papa, aku suka.


Apa lagi setelah beberapa hari lalu kamu tidak ingin dekat dekat dengan ku.


Kamu tahu aku sangat sangat senang saat tahu kalau kamu hamil. Jujur saja aku ingin segera mempunyai buah hati bersama dengan kamu, agar bisa mempererat hubungan kita berdua.


Aku tahu banyak pria yang menyukai kamu di luaran sana, dan aku juga tahu menolak mereka semua karena aku. Tapi kalau boleh jujur ada sedikit rasa khawatiran di hati ini Kania.


Aku khawatir suatu saat nanti kamu akan meninggalkan aku, karena kalau sampai itu terjadi sumpah aku tidak akan sanggup Kania.


Aku tidak akan sanggup, Jadi berjanji untuk tetap berada di sisiku selamanya."Ucap Cakra yang kemudian mencium kening Kania sangat lama sambil memejamkan matanya, tak terasa air mata Cakra menetes.

__ADS_1


Entah mengapa tiba tiba saja dada Cakra sangat sesak, rasanya akan ada yang mengambil Kania darinya.


__ADS_2