Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 65


__ADS_3

Waktu berjalan dengan sangat cepat. Dalam waktu enam bulan Cakra kini sudah tidak terpuruk seperti waktu itu. Cakra sudah mulai melakukan aktivitasnya kembali.


Namun sikap Cakra tidak seperti dulu, Cakra terasa lebih dingin dan pendiam.


Pertama kali yang Cakra lakukan saat bangkit dari keterpurukannya Cakra langsung meminta seseorang menyelidiki kejadian hari itu.


Siapa yang mengirim pesan pada Kania?


Dan siapa orang yang sudah membunuh Kania?.


Cakra pun terus mencari berita apakah ada penemuan jasad di lautan. Walau pun dalam hati kecil Cakra tidak ingin itu, tapi jika Kania benar benar meninggalkan akan jauh lebih baik jasadnya di temukan.


..._____________________________...



•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••



Tujuh tahun berlalu dengan sangat cepat. Namun selama itu Cakra belum juga menemukan Kanai atau pun jasadnya. Namun Cakra mendapatkan informasi kalau orang yang menjebak Kania ada hubungannya dengan orang yang sudah menyabotase mobil yang di tumpangi oleh Liani dan Ibunya saat akan pulang kampung.



Itu artinya Liani atau pun Ibunya mengetahui sesuatu ya g sangat penting.



Saat ini Cakra sedang duduk di ruangannya Cakra menatap foto Kania.


"Walaupun kemungkinannya sangat kecil, aku berharap saat ini kamu masih hidup di manapun kamu berada.



Hingga pada saatnya nanti kita bisa bertemu dan bersatu kembali."Ucap Cakra.



CEKLEK.



Pintu ruangan Cakra dibuka oleh seseorang, saat Cakra melihat kearah pintu, Cakra melihat Mikela sedang berdiri di depan pintu depan pakaiannya yang kekurangan bahan.



Tanpa meminta izin dari Cakra, Mikela langsung masuk dan menghampiri Cakra.


"Selamat siang sayang."Sapa Mikela.



Mikela ingin memeluk Cakra, namun Cakra langsung menghindar.


"Jaga sikap kamu Mikela!


Dan aku peringatkan kamu untuk tidak memanggilku seperti itu."Ucap Cakra dengan menatap tajam Mikela.



"Memangnya kenapa?."Tanya Mikela.



"Jawabannya kamu sudah tahu jadi jangan tanyakan lagi."Jawab Cakra.



"Ya ampun Cakra, ini sudah tujuh tahun kamu masih berharap Kania kembali?


__ADS_1


Cakra, TUJUH TAHUN itu bukan waktu yang singkat. Bisa saja kalau saat ini Kania susah menjadi kotoran hiu atau Ikan buas di lautan sana, jadi sampai kapan pun Kania tidak akan kem----"



BUG.



Cakra melempar Mikela dengan handphone nya hingga membuat Mikela tidak melanjutkan ucapannya. Mikela kini merintih kesakitan sambil memegang kening yang terkena lemparan handphone Cakra.



"Cukup Mikela, aku tidak mau mendengar kata kata sampah dari mulut kotor mu itu.


Sekarang kamu keluar dari sini dan jangan pernah datang kesini lagi, atau aku akan melakukan sesuatu yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya."Ucap Cakra dengan penuh penekanan.



"Baiklah Cakra,


tapi sampai kapan pun aku tidak akan menyerah begitu saja padamu. Cepat atau lambat kamu akan berada di bawah kaki ku dan mengemis cintaku."Ucap Mikela.


Mikela pun berjalan keluar dari ruangan Cakra.



"Dan sampai kapan pun aku tidak akan pernah Sudi bersama dengan \*\*\*\*\*\* seperti kamu Mikela."Ucap Cakra.



Ucapan Cakra membuat Mikela terdiam di ambang pintu. Mikela pun membalikkan badannya menghadap Cakra.



"Jahat sekali kamu berbicara seperti itu padaku Cakra, kamu boleh menolak aku tapi jangan menghina aku seperti itu. Itu benar benar membuat hatiku sakit."Ucap Mikela dengan mata yang berkaca kaca.



"Hahaha." Cakra tertawa mendengar dan melihat ekspresi Mikela.



Kamu tahu bukan kalau selama ini aku selalu mencaritahu tentang kejadian waktu itu?


Dan pada saat itu ada satu informasi yang mengarah padamu, jadi aku pun mencari informasi tentang kamu dan apa saja yang kamu lakukan.



Jadi aku tahu gaya hidup kamu Mikela. Tinggal sedikit lagi aku akan mengetahui siapa dalang dari kejadian waktu itu, kalau sampai itu kamu siap siap saja."Ucap Cakra.



Mikela mengepalkan tangannya dengan air matang yang menetes, Mikela pun langsung pergi dari hadapan Cakra.



Setelah itu Mikela langsung menunju mobilnya. Di dalam mobil Mikela menghapus air matanya.


"Sial kenapa Cakra bisa tahu sampai sejauh itu tentang aku, apa ada seseorang yang memberikan informasi tentang ku pada Cakra? Tapi siapa?



Tidak, saat ini aku harus fokus untuk menghapus jejak ku tentang kasus Kania. Kalau sampai Cakra benar benar tahu aku adalah dalang dari kejadian itu, aku tidak tahu apa yang akan Cakra lakukan.



Cakra kini benar benar berubah."Ucap Mikela.



Mikela pun pergi dari sana menuju apartemennya untuk bertemu dengan orang orang bayarannya.

__ADS_1



\_\_\_\_\_



Singapore.



Seorang anak laki laki sedang duduk sambil cemberut. Dia sangat kesal karena untuk kesekian kalinya dia pulang paling terakhir.



Hingga ada seorang wanita cantik duduk di sebelahnya sambil memberikan coklat pada anak laki laki itu.


Namun anak laki laki itu malah langsung membelakangi wanita itu.



"Ok, Mami salah."Ucap wanita itu.



"Memang."Saut anak itu.



"Jadi apa yang harus Mami lakukan agar Mami mendapat maaf dari kamu sayang?."Tanya wanita itu sambil tersenyum manis.



"Mami harus mengizinkan aku makan eskrim kesukaan aku."Jawab anak laki laki itu.



"Baiklah, ayo pergi."Ucap wanita itu, yang kemudian mengucapkan terimakasih pada guru anaknya yang sudah menemani anaknya.



Mereka pun pergi ke sebuah mall untuk membeli es krim di tempat biasa mereka membeli es krim.



"Kamu suka?."Tanya wanita itu pada anaknya dan anaknya hanya mengangguk sambil tersenyum bahagia.



"Oh iya kenapa Mami terlambat menjemput ku lagi?."Tanya anaknya.



"Mami pergi ke rumah sakit, kamu tahu tiba tiba saja kepala Mami sakit sekali."



"Kenapa bisa sakit lagi?."



"Mami tadi membereskan gudang, lalu Mami menemukan sebuah kotak saat Mami membuka kotak itu, mami melihat sebuah dress dan saat Mami mencoba dress itu, tiba tiba saja ada sebuah bayangan yang sangat tidak jelas dan itu membuat kepala sakit sekali dan rasa sakit itu tak kunjung hilang bersama dengan terus sebuah bayangan di pikiran Mami yang terus terlihat."Jelasnya.



"Mungkin ada hubungannya dengan Papi."



"Mami tidak yakin itu, tapi ya sudahlah.


Ayo pulang, Nenek dan Kakek pasti sudah menunggu kita."

__ADS_1



"Ayo."


__ADS_2