
Saat jam pulang sekolah. Handphone Cakra berdering, Cakra pun langsung mengambil handphonenya lalu mengangkat telpon yang ternyata dari Pak Banu, supir yang biasa antar jemput Kania.
"Halo."Ucap Cakra saat sambungan teleponnya sudah terhubung.
"Halo, Den Cakra maaf Bapak telpon Den Cakra."Ucap Pak Banu.
"Iya Pak gak papa."Ucap Cakra. "Ada apa ya Pak?."Sambung Cakra.
"Begini Den, sepertinya Bapak gak bisa jemput Non Kania. Soalnya tiba tiba saja ban mobilnya bocor."Jawab Pak Banu. "Saya mau minta tolong sama Den Cakra, buat pulang bareng Non Kania."Sambung Pak Banu.
"Kania sudah tahu kalau Pak Banu enggak bisa jemput?."Tanya Cakra.
"Sudah Den, tadi saya sudah kasih tahu Non Kania."Jawab Pak Banu.
"Ya sudah kalau begitu, Pak Banu enggak usah khawatir. Kania akan pulang sama saya."Ucap Cakra.
"Ya terimakasih Den, kalau begitu telponnya saya tutup ya Den."Ucap Pak Banu.
"Iya."
Setelah itu sambung telpon pun terputus. Kemudian Cakra langsung mengirim pesan pada Kania, kalau dia akan mengantar Kania pulang. Dan Cakra pun memberitahu Kania kalau dia menunggu di persimpangan jalan di mana Kania dan Cakra akan berpisah saat mereka berangkat sekolah bersama.
Dan Kania pun mengiyakan itu.
Sebelum Cakra pergi ke persimpangan untuk menunggu Kania, Cakra berpesan pada Andika untuk menyampaikan kalau hari ini dia mungkin akan datang terlambat ke cafe.
"Dika, tolong sampaikan sama Kakak elu ya, kalau hari ini gue datang ke cafenya telat."Ucap Cakra.
"Kenapa?."Tanya Andika.
"Supir Bidadari surga gue enggak bisa jemput, jadi gue harus nganterin dia pulang dulu."Jelas Cakra.
"Oh... ok ok, elu tenang aja. Nanti gue samperin ke Kakak gue."Ucap Andika sambil tersenyum.
"Kalau gitu gue duluan ya."Sambung Andika.
"Ok, makasih ya."Ucap Cakra.
Andika pun langsung pergi meninggalkan Cakra. Setelah itu Cakra pun pergi untuk menunggu Kania di persidangan jalan.
__ADS_1
Lima menit, sepuluh menit hingga lima belas menit Cakra menunggu Kania, tapi Kania tak kunjung datang juga. Hingga akhirnya Cakra pun terpaksa balik ke sekolah untuk memastikan apakah Kania masih di sana atau tidak.
Saat Cakra sampai di sekolah, Cakra melihat sekolah sudah sepi dan mungkin hanya tinggal beberapa siswa yang masih menunggu jemputan atau memang sengaja belum pulang.
Cakra pun bertanya pada satpam, apakah dia melihat Kania sudah pulang atau belum.
"Pak, Bapak liat Kania gak?."Tanya Cakra.
"Kayanya enggak deh, tapi kalau teman temannya Kania saya lihat. Dan mereka sudah pulang dari tadi."Jawab Pak satpam.
"Oh, makasih ya Pak."Ucap Cakra setelah itu Cakra pun pergi untuk mengecek ke kelas Kania.
Saat Cakra melihat kelas Kania, kelas itu sudah kosong tidak ada siapa pun. Akhirnya Cakra mengirim pesan pada Kania, tapi tidak mendapat jawaban. Bahkan saat Cakra menelponnya handphone Kania tidak aktif.
"Kok malah gak aktif sih."Ucap Cakra.
Cakra pun memutuskan untuk mencari Kania di sekolah, karena Cakra takut kalau Kania masih ada di sekolah. Cakra mencari ke kantin, perpustakaan dan taman. Tapi Cakra tidak melihat Kania.
"Apa mungkin Kania sudah pulang. Sepertinya sih iya. Sekolah juga sudah sepi banget."Ucap Cakra.
Cakra akhirnya memutuskan untuk pulang, tapi sebelum itu, Cakra pergi ke kamar mandi terlebih dahulu karena Cakra ingin buang air kecil. Saat Cakra akan masuk ke kamar mandi laki laki, Cakra seperti mendengar suara dari kamar mandi perempuan yang berada tepat di depan kamar mandi laki laki.
Saat Cakra mencoba untuk fokus mendengar suara apa itu, suar itu pun tidak terdengar lagi. Kemudian Cakra pun langsung masuk kamar mandi untuk buang air kecil. Setelah selesai Cakra langsung pergi, tapi saat baru beberapa langkah Cakra mendengar suara dari kamar mandi lagi.
"Tolong..."
"Apa ada orang di dalam."Teriak Cakra saat mendengar suara minta tolong dari dalam.
"Siapa pun itu, tolongin gue...."
"Tolongin gue, gue di kunci dari luar."
Setelah mendengar itu, Cakra pun langsung masuk ke dalam dan memeriksa di dalam kamar mandi yang mana siswi itu terkunci.
"elu di mana?."Tanya Cakra.
"Gue di sini, tolong bukain dong."Teriak siswi itu sambil memukul-mukul pintu kamar mandi.
Cakra pun mendekat ke arah pintu kamar mandi paling ujung. Kemudian Cakra mengetuk pintu itu untuk memastikan.
__ADS_1
Dan Cakra mendapat balasan dari dalam.
"Iya gue di sini."Ucap Siswi itu. "Tolong bukain pintunya dong."Sambung Siswi itu.
Saat Cakra mendengar suara itu dari dekat, Cakra seperti mengenali suara itu.
"Kania."Panggil Cakra.
"Cakra..."
"Cakra itu elu kan?."Tanya orang itu dari dalam kamar mandi, yang ternyata memang Kania.
"Iya, gue Cakra."Jawab Cakra.
"Cakra tolongin gue, gue udah kedinginan di sini."Ucap Cakra.
"Elu tenang ya. Sekarang elu menjauh dari pintu dan usaha agar enggak kena pintu, gue bakal coba buat dobrak pintu ini."Ucap Cakra.
"Iya."Saut Kania. "Gue udah di posisi aman Cakra."Sambung Kania.
Setelah mendengar ucapan Kania, Cakra pun berusaha mendobrak pintu itu. Sekali, dua kali Cakra gagal tapi Cakra tidak menyerah. Untuk yang ketiga kalinya Cakra menenangkan diri terlebih dahulu lalu menarik nafas dalam dalam dan brag, pintu pun berhasil di dobrak oleh Cakra.
Saat pintu itu terbuka, Cakra melihat Kania berdiri di atas kloset dengan pakaiannya yang basah kuyup.
"Kania, elu gak papa?."Tanya Cakra sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Kania turun dari kloset.
"Kok elu basah kaya gini dan kenapa bisa ke kunci di kamar mandi?."Tanya Cakra sambil melihat wajah Kania yang sudah agak pucat karena kedinginan.
Bukannya menjawab, tapi Kania malah langsung memeluk Cakra dan menangis. Cakra pun memeluk Kania dan berusaha buat nenangin Kania. Saat berpelukan Cakra merasakan kalau tubuh Kania bergetar.
"Elu pasti kedinginan bgt deh."Ucap Cakra.
"Gue ada baju olahraga ganti di lokor, elu ganti ya."Sambung Cakra dan Kania pun mengangguk.
"Ok, elu diem di sini dulu. Gue ambil baju dulu ya."Ucap Cakra.
"Iya."Jawab Kania. "Jangan lama lama ya."Sambung Kania.
"Enggak akan lama."Ucap Cakra.
__ADS_1
Cakra pun langsung keluar dari kamar mandi lalu berlari menuju kelasnya untuk mengambil baju olahraganya yang memang sengaja Cakra simpan di sana untuk ganti.
Saat mengambil baju ganti, Cakra pun menghubungi Andika. Dan memberitahu Andika mungkin hari ini dia tidak bisa masuk. Karena tidak mungkin Cakra meninggalkan Kania di rumah seorang diri dalam keadaan seperti saat ini. Dan untungnya Andika mengerti, karena Andika tahu kalau Kania adalah tanggung jawab Cakra sekarang.