Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 24


__ADS_3

Setelah sambungan teleponnya dengan Andika berakhir, Cakra pun langsung menghubungi Bimo untuk meminta maaf padanya.


Dan Bimo pun memaafkan Cakra.


Lalu Bimo meminta Cakra untuk masuk hari ini juga, tapi itu tidak mungkin karena saat ini Cakra sedang berada di luar kota. Cakra juga tidak mungkin meninggalkan Kania sendiri di tempat yang tidak Kania kenali.


Dan karena itu Bimo pun memecat Cakra. Dengan besar hati Cakra pun menerima keputusan Bimo.


Cakra duduk di kursi lalu mengacak frustasi rambutnya. Pudin yang melihat itu langsung mendekati Cakra dan duduk di samping Cakra.


"Sabar, ini cobaan buat kamu,"ucap Pudin "Dan aku yakin ini masih belum ada apa apanya, ini baru awal. Di depan sana masih banyak cobaan yang sedang menanti kamu, jadi kamu harus sabar dan yakin kalau kamu bisa melewati semuanya dengan baik."Sambung Pudin.


Cakra terdiam sejak kemudian Cakra tersenyum pada Pudin.


"Kamu benar,"saut Cakra.


"Ini masih belum ada apa apanya. Aku harus tetap semangat."Sambung Cakra.


Kemudian Cakra pun membantu Pudin menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai.


Setelah semuanya selesai, Cakra mengirim pesan pada Papahnya kalau dia menerima tawaran darinya.


Sebenarnya tawaran dari Papahnya bukanlah sebuah pekerjaan melainkan sebuah modal usaha. Awalnya Cakra menolak karena Cakra ingin mengumpulkan modal usahanya sendiri.


Namun karena sudah terlanjur di pecat oleh Bimo, Cakra pun menerima tawaran itu.


Karena merasa lelah Cakra pun pergi ke kamar, saat Cakra masuk ke dalam kamar, Cakra melihat Kania yang tengah tertidur dengan begitu nyenyaknya.


Kemudian Cakra pun ikut tertidur di samping Kania.


Sedangkan kini Pudin sedang mengantarkan motor yang sudah dia perbaiki, sekalian Pudin membeli bahan makan untuk makan malam nanti.


"Bi sayuran masih ada?."Tanya Pudin pada penjual sayuran.


"Masih ada, tapi hanya tinggal sayur sip saja,"jawab Bibi penjual sayur "Kok tumben sore sore kamu beli sayuran lagi Din?."Sambung Bibi penjual sayur.


"Iya Bi, di rumah lagi ada tamu."Saut Pudin.


"Tamu siapa?"Tanya Bibi penjual sayur.


"Biasa Bi Cakra,"Jawab Pudin "Ini Bi, jadi berapa?."Sambung Pudin.


"Banyak banget Din?,"Tanya Bibi penjual sayur "Sudah jadi sepuluh ribu saja."Sambungnya.

__ADS_1


Pudin pun langsung memberikan uang nya lalu segera pergi dari sana. Di dalam perjalanan Pudin berpikir apakah Kania akan menyukai masakannya atau tidak.


Bagaimana pun juga Pudin belum mengenal Kania, jadi Pudin tidak tahu makanan apa saja yang Kania suka.


"Semoga saja Kania tidak pemilih makan, dan semoga saja lidah Kania cocok dengan makanan yang aku buat."Ucap Pudin.


"Pudin...."


Pudin menghentikan langkahnya saat mendengar ada seseorang yang memanggil namanya. Kemudian Pudin pun menengok ke arah sumber suara.


Seorang gadis cantik dengan rambut panjangnya yang tergerai berjalan menghampiri Pudin.


"Liani,"ucap Pudin "Ada apa kamu memanggil saya?."Sambung Pudin.


"Tadi saya lewat depan rumah kamu, terus saya lihat ada mobil yang parkir di depan rumah kamu, itu mobil siapa?."Ucap Liani.


"Oh itu mobilnya Cakra, kenapa?."Saut Pudin.


"Jadi Cakra sedang ada di rumah kamu?."Tanya Liani.


"Iya."Jawab Pudin.


"Ya sudah ya, saya mau pulang."Ucap Pudin.


Liani adalah seorang gadis yang cukup terkenal di desa itu, Liani terkenal karena dia adalah gadis yang cantik juga pintar meskipun bukan terlahir dari keluarga yang terpandang.


Liani hanya tinggal bersama dengan Ibunya saja, sedangkan Bapak Liani sudah pergi meninggalkan Liani dan Ibunya untuk menikah dengan wanita lain.


Dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Ibu Liani bekerja sebagai penjual sayur di rumah.


"Liani....."Panggil seorang wanita paruh baya.


"Iya, ada apa Bu?."Saut Liani sambil berjalan mendekat pada wanita paruh baya itu yang tak lain adalah Ibunya.


"Eh kamu tahu tidak, kalau Cakra sedang ada di sini,"Ucap Ibunya Liani yang bernama Endah sambil tersenyum.


"Ibu tahu dari mana?."Tanya Liani.


"Tadi Pudin beli sayur dan katanya untuk makan Cakra."Jawab Bi Endah.


"Oh, Liani juga tahu kok,"ucap Liani "Tadi Liani lewat rumah Pudin dan melihat mobil terparkir di sana, lalu Liani tanya pada Pudin mobil siapa itu, dan Pudin bilang itu mobil milik Cakra."Sambung Liani.


"Mobilnya bagus tidak?."Tanya Endah.

__ADS_1


"Bagus Bu, mobilnya sama seperti yang sering kita lihat di tv."Jawab Liani.


"Wah, pengen banget tuh naik mobil yang seperti ada di tv tv pasti enak banget.


Eh Liani ayo dong dapetin Cakra, masa iya kamu nggak bisa ambil hati Cakra."Ucap Bu Endah.


"Ini juga lagi usaha Ibu, lagian Ibu juga tahu Cakra jarang ada di sini jadi nggak bisa cepet cepet dapatin hati Cakra."Balas Liani.


"Iya deh iya, ya sudah sekarang kamu masak yang enak sana untuk kamu berikan pada Cakra."Ucap Bu Endah.


Liani pun mengangguk lalu pergi ke dapur untuk masak.


Liani memang menyukai Cakra dari sejak pertama dia bertemu dengan Cakra. Begitu pula dengan Endah, Endah berharap Liani bisa bersama dengan Cakra. Apalagi Endah tahu kalau Cakra adalah anak majikan dari Rasih.


Endah berharap kalau Liani bersama dengan Cakra kehidupan mereka akan berubah dan mereka bisa hidup di kota besar.


_________


Sore harinya Cakra dan Kania sudah bangun dari tidur mereka, sedangkan kini Pudin sedang masak di dapur.


Kemudian Cakra dan Kania pun membantu Pudin menyimpan makanan untuk makan malam mereka nanti.


Saat mereka sedang asik di dapur, mereka mendengar suara ketukan pintu di depan.


"Biar aku lihat."Ucap Cakra.


"Tidak, biar saya saja."Ucap Pudin.


Kemudian Pudin pun langsung pergi ke depan untuk melihat siapa yang mengetuk pintu. Dan saat Pudin membuka pintu, Pudin melihat Liani tengah berdiri sambil membawa rantang makanan.


"Liani, ada apa kamu sore sore ke sini?."Tanya Pudin.


"Cakra nya ada?."Tanya Liani.


"Ada di dalam."Jawab Pudin.


"Kalau begitu saya masuk ya, saya mau kasih makanan yang tadi saya masak untuk Cakra."Ucap Liani yang kemudian langsung masuk begitu saja.


Liani terus masuk ke dalam rumah Pudin, hingga akhirnya Liani sampai di pintu dapur. Liani melihat punggung Cakra dan Liani pun tersenyum bahagia karena setelah sekian lama akhirnya dia bisa bertemu dengan Cakra lagi.


"Cakra."Panggil Liani sambil berjalan mendekat pada Cakra.


Namun Liani menghentikan langkahnya saat melihat seorang gadis yang berada di depan Cakra. Liani terdiam sambil melihat kearah Kania.

__ADS_1


Liani pun bertanya tanya siapa gadis yang terlihat begitu akrab dengan Cakra.


__ADS_2