
Setelah bertanya, kini Kania tahu kenapa Cakra selalu pulang terlambat dan juga selalu terlihat kelelahan.
Semua itu karena Cakra bekerja sepulang sekolah, dan itu semua Cakra lakukan untuk memenuhi kebutuhan Kania.
"Gue bener bener merasa bersalah sama Cakra, kenapa baru sekarang gue cari tahu tentang dia. Kenapa baru sekarang gue tahu apa yang dia lakukan di luar sana untuk gue."Ucap Cakra.
"Elu jangan merasa bersalah seperti itu doang Kania."Ucap Bunga.
"Gimana gue nggak merasa bersalah Bunga, Cakra sekarang bekerja untuk mencari uang dan memenuhi kebutuhan gue, sedangkan gue sedikit pun nggak pernah bantu dia."Saut Kania.
"Iya gue tahu, tapi kan elu nggak tahu kalau Cakra bekerja,"ucap Bunga "Ya sudah lebih baik kita pulang ya."Sambung Bunga.
"Nggak gue nggak mau pulang, gue harus ke sana bantu Cakra."Ucap Kania yang kemudian hendak turun dari mobil.
Namun sebelum Kania benar benar turun dari mobil, Bunga menahan tangan Kania.
"Apaan sih elu, lepasin!."Ucap Kania.
"Kania please dengerin gue, sekarang lebih baik kita pulang. Dan nanti malam elu bisa bicara ini semua baik baik dengan Cakra, jangan kaya gini, ok."Ucap Bunga.
Akhirnya Kania pun mendengarkan saran dari Bunga. Mereka pun akhirnya pulang, Bunga mengantarkan Kania terlebih dahulu barulah setelah itu Bunga pulang kerumahnya.
Kania langsung masuk ke dalam rumah sambil menangis. Bi Nining yang sedang kebetulan melihat Kania menangis langsung mengejar Kania sampai ke kamar.
Kania menghamburkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Bi Nining pun duduk di samping Kania.
"Non Kania kenapa?."Tanya Bi Nining sambil membelai rambut Kania.
Kania tidak merespon Bi Nining, Kania hanya terus diam sambil menangis.
"Non Kania kalau ada masalah cerita saja sama Bibi, siapa tahu saja Bibi bisa bantu."Ucap Bi Nining kembali.
"Aku nggak papa kok Bi, aku cuman merasa bersalah dan aku merasa sekarang ini aku beban untuk Cakra Bi.
Bibi tahu kenapa Cakra selalu pulang malam dan terlihat kelelahan?."Ucap Kania.
"Tidak Non."Saut Bi Nining.
__ADS_1
"Selama ini ternyata Cakra bekerja sepulang sekolah Bi, dan semua dia lakukan pasti karena aku.
Karena Mamah dan Papah udah nggak ada, pasti Cakra merasa aku adalah tanggung jawabnya dan semua yang aku butuhkan harus dia penuhi.
Karena itu dia rela bekerja sepulang sekolah sampai malam. Aku hanya menjadi bebannya Bi."Keluh Kania.
"Loh kenapa Non Kania beranggapan kalau Non Kania itu beban untuk Den Cakra?
Non Kania kan memang sudah jadi tanggung jawab Den Cakra setelah Non Kania resmi menjadi istri Den Cakra.
Kalau pun Den Cakra bekerja setelah pulang sekolah, itu karena memang keinginan Den Cakra sendiri.
Harusnya Non Kania senang karena itu artinya Den Cakra adalah orang yang punya rasa tanggung jawab yang besar, meskipun Den Cakra masih muda tapi Den Cakra sudah berani mengambil keputusan yang besar dan rasa tanggung jawab yang tinggi."Ucap Bi Nining.
"Tapi Bi, aku merasa tidak enak pada Cakra."Saut Kania yang kini sudah memeluk Bi Nining.
"Non Kania tidak perlu merasa tidak enak, begini saja kalau memang Non Kania merasa tidak enak karena Den Cakra bekerja, bagaimana kalau Non Kania nanti bicara dengan Den Cakra kalau, Non Kania mau membantu Den Cakra.
Jadi kalian sama sama bekerja, hitung hitung untuk pengalaman. Dan Non Kania tidak perlu merasa tidak enak lagi pada Den Cakra."Saran Bi Nining.
"Iya Bi, nanti malam aku akan coba berbicara pada Cakra."Ucap Kania.
Setelah menyiapkan makanan untuk Kania Bi Nining pun mengerjakan pekerjaannya yang lain.
____
Sore harinya Kania memutuskan untuk pergi ke cafe Cakra untuk melihat keadaan di sana. Sesampainya di sana Kania melihat cafe yang terlihat cukup ramai.
Kania pun melihat kalau Cakra melayani tamu sendiri. Cakra terus tersenyum sambil melayani para tamu yang datang.
"Pasti sangat melelahkan bukan? Harusnya kamu memberitahu aku tentang ini, agar aku bisa bantu kamu Cakra."Ucap Kania yang berdiri di luar cafe sambil melihat Cakra dari kejauhan.
Hujan pun turun dengan begitu derasnya, namun Kania tetap berdiri di sana. Sampai akhirnya matanya bertemu dengan mata Cakra.
Cakra yang melihat Kania tengah berdiri di bawah guyuran hujan langsung menghampiri Kania sambil membawa payung.
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini? Dan kenapa tidak berteduh?
__ADS_1
Lihat sekarang kamu jadi basah kuyup, bagaimana kalau nanti kamu sakit?."Ucap Cakra.
"Kenapa kamu memberiku begitu banyak pertanyaan hanya karena hal kecil, tapi kenapa kamu tidak mengatakan apa pun hal besar yang ada di hadapanku sekarang ini."Ucap Kania.
"Sudah jangan bahas apa pun dulu, sekarang ayo masuk dan ganti bajumu dulu, aku tidak mau kalau sampai kamu sakit."Saut Cakra.
Cakra pun membawa Kania masuk ke dalam cafe, lalu membawa Kania ke ruangannya dan memberikan bajunya untuk di pakai Kania.
"Ini kamu ganti pakai baju ku dulu saja."Ucap Cakra sambil memberikan bajunya pada Kania.
"Kamu tunggu di sini, aku akan turun ke bawah dan melanjutkan pekerjaan ku. Nanti aku akan menemui kamu kembali."Ucap Cakra.
Setelah itu Cakra pun turun dan kembali bekerja. Cukup lama Kania menunggu Cakra kembali, namun Cakra tak kunjung kembali.
Akhirnya Kania pun memutuskan untuk turun dan melihat keadaan di bawah.
Saat Kania turun Kania melihat cafe yang bertambah rame dari sebelumnya. Kania pun melihat Cakra yang sibuk bolak balik melayani para tamu dan juga menjadi kasir.
Kania pun memutuskan untuk menghampiri Cakra dan membantu Cakra.
"Biar aku bantu."Ucap Kania.
"Tidak perlu, kamu tunggu aku di atas saja."Saut Cakra.
"Tidak, aku ingin membantu Cakra. Setidaknya biarkan aku membantumu menjadi kasir, ini tidak akan melelahkan."Ucap Kania.
"Kamu yakin?."Tanya Cakra.
"Iya aku yakin, sekarang kamu ajarkan aku sebentar setelah itu kamu bisa mengerjakan yang lainnya."Jawab Kania sambil tersenyum.
Cakra pun langsung mengajarkan Kania, dan perlu waktu lama Kania pun sudah mengerti.
Setelah itu Cakra pun pergi melayani para tamu yang datang, sedangkan Kania menjadi kasir.
Kania sangat senang saat melakukan hal itu, Kania terus bekerja sambil tersenyum. Kemudian Kania memperhatikan Cakra melakukan pekerjaannya dan perlahan Kania mulai mengerti.
Saat sedang tidak melakukan apa pun Kania membantu membersihkan meja yang baru saja di tinggalkan oleh tamu.
__ADS_1
Cakra sudah melarang tapi Kania tidak mendengarkan, dia tetap melakukan apa pun yang dia inginkan.