Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 23


__ADS_3

"Kamu suka suasana di sini?"Tanya Cakra yang kini sudah berdiri di samping Kania.


"Iya,"jawab Kania "Di sini sangat tenang dan damai."Sambung Kania.


"Ayo."Ucap Cakra sambil menggandeng tangan Kania.


"Kemana?."Tanya Kania.


"Ikut saja."Ucap Cakra.


Cakra pun berjalan berdua menuju suatu tempat. Kania tidak tahu Cakra akan membawanya kemana, tapi yang jelas Kania menyukai pemandangan yang mereka lalui.


Setelah berjalan cukup jauh, kini Kania dan Cakra sudah sampai di tepian sungai yang sangat jernih. Dan dari sana mereka bisa melihat air terjun yang sangat indah.


"Bagaimana?"Tanya Cakra.


"Indah sekali Cakra, rasanya aku ingin berlama lama di sini."Jawab Kania.


"Dulu aku sering datang ke sini pada saat aku mempunyai masalah dan gelisah.


Dan setelah dari sini aku merasa jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Karena itu aku mengajakmu ke sini.


Aku ingin kamu melupakan semua kesedihan dan kekecewaan kamu pada takdir yang tidak kamu inginkan."Ucap Cakra.


Kemudian Cakra menuntun Kania untuk berdiri di atas sebuah batu yang cukup besar. Kemudian Cakra meminta Kania berteriak sekeras mungkin.


Awalnya Kania ragu ragu, Kania takut kalau ada yang mendengar teriakannya dan terganggu. Namun setelah mendengar Cakra berteriak dengan begitu kencang dan lepas, Kania pun tidak ragu lagi untuk berteriak.


Kania berteriak sambil menangis. Kania terus berteriak sampai dirinya merasa lega.


Setelah berteriak Kania langsung berbalik dan memeluk Cakra.


Namun Cakra langsung melepaskan pelukan Kania, Cakra tersenyum kemudian Cakra mendorong Kania hingga Kania pun terjatuh ke sungai.


Kania terkejut dengan apa yang Cakra lakukan padanya. Sedangkan Cakra justru tertawa melihat Kania yang kini sudah basah kuyup.


"Cakra, kenapa kamu mendorongku?."Tanya Kania.


"Sengaja,"Jawab Cakra "Setelah melepaskan semua emosi, enaknya berenang jadi seger."Sambung Cakra.


"Tapi nggak gitu juga caranya, aku kan kaget."Ucap Kania sambil mencipratkan air pada Cakra.


Cakra tidak menjawab ucapan Kania, Cakra hanya tertawa.


"Cepat bantu aku"ucap Kania sambil mengulurkan tangannya.


Cakra pun langsung menerima uluran tangan Kania dan menarik Kania. Namun sebelum Cakra menarik tangan Kania, Kania sudah lebih dulu menarik tangan Cakra sehingga Cakra pun terjatuh ke sungai.

__ADS_1


Kania tertawa lepas saat dia berhasil mengerjai Cakra balik. Setelah itu mereka pun bermain air.


Tidak ada lagi kesedihan yang ukir di wajah Kania.


Setelah cukup lama bermain air di sungai, mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah Pudin.


Di perjalanan Cakra melihat mangga matang yang masih tergantung di pohonnya. Cakra pun menawarkan pada Kania, apakah Kania menginginkan mangga itu atau tidak.


"Lihat mangga itu! Kamu mau?"Tanya Cakra "Kalau kamu mau aku akan mengambilkannya untuk mu."Sambung Cakra.


"Aku mau,"Jawab Kania "Tapi memangnya boleh kalau mangga itu di ambil?."Sambung Kania yang bertanya pada Cakra.


"Tentu saja."Jawab Cakra.


Cakra pun naik ke pohon mangga yang tidak terlalu tinggi itu. Kemudian Cakra memetik mangga itu.


Cakra langsung turun dan memberikan mangga itu pada Kania.


"Mau di makan sekarang?"Tanya Cakra.


"Nanti saja di rumah."Jawab Kania.


Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mereka, karena berjalan lelah akhirnya Kania di gendong oleh Cakra hingga mereka sampai di rumah Pudin.


"Dari mana?"Tanya Pudin saat melihat Cakra dan Kania.


"Oh, kamarnya sudah di bereskan, jadi sudah bisa langsung di pake."Ucap Pudin.


"Makasih ya,"Ucap Cakra "Maaf juga karena sudah merepotkan."Sambung Cakra.


"Kamu itu ngomong apa sih, mana ada kamu merepotkan. Aku justru senang kamu datang membawa Kania ke sini."Saut Pudin.


"Ya sudah kalau begitu aku dan Kania masuk dulu, kasihan Kania sudah kedinginan."Ucap Cakra yang kemudian langsung pergi masuk ke dalam bersama dengan Kania.


Cakra dan Kania pun masuk ke dalam kamar yang biasa di tempati oleh Cakra pada saat Cakra datang berkunjung.


Karena Kania tidak bawa baju ganti, akhirnya Kania memakai baju Cakra.


"Kalau lelah kamu istirahat saja."Ucap Cakra setelah selesai mengganti baju.


"Kamu mau kemana?"Tanya Kania.


"Aku di depan sama Pudin."Jawab Cakra. Dan Kania pun hanya menganggukkan kepalanya.


Kemudian Cakra pun keluar dari kamar untuk mengobrol dengan Pudin di depan rumah.


Saat Cakra keluar dari rumah, Cakra melihat Pudin sedang membetulkan motor.

__ADS_1


Cakra pun mendekat dan melihat Pudin yang sedang membetulkan motor dengan begitu lihai.


Pudin memang sangat ahli dalam bidang otomotif, tak heran banyak orang orang yang memakai jasanya untuk memperbaiki kendaraan mereka yang sedang mengalami masalah.


"Nggak istirahat?."Tanya Pudin pada Cakra.


"Nanti saja,"Jawab Cakra "Kayanya makin lama makin jago aja ya."Sambung Cakra.


"Ah nggak juga, tapi lumayan aja sih buat tambah tambah uang jajan."Saut Pudin.


"Kamu sendiri gimana?."Tanya Pudin.


"Ya nggak gimana gimana.


Cuman memang kehidupan ku sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya.


Hidup ku jauh lebih teratur. Mungkin semua itu terjadi karena rasa tanggung jawab ku pada Kania yang membuat cara berpikir ku lebih jauh dan lebih dewasa.


Aku juga sekarang bekerja di cafe."Cerita Cakra.


"Kerja? Bukannya kamu masih sekolah?."Tanya Pudin kembali.


"Iya aku memang masih sekolah,"jawab Cakra "Aku kerja setelah pulang sekolah."Sambung Cakra.


"Memangnya nggak cape?."Imbuh Pudin.


"Cape sih, tapi mau gimana lagi. Sekarang aku sudah punya tanggung jawab.


Jadi aku harus kerja supaya aku bisa memenuhi tanggung jawab aku ke Kania."Ucap Cakra.


"Hebat kamu."Saut Pudin.


Setelah itu Cakra membantu Pudin, walau pun Cakra tidak begitu ahli seperti Pudin, tapi Cakra masih tahu beberapa hal tentang motor.


Saat sedang membatu Pudin, handphone Cakra berdering. Cakra pun langsung mengangkat telepon itu yang tak lain dari Andika.


Cakra baru ingat kalau dia harus bekerja hari ini, tapi Cakra lupa. Kalau pun Cakra pulang sekarang juga pasti tidak akan sempat.


Akhirnya lagi-lagi Cakra meminta izin pada Andika.


Namun Karena terlalu sering Cakra meminta izin melalui Andika, Andika meminta Cakra untuk meminta izin pada Bimo langsung. Karena terakhir kali Bimo menegur Andika karena Cakra yang terus meminta izin pada Andika.


Mendengar itu, Cakra merasa bersalah pada Andika. Setelah sambungan telepon Cakra dan Andika terputus, Cakra pun langsung menelpon Bimo untuk meminta izin dan meminta maaf karena sudah mengecewakannya.


Apa pun keputusan Bimo nanti Cakra akan menerimanya. Karena Cakra tahu, kalau selama bekerja Cakra sudah terlalu sering meminta izin.


Dan kalau sampai Cakra di pecat oleh Bimo, Cakra akan menerima tawaran dari Papahnya.

__ADS_1


__ADS_2