
Malam sudah sangat larut, tapi Sonnya masih belum bisa tertidur. Pikirannya tidak tenang apa lagi kalau mengingat tentang dress yang istri Cakra pakai.
"Aku sangat yakin kalau dress itu sangat mirip dengan dress yang aku temukan di gudang waktu itu.
Tapi apa iya, Cakra bilang dress itu dia sendiri yang desain, jadi baju itu hanya ada satu di dunia ini dan itu hanya di miliki oleh istri Cakra.
Aku harus ambil dress itu untuk memastikannya."Ucap Sonnya.
Sonnya pun bangkit dari tidurnya lalu keluar dari kamar. Sonnya berjalan perlahan menuju gudang.
Sesampainya di dalam gudang Sonnya mencari dress itu, dan setelah menemukannya Sonnya bergegas kembali ke kamar sebelum ada yang lihat.
Di dalam kamar Sonnya memperhatikan dress itu dengan sangat detail. Sonnya bertambah yakin kalau dress itu benar benar mirip dengan istri Cakra.
Deg.
"Jangan jangan.
Apa mungkin sebenarnya aku ada hubungan dengan Cakra.
Tidak tidak tidak, itu tidak mungkin.
Aku baru bertemu dengan nya dan aku tidak mengenalnya,
Tapi kenapa jantungku selalu berdetak dengan sangat kencang, dan hatiku selalu menghangat saat bersama Cakra.
Dan lagi aku melihat memori ku lebih banyak walau pun tidak jelas, bahkan wajah Daniel sangat mirip dengan Cakra.
Mungkinkah aku ini Kania dan bukan Sonnya, dan apakah Daniel itu anak ku dan Cakra.
Aaaa......
Kepala ku sakit sekali.
Tidak jangan, jangan jangannnnn....."
Sonnya meneteskan air matanya, tubuh bergetar dengan sangat hebat.
Sonnya benar benar takut hingga dia pun memutuskan untuk tidur.
_
Keesokan paginya Sonnya banyak dengan kepala yang masih terasa sakit. Sonnya pun kembali mengingat apa yang di ingatnya semalam.
"Kapal pesiar?
Aku jatuh dari kapal pesiar karena seorang wanita, tapi siapa dia? Rasanya aku tidak mengenalnya."Ucap Sonnya.
__ADS_1
Sonnya pun langsung pergi ke kamar mandi karena dia harus bersiap untuk mengantar Daniel ke sekolah.
Setelah dua puluh menit Sonnya pun sudah rapih. Saat Sonnya melihat dress yang semalam di ambilnya dari gudang. Sonnya pun memfoto dress itu.
Tok tok tok
"Mami..."Panggil Daniel dari luar.
"Iya sayang, masuklah."Saut Sonnya.
"Mami aku sudah siap, ayo kita berangkat."Ucap Daniel sambil berjalan menghampiri Sonnya.
"Ayo, Mami juga sudah siap."Ucap Sonnya.
Kemudian mereka pun pergi kebawah, namun sebelum pergi tidak lupa mereka sarapan terlebih dahulu.
"Sonnya nanti pulang lebih awal ya."Ucap Jesica.
"Kenapa memangnya Mi?."Tanya Sonnya.
"Nanti kita akan makan malam bersama dengan keluarga Taun Bagas dan Nyonya Maya."Jawab Jesica.
"Sekedar makan malam atau ingin membahas tentang perjodohan?."Tanya Sonnya.
Jesica tidak menjawab, Jesica hanya tersenyum pada Sonnya. Dan Sonnya mengerti itu. Kemudian Sonnya pun langsung membawa Daniel pergi dari sana.
Dan Daniel pun tidak berani bertanya saat seperti ini. Daniel tahu kalau Sonnya tidak suka dengan perjodohannya dengan Davit, tapi Daniel tidak bisa berbuat apa pun.
Meskipun dalam hati kecilnya kini, Daniel berharap kalau yang menjadi Papinya itu Cakra.
Setelah lima belas menit mereka pun sampai di sekolah.
"Dah Mami."Ucap Daniel.
Dan Sonnya pun hanya tersenyum.
Sonnya pun pergi ke kantor untuk bekerja. Namun karena teringat tentang perjodohan itu, Sonnya jadi tidak bisa konsentrasi.
Tok tok tok
Sonnya melihat kearah orang yang mengetuk mejanya. Dan alangkah terkejutnya Sonnya saat melihat Cakra.
"Cakra."Ucap Sonnya.
"Hai, kamu bekerja di sini?."Tanya Cakra.
"Iya, aku bekerja di sini.
__ADS_1
Kamu sendiri apa yang kamu lakukan di sini?."Jawab Sonnya yang kembali bertanya pada Cakra.
"Aku ingin menemui klien ku di sini."Jawab Cakra.
"Oh...."
"Kamu mau nggak makan siang bersama ku?."Tanya Cakra.
"Hmm gimana ya."Ucap Sonnya yang ragu untuk menjawab ajakan Cakra.
"Ok, jam makan siang nanti kita pergi bersama."Ucap Cakra yang kemudian langsung pergi meninggalkan Sonnya.
"Eh, aku kan belum jawab mau atau tidaknya."Ucap Sonnya.
Walau begitu Sonnya tetap senang, tidak tahu kenapa intinya senang saja.
Waktu begitu cepat berlalu dan jam makan siang pun tiba. Sonnya merapihkan penampilannya dan menunggu Cakra keluar dari ruangan bosnya.
Sepuluh menit berlalu tapi Cakra masih belum keluar juga. Hingga tiba tiba saja ada OB yang datang menghampiri Sonnya.
"Nyonya Sonnya ini makanan pesanan anda."Ucap OB itu.
"Pesanan makanan?
Tapi saya tidak memesan makanan."Ucap Sonnya.
"Tapi ini atas nama Nyonya."Ucap OB itu.
Sonnya pun akhirnya menerima makan itu. Setelah Sonnya buka makanan itu, Sonnya melihat ada sebuah kertas di dalamnya.
..."Maaf cantik membuat kamu menunggu, sepertinya kita tidak bisa pergi makan siang hari ini....
...Karena waktu makan siang tersisa sebentar lagi jadi aku pesankan makanan untuk mu. Jangan lupa habiskan, badanmu terlalu kurus."...
^^^^^^Cakra.^^^^^^
Sonnya pun melihat makanan yang di pesan Cakra. Sonnya terkejut karena isinya adalah makanan kesukaannya.
"Bagaimana Cakra bisa tahu apa makanan kesukaan ku?
Mami sama Papi aja nggak tahu makanan kesukaan aku."Ucap Kania sambil menyiapkan makan itu.
Tapi Sonnya tiba tiba saja menghentikan kegiatannya saat teringat foto dan dress itu, dan sekarang makanan kesukaannya.
"Sudahlah Sonnya."Ucap Sonnya pada dirinya sendiri.
Sonnya pun langsung makan dengan sangat lahap dan perasaan yang sangat senang.
__ADS_1
Mungkin akan jauh lebih menyenangkan kalau dia makan berdua dengan Cakra.