
Satu Minggu kemudian, Kania sudah menyiapkan sesuatu yang sangat besar untuk Mikela.
Hari itu Kania sudah menyewa kapal pesiar dan pada hari itu juga Kania mengundang Mikela atas nama Cakra.
Mikela yang tidak menaruh curiga apa pun, tentu saja langsung menerima undang itu. Mikela berpikir kalau Cakra sudah kembali mencintainya.
Mikela datang ke kapal pesiar dengan beberapa persiapan. Mikela sangat senang karena di kapal itu tidak ada orang, itu artinya dia akan menghabiskan banyak waktu bersama Cakra di kapal ini berdua.
Setelah Mikela menaiki kapal, kapal itu pun langsung melaju. Mikela menyusuri kapal pesiar itu tapi Mikela belum melihat Cakra. Hingga Mikela mendengar suara langkah kaki mendekat, Mikela berbalik sambil tersenyum karena mengira kalau itu adalah Cakra.
Namun senyum itu seketika hilang begitu saja saat melihat Sonnya mengenakan pakaian yang sama seperti yang di kenakan Kania dulu.
"Hai Mikela." Sapa Kania.
"Sonnya?."Saut Mikela.
"Kamu ingat tempat ini?
Dulu, tepatnya tujuh tahun yang lalu kamu menjatuhkan aku dari kapal ini, dan tepat di sini."Ucap Kania sambil menatap tajam kearah Mikela.
"Ka-- Kania?
Kamu Kania?."Tanya Mikela.
"Iya, aku Kania, wanita yang ingin kamu lenyap kan dan itu pun dalam keadaan sedang hamil besar.
__ADS_1
Sekarang kami tidak bisa lari lagi Mikela, aku akan masukan kamu kepenjara atas laporan pembunuhan berencana, dan itu bukan hanya satu kasus, tapi dua."Ucap Kania.
"Dua?
Jangan ngarang kamu Kania."Saut Mikela.
"Aku tidak mengarang Mikela.
Dulu kamu pasti sadar bahwa ada orang lain yang mengetahui kejahatan kamu. Dan orang itu juga pernah kamu ancam, lalu karena kamu takut akhirnya kamu bunuh orang itu.
Kamu membuat seolah-olah dia mati karena kecelakaan, tapi kenyataannya dia di bunuh orang kamu.
Nama orang itu adalah Liani dan Ibunya Endah."Ucap Kania.
"Baik lah rupanya kamu hanya tahu tentang diriku. Benar aku yang membunuhnya dan membuat semua itu seolah-olah itu ada sebuah kecelakaan seperti yang kamu bilang.
Mikela pun kini berusaha untuk menyerang Kania, namun Kania berhasil menghindar, dan entah bagaimana, Kania mendorong Mikela sampai jatuh, karena Mikela tidak berhasil menggapai pagar pembatas.
Buuaarrr
Mikela terjun lepas dari atas kapal pesiar. Mikela pun berteriak meminta tolong karena ternyata Mikela tidak bisa berenang.
Pada saat Mikela hampir tenggelam, ada seseorang yang menariknya ke atas dan menolong Mikela.
Sedangkan Kania hanya tersenyum melihat itu.
__ADS_1
"Selamat menikmati."Ucap Kania.
_______
Mikela tersadar dari pingsannya, dan pada saat itu, Mikela melihat sekeliling. Mikela terkejut saat tahu dirinya saat ini sudah berada di dalam penjara dan memakai baju tahanan.
"Nggak, Nggak......
Aaahh......
Kania, lihat saja nanti aku akan membuat kamu menyesal seumur hidup."Ucap Mikela.
_
Sedangkan kini Kania dan keluarga kecilnya bersama dengan teman temannya sedang menikmati liburan mereka di atas kapal pesiar.
Mereka merayakan kembalinya Kania dan anaknya, dan yang paling utama adalah ulang tahun pernikahan mereka.
Bisa dibilang ini adalah resepsi yang tertunda.
Mereka semua bergembira tertawa bahagia bersama.
"Sayang aku berjanji mulai sekarang aku akan menjaga kamu dan Daniel jauh lebih baik lagi. Jadi aku mohon untuk tetap berada di samping ku, mengerti."Ucap Cakra.
"Tentu, aku juga berjanji akan selalu setia mendampingi kamu sampai kapan pun, hidup dan mati aku akan selalu bersama dengan kamu."Ucap Kania.
__ADS_1
Setelah itu mereka pun berciuman.
...TAMAT....