
Kania mengobrol dan bercerita tentang perasaannya pada Bunga dan Mia. Karena hanya Bunga dan Mia yang mengerti tentang dirinya.
Saat sedang mengobrol, Bunga meminta izin untuk pergi ke kamar mandi.
"Kania gue numpang ke kamar mandi dong."Ucap Bunga.
"Oh, iya kebelakang aja."Saut Kania.
Bunga pun langsung pergi ke belakang menuju ke kamar mandi. Saat menuju kamar mandi Bunga tidak sengaja melihat foto besar yang terpajang di ruang tengah.
Bunga yang sebelumnya tidak pernah melihat foto itu menjadi penasaran. Bunga pun berjalan mendekat untuk melihat foto itu dengan jelas.
Saat Bunga sudah berdiri di depan foto itu, Bunga sangat terkejut melihat Cakra ada di foto itu. Dan yang lebih membuat terkejut saat melihat foto Kania dan Cakra berdua, terlebih lagi di foto itu Kania memakai gaun pengantin.
Karena takut ada yang melihat dia di sana, Bunga pun langsung pergi menuju kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Bunga terus memikirkan hal itu.
"Ada hubungan apa Kania sama Cakra? Apa mungkin Kania dan Cakra sudah menikah?.
Tapi mereka masih sekolah, masa iya mereka menikah.
Kalau memang Kania sudah menikah dengan Cakra, kenapa Kania nggak pernah cerita apa pun sama aku dan Mia."Ucap Bunga.
Tok tok tok.
"Bunga."Panggil Kania dari luar.
"Iya, sebentar."Saut Bunga dari dalam kamar mandi.
Bunga pun keluar dari dalam kamar mandi. Saat Bunga keluar, Bunga melihat Kania yang berdiri di hadapannya.
"Ada apa?."Tanya Bunga.
Tanpa menjawab Kania langsung menarik tangan Bunga menuju samping rumah.
Bunga bingung kenapa Kania menariknya, apa mungkin Kania tahu kalau baru saja dia melihat fotonya dengan Cakra.
"Ada apa sih?
Kenapa elu bawa gue ke sini?."Tanya Bunga.
"Gue tahu elu udah liat foto gue sama Cakra kan tadi."Jawab Kania.
__ADS_1
"Iya gue udah liat,"ucap Bunga "Jadi apa hubungan elu sama Cakra sebenarnya?."Sambung Bunga yang bertanya sama Kania.
"Ok gue kasih tahu sama elu apa hubungan gue sama Cakra, tapi gue nggak bisa kasih tahu elu sekarang karena ini panjang banget, jadi gue bakal kasih tahu elu di telpon.
Dan gue mohon sama untuk saat ini jangan sampe Mia tahu. Elu mengertikan maksud gue apa?."Jawab Kania.
"Iya gue ngerti."Ucap Bunga.
Setelah itu Bunga dan Kania pun kembali ke ruang tamu di mana Mia sedang menunggu mereka.
Mereka pun mengobrol sampe hari kini sudah mulai gelap. Bunga dan Mia pun akhirnya pamit untuk pulang.
Setelah Bunga dan Mia pulang Kania langsung naik dan masuk ke dalam kamar, setelah itu Kania mengabari Cakra kalau Bunga dan Mia sudah pulang.
Kania membaringkan tubuhnya dan menatap langit langit kamarnya. Kania berpikir apa yang akan dia katakan pada Bunga nanti.
Dan apakah Bunga tidak akan memberitahu siapa pun tentang hubungannya dengan Cakra.
Setelah sekian lama berpikir akhirnya Kania memutuskan untuk menceritakan semuanya dari awal. Dan Kania yakin kalau Bunga bisa menjaga rahasianya.
Sebelum menghubungi Bunga Kania pun membersihkan dirinya. Setelah lima belas menit Kania pun selesai. Saat Kania keluar dari kamar mandi, Kania melihat Cakra yang sedang membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Kamu sudah pulang?."Tanya Kania.
"Kenapa, kok kayaknya kamu cape banget?."Tanya Kania saat melihat raut wajah Cakra yang terlihat begitu kelelahan.
"Aku nggak papa kok," jawab Cakra "Aku mandi dulu ya."Sambung Cakra.
"Iya."Saut Kania.
Saat setelah Cakra masuk ke dalam kamar mandi, Kania mendapat pesan dari Bunga untuk segera menghubunginya.
Dan Kania pun langsung menghubungi Bunga.
"Jadi gimana?."Tanya Bunga.
"Ok gue bakal ceritain semuanya dari awal sama elu, tapi gue harap elu nggak kasih tahu ini sama siapa pun."Ucap Kania.
"Elu nggak perlu khawatir, gue akan jaga rahasia elu kok."Ucap Bunga.
"Ok."
"Waktu itu orang tua gue ngenalin gue sama anak dari teman baik mereka, dan ternyata anak teman baik orang tua gue itu Cakra.
__ADS_1
Pada saat itu gue pikir mereka hanya memperkenalkan gue sama Cakra, tapi ternyata mereka menjodohkan gue sama Cakra.
Dan tentu saja Gue sama Cakra langsung menolak perjodohan kita. Dan karena penolakan kita, orang tua gue dan orang tua Cakra sama sama kecewa dan marah. Kita pun di tinggal begitu saja di restoran tempat kita bertemu.
Pada saat itu ternyata orang tua kita tidak membayar makanan yang sudah di pesan dan akhirnya gue dan Cakra yang bayar. Setelah itu kita pergi dari restoran tanpa uang sepeserpun.
Singkat cerita hujan turun, gue dan Cakra berteduh di sebuah gubuk. Apesnya kita ketiduran sampe pagi dan di lihat warga sekitar, dan akhirnya kita di nikahkan."Cerita Kania.
"Orang tua kalian pasti seneng banget deh."Ucap Bunga.
"Pastinya, karena itu yang di inginkan mereka ya walaupun terlalu cepat."Ucap Kania.
"Setelah itu orang tua gue dan Cakra membuat acara pernikahan kami yang di hadiri keluarga besar kami saja."Sambung Kania.
"Terus hubungan elu sama Cakra gimana, ya dari awal elu sama Cakra kurang akur gitu?."Tanya Bunga.
"Awal awal sih emang rasanya sulit banget menerima satu sama lain, tapi seiring berjalannya waktu kami belajar untuk saling menerima, hingga akhirnya sekarang kami benar benar menerima satu sama lain."Jelas Kania.
Kania terus mengobrol dengan Bunga di telpon, sampai Kania tidak sadar kalau Cakra sudah berada di sampingnya dan sedang mendengarkan pembicaraan Kania dan Bunga.
"Dan asal elu tahu, sekarang Cakra itu adalah orang yang sangat berarti buat gue. Gue nggak punya siapa pun selain Cakra."Ucap Kania.
"Elu jangan ngomong gitu dong, masih ada gue sama Mia yang sayang dan perduli sama elu."Ucap Mia.
"Tapi, kalau Mia tahu hubungan gue dan Cakra apa dia akan tetap sama seperti biasanya, atau justru dia akan benci sama Gue."Ucap Kania.
"Gue juga nggak tahu sih, tapi semoga aja saat Mia tahu tentang hubungan elu sama Cakra dia bisa menerimanya dan mengerti."Saut Bunga.
"Gue juga berharap gitu."Ucap Kania.
Tak lama dari itu sambungan Kania dan Bunga pun terputus.
Kania menatap langit langit kamarnya dan memikirkan tentang Mia. Kania takut kalau Mia tahu tentang hubungannya dengan Cakra, Mia akan berubah dan benci padanya.
Karena Kania tahu kalau Mia menyukai Cakra sejak awal.
"Ada apa?."Tanya Cakra.
"Nggak ada papa kok."Jawab Kania yang langsung berbalik dan menghadap Cakra.
"Bohong."Ucap Cakra.
Akhirnya Kania pun memberitahu Cakra kalau Bunga sudah mengetahui hubungan mereka dan Kania pun memberitahu Cakra tentang kekhawatiran nya mengenai Mia.
__ADS_1