
Mereka berjalan sambil bercanda. Hingga akhirnya mereka sampai di kelas.
Di dalam kelas mereka masih asik dengan dunia mereka tanpa menyadari kalau sedari tadi para mahasiswa dan mahasiswi menatap kearah mereka, lebih tepatnya Kania.
"Eh kalian liat tidak pas kemarin ada cowok ganteng ke kampus kita?."Tanya mahasiswi A.
"Yang langsung di hampiri Kania dan di peluk oleh nya."Saat mahasiswi B.
"Iya.
Menurut kalian cowok itu siapa nya Kania ya?
Apa mungkin pacarnya?."Ucap mahasiswi A.
"Bisa jadi."
"Tapi bisa saja Kakaknya atau cowok bayarnya."Saut mahasiswi C.
"Buat apa Kania membayar cowok? Hanya untuk melakukan itu?." Mahasiswi A.
"Tentu saja untuk menghapus berita kalau dia itu tidak normal."Jelas mahasiswi C.
Banyak yang membicarakan dan mempertanyakan hubungan Kania dengan cowok itu, terlebih lagi tadi pun Kania berangkat di antar oleh cowok itu kembali.
Karena begitu penasaran salah satu mahasiswa yang pernah menyatakan perasaannya pada Kania datang menemui Kania untuk mempertanyakan hal itu.
"Kania."Panggil mahasiswa yang bernama Devit.
Kania menengok ke arah Devit yang berdiri di samping Kania.
"Bisa ikut dengan ku sebentar?."Tanya Devit.
"Kemana?."Tanya Kania.
"Ikut saja, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu."Jawab Devit.
"Di sini saja."Ucap Kania.
"Ok.
__ADS_1
Jawab jujur siapa cowok yang kemarin menjemput kamu dan mengantar kamu tadi?."Ucap Devit.
"Aku rasa itu tidak penting untuk kamu ketahui. Hubungan ku dengan dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan kamu.
Kamu juga bukan siapa siapa aku, jadi aku tidak perlu menjelaskan semuanya padamu."Ucap Kania.
Devit sangat tidak suka dengan jawaban Kania. Akhirnya Devit pun pergi dari kelas Kania.
Setelah itu barulah Kania sadar kalau saat ini banyak yang memperhatikannya dan mempertanyakan hubungannya dengan Cakra.
Namun Kania berusaha untuk tetap tenang dan tidak memperdulikan setiap ucapan orang lain.
"Sepertinya mereka semua sangat penasaran dengan kamu Kania."Ucap Bunga.
"Setiap hal yang kamu lakukan pasti selalu menjadi pusat perhatian mereka."Saut Mia.
"Kalian tahu, aku sangat muak dengan ini semua. Rasanya aku ingin waktu cepat berlalu dan aku menyelesaikan pendidikan ku ini.
Sehingga aku bisa fokus pada hubungan ku dan Cakra."Ucap Kania.
"Kamu tidak mau berkarir?."Tanya Bunga.
Lagi pula aku sudah punya suami yang tampan dan mapan.
Dengan penghasilan Cakra saat ini aku sudah merasa puas, semua yang aku mau bisa aku dapatkan.
Jadi yang perlu aku lakukan hanya menjaga suami ku itu dari para ulet bulu yang super gatel."Jelas Kania.
"Baiklah terserah anda Nyonya Cakra."Ucap Bunga dan Mia.
Kania tertawa bahagia melihat ekspresi Bunga dan Mia.
Sebenarnya Kania juga ingin berkarir, tapi jika di pikir pikir selama ini Kania kurang perhatian pada Cakra atau pun hampir tidak pernah membantu Cakra karena kesibukannya.
Walau begitu Cakra tidak pernah mengeluh sedikitpun. Sesibuk apa pun dia, Cakra selalu meluangkan waktunya dan selalu saja memperhatikan Kania.
Semua keperluan yang di butuhkan oleh Kania selalu tersedia untuknya, walaupun Kania belum memintanya pada Cakra.
______
__ADS_1
Waktu terus berjalan dan kini Kania sedang tidak ada kelas lagi.
Kania pun berencana untuk pergi bersama Bunga dan Mia namun tiba tiba saja mereka ada sedikit urusan, hingga membuat Kania harus membuat Kania menunggu mereka kembali.
Kania menunggu Bunga dan Mia di perpustakaan. Kania membaca buku yang waktu itu belum selesai di bacanya.
Pada saat itu seseorang duduk di samping Kania. Kania yang merasakannya langsung melihat ke arah orang itu yang tak lain ada Adam.
Kania berusaha untuk tidak memperdulikannya. Lagi pula perpustakaan sedang cukup ramai dan hampir semua kursi yang ada sudah terpakai.
"Aku tidak menyangka dari sekian banyaknya pria yang menyukai kamu, kamu malah memilih Cakra.
Pria yang sama sekali tidak punya kelebihan apa pun. Tidak ada yang bisa di banggakan darinya."Ucap Adam dengan nada yang sangat kecil seperti orang yang berbisik, tapi Kania mendengar hal itu dengan sangat jelas.
"Siapa pun yang aku pilih itu tidak ada hubungannya dengan mu.
Dan kamu mengatakan tiada yang bisa di banggakan darinya, lalu apa kamu berpikir ada yang bisa di banggakan dari mu?
Sama sekali tidak ada.
Dan menurutku Cakra jauh lebih baik dari pada kamu."Saut Kania yang kemudian langsung pergi dari perpustakaan.
"Sebenarnya dia itu mau apa sih.
Kenapa tidak bisa membiarkan aku tenang.
Dan sekarang malah menjelek-jelekkan Cakra seperti itu.
Memangnya siapa dia?
Benar benar menyebalkan."Ucap Kania.
Kania pun akhirnya memutuskan untuk mencari Bunga dan Mia. Entah itu mereka sudah selesai atau belum, setidaknya Kania tidak akan sendirian dan kemungkinan untuk di hampiri oleh orang orang menyebalkan itu sangat kecil.
Sedangkan Adam kini hanya terdiam mencerna perkataan Kania tadi. Adam tidak menyangka kalau Kania sepertinya sangat mencintai Cakra.
"Aku harus cari tahu apa yang membuat Kania begitu mencintai pria seperti Cakra itu."Batin Adam.
Setelah itu Adam langsung pergi dari kampus. Adam berencana untuk mulai menyelidiki Cakra.
__ADS_1