
Waktu terus berjalan, hari hari terus berganti. Kania dan Cakra melewati semua itu tanpa ada hambatan apa pun.
Namun seiring berjalannya waktu, Cakra di sibukkan dengan kesehariannya.
Cakra membuka sebuah cafe kecil kecilan dan cafe itu berjalan dengan sangat baik, dengan suasana tempat yang nyaman dan harga yang sangat terjangkau, membuat tempat itu banyak di kunjungi oleh para remaja.
Semuanya terasa melelahkan untuk Cakra, di tambah lagi Cakra harus belajar karena sebentar lagi dia akan menjalankan ujian terakhirnya, setelah itu Cakra juga harus mengurus Kania untuk masuk ke kampus yang Kania ingin kan.
Begitu banyak hal yang harus Cakra urus sendiri, hingga terkadang membuat Cakra begitu kelelahan. Sampai sampai Cakra tertidur di ruang tamu atau pun di ruang tengah.
Seperti sekarang ini, saat baru saja sampai di rumah, Cakra langsung membaringkan tubuhnya di atas sofa ruang tengah.
Cakra pun langsung memejamkan matanya yang memang sudah mengantuk dari tadi.
Saat Cakra sedang tertidur, Kania turun dan melihat Cakra yang tengah tertidur di sofa.
"Cakra, kenapa dia tidur di sana?."Tanya Kania pada dirinya sendiri.
Kania pun berjalan menghampiri Cakara.
"Cakra."Panggil Kania, namun Cakra tidak menjawab.
"Cakra."Panggil Kania kembali sambil menggoyang tangan Cakra pelan.
Cakra pun membuka matanya, lalu Cakra langsung duduk.
"Ada apa?."Tanya Cakra.
"Kenapa kamu tidur di sini?."Tanya Kania.
"Ah, aku kecapean dan ngantuk sekali jadi saat aku sampai aku langsung berbaring di sini dan tidur."Jawab Cakra.
"Sebenarnya apa sih yang kamu lakukan setiap hari, sepertinya sangat menguras tenaga kamu. Kamu tidak melakukan yang aneh anehkan?."Ucap Kania.
"Yang aneh aneh apa sih? Aku nggak melakukan apa pun kok."Saut Cakra.
"Kamu yakin?."Tanya Kania memastikan.
"Iya, apa kamu sudah belajar?"Tanya Cakra.
"Belum."Jawab Kania.
"Kamu harus belajar dengan rajin, sebentar lagi kita akan ujian akhir dan kita juga harus mempersiapkan diri untuk bisa masuk ke kampus yang kita inginkan."Ucap Cakra.
"Ya sudah ayo balik ke kamar, malam sudah semakin larut."Ucap Cakra yang kemudian bangkit dari duduknya dan membawa tasnya naik ke atas.
Sedangkan Kania masih duduk dan memikirkan apa yang di katakan oleh Cakra tadi.
__ADS_1
Sebenarnya Kania ingin melanjutkan pendidikannya, tapi kalau di pikir pikir apa dia bisa membiayai nya.
Tidak mungkin kalau Kania meminta Cakra untuk membiayainya. Cakra saja butuh biaya untuk dirinya sendiri.
Setelah berpikir beberapa saat, Kania pun langsung bangkit dari duduknya dan naik ke atas untuk pergi tidur.
_________
Pagi pun kini tiba seperti biasa Cakra dan Kania akan pergi ke sekolah. Sesampainya di sekolah Kania terus saja memikirkan tentang biaya pendidikannya.
Sampai akhirnya Bunga datang.
"Elu kenapa pagi pagi gini ngelamun?."Tanya Bunga.
"Gue lagi bingung nih."Jawab Kania.
"Bingung kenapa?."Tanya Bunga.
"Tadi malam Cakra mengatakan tentang kampus, dan tiba tiba aja gue kepikiran apa gue bisa ngelanjutin pendidikan gue. Sedangkan gue nggak punya biaya untuk itu."Jelas Kania.
"Mungkin Cakra punya."Saut Bunga.
"Kalau pun iya punya, masa iya buat gue. Cakra aja butuh biya untuk dirinya sendiri,"Ucap Kania "Gue juga nggak enak kalau harus terus mengandalkan Cakra."Sambung Kania.
"Itu kewajiban dia Kania."Ucap Bunga.
"Iya tapi gue kasihan sama dia, setiap hari dia pulang malam dan selalu terlihat kelelahan. Gue yakin pasti sepulang sekolah dia melakukan sesuatu di luar sana yang sengaja dia sembunyikan dari gue.
"Bagus dong kalau gitu, itu artinya dia benar benar sayang sama elu dan dia ingin memberikan yang terbaik buat elu.
Harusnya elu seneng Kania, setelah elu kehilangan kedua orang tua elu, elu masih punya Cakra yang begitu menyayangi dan bertanggung jawab atas semuanya tentang elu."Ucap Bunga meyakinkan Kania kalau semuanya baik baik saja.
"Iya gue tahu itu, tapi setidaknya kalau memang Cakra bekerja sepulang sekolah, gue juga mau bantu dia.
Gue nggak mau terlalu membebani dia."Keluh Kania.
Bunga langsung memeluk Kania untuk menguatkan dan meyakinkan Kania kalau semuanya baik baik saja.
Dan karena Kania yakin tentang Cakra yang bekerja, akhirnya Bunga mengusulkan untuk mengikuti Cakra diam diam sepulang sekolah nanti.
Agar Kania tahu apakah Cakra benar benar bekerja atau hanya pergi bermain dengan teman temannya.
Kania pun menyetujui usulan yang di berikan Bunga.
Tak lama dari itu Mia pun datang dan langsung bergabung dengan Kania dan Bunga.
Setelah Mia datang Bunga dan Kania sudah tidak membahas Cakra lagi.
__ADS_1
Mereka masih takut kalau sampai Mia tahu tentang hubungannya Kania dan Cakra membuat Mia akan membenci Kania.
Bagaimana pun juga mereka tahu kalau Mia diam diam masih menyukai Cakra, terkadang Mia suka mencuri pandang pada Cakra.
Sebenarnya Kania tidak ingin menyembunyikan ini terus dari Mia, dan agar Mia tidak terlalu besar mencintai Cakra.
Tapi Kania juga tidak berani mengatakan kebenarannya karena takut Mia akan marah dan tidak mau berteman lagi dengannya.
Mereka terus mengobrol sampai akhirnya bel masuk berbunyi.
_____
Waktu terus berjalan dan kini waktunya untuk pulang sekolah. Saat pulang sekolah, Kania memberitahu Cakra kalau Kania akan pergi ke rumah Bunga terlebih dahulu.
Dan tanpa curiga Cakra pun mengiyakannya.
Kania pergi bersama dengan Bunga dan menunggu Cakra lewat di pinggir jalan. Dan pada saat Cakra lewat Bunga langsung meminta supirnya untuk mengikuti Cakra.
Setelah lima belas menit mereka pun sampai di depan sebuah ruko. Cakra pun langsung masuk ke sebuah cafe yang masih tutup.
"Bukannya itu cafe yang akhir akhir ini banyak di minati."Ucap Bunga.
"Masa sih, kok gue nggak tahu."Saut Bunga.
"Sekarang elu kan jarang keluar, makanya elu nggak tahu."Ucap Bunga.
"Terus ngapain Cakra ke situ?."Tanya Kania.
"Mana gue tahu,"Jawab Bunga "Jangan jangan Cakra kerja di cafe itu lagi."Sambung Bunga.
"Mungkin."Saut Kania.
Kania dan Bunga terus di sana memperhatikan cafe itu. Dan tak lama ada seseorang yang datang dengan membawa barang yang lumayan banyak.
Saat Kania memperhatikan orang itu, Kania pun langsung mengenali orang tersebut.
"Loh itu kan Pudin? Kenapa Pudin ada di sini?."Ucap Kania.
"Kamu kenal sama orang itu?."Tanya Bunga.
"Iya, dia teman Cakra.
Tapi dia bukan berasal dari sini. Rumah dia di kampung.
Dia itu anak dari ART rumah Cakra."Jawab Kania.
Saat Pudin membawa barang, Cakra keluar dan langsung membantu Pudin membawa barang.
__ADS_1
Kemudian Bunga bertanya pada orang yang kebetulan melintas mengenai cafe dan Cakra.
Kebetulan orang itu juga bekerja di samping cafe itu, jadi sedikit banyaknya tahu mengenai cafe dan Cakra.