Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 33


__ADS_3

Mia berbalik dan berlari pergi, Kania pun langsung mengejar Mia. Cakra yang merasa ada sesuatu yang terjadi di antara Kania dan temannya pun ikut mengejar mereka.


"Mia tunggu!."Teriak Kania.


Mia pun berhenti dan berbalik menghadap Kania. Mia menatap Kania dengan tatapan yang tajam.


"Mia dengar penjelasan aku."Ucap Kania.


"Apa yang ingin kamu jelaskan padaku?


Tentang hubungan kamu dan Cakra.


Tentang penghianatan kamu padaku."Ucap Mia.


Kania berjalan mendekat pada Mia, Kania pun menggenggam tangan Mia. Kania berusaha untuk menenangkan Mia sebelum memberi penjelasan pada Mia.


"Mia aku mohon sama kamu untuk tenang terlebih dahulu, dan setelah itu aku akan jelaskan semuanya sama kamu. Dan tolong jangan salah paham padaku."Ucap Kania.


Sedangkan kini Cakra hanya diam saja melihat dan mendengarkan pembicaraan Kania dan temannya itu. Cakra tidak ingin ikut campur urusan pribadi Kania yang di mana Kania sendiri tidak meminta bantuannya.


"Sudahlah Kania, aku sudah tahu dan paham. Jadi kamu tidak perlu capek-capek menjelaskannya padaku.


Dengan melihat apa yang kamu lakukan bersama Cakra tadi itu sudah menjelaskan semuanya.


Aku kecewa dan benci kamu Kania, tega-teganya kamu memiliki hubungan dengan orang yang aku cintai."Ucap Mia sambil mendorong Kania.


Kania yang tiba tiba saja di dorong Mia langsung terhuyung dan akan terjatuh. Namun Cakra yang melihat Kania akan terjatuh langsung menangkap tubuh Kania.


"Apa yang kamu lakukan?


Kenapa kamu mendorong Kania? Bagaimana kalau Kania sampai jatuh?."Tanya Cakra pada Mia dengan nada tinggi dan juga tatapan tajamnya.


"Aku tidak perduli, lagi pula untuk apa aku memikirkan seorang penghianat seperti dia."Saut Mia.


"Penghianat?."Ucap Cakra.


"Iya, dia sedang orang penghianat.


Kami bersahabat sangat lama dan tidak ada rahasia di antara kami. Bahkan dia juga tahu kalau aku mencintai kamu, tapi kenapa di belakang aku dia menjalin hubungan kamu, orang yang aku cinta."Jelas Mia.


"Dengar, aku tidak tahu kamu siapa dan aku tidak mau tahu itu. Tapi aku tidak suka kamu berbuat kasar pada Kania.

__ADS_1


Dan soal hubungan aku dan Kania, aku rasa itu bukan urusan kamu. Aku dan orang tuaku yang memilih Kania.


Kalau aku tahu Kania punya sahabat seperti dirimu yang tidak pantas di sebut sahabat sudah dari lama aku melarangnya untuk menjalin persahabatan denganmu."Ucap Cakra.


Mia terdiam mendengar ucapan Cakra, hati Mia pun sangat sakit karena melihat Cakra yang begitu marah dan benci padanya.


Sedangkan Kania hanya diam saja, Kania tidak percaya kalau Cakra bisa berbicara seperti itu. Bahkan tatapan Cakra pun begitu tajam, dan terlihat jelas kalau Cakra tidak suka dan terima dengan apa yang di kalangan Mia.


"Setelah hari ini aku harap kamu tidak menggangu Kania lagi, mengerti!."Ucap Cakra yang kemudian langsung membawa Kania pergi meninggalkan Mia.


Mia menatap Cakra yang membawa Kania pergi dengan tatapan putus asa. Setiap kata yang di ucapkan Cakra, seakan berkata tidak ada kesempatan dan harapan untuk menjalin hubungan dengannya.


"Kenapa aku merasa aku yang salah di sini, sudah jelas jelas Kania yang mengkhianati aku."Ucap Kania sambil menangis.


Mia pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana.


Cakra membawa Kania masuk ke dalam cafe dan pergi ke kamar.


Saat mereka menaiki tangga Lala memperhatikan mereka. Lala merasa kalau Cakra dan Kania terlalu intim.


Lala merasa kalau hubungan Cakra dan Kania pasti lebih dari sekedar pacaran.


"Sedang apa kamu?."Tanya Jaja.


"Kenapa memangnya?."Tanya Jaja kembali.


"Aku hanya penasaran saja, karena kalau di lihat lihat mereka itu terlalu intim.


Tadi saja aku lihat mereka berpelukan, ciuman di luar."Jawab Lala.


"Mereka itu bukan pacaran tapi suami istri."Bisik Jaja.


"Yang benar?."Tanya Lala tak percaya.


"Benar, ingat kamu tidak boleh memberitahukan hal ini pada siapa pun."Ucap Jaja.


"Apa Pudin tahu tentang ini?."Tanya Lala.


"Tentu saja, Pudin itu teman dekatnya Cakra pasti tahu."Jawab Jaja.


Setelah itu mereka pun pergi. Jaja pamit pada Pudin untuk mengantarkan Lala pulang.

__ADS_1


Di dalam perjalanan Jaja menceritakan beberapa hal pada Lala tentang hubungan Cakra dan Kania, dan bagaimana itu bisa terjadi.


Jaja berani bercerita pada Lala karena Jaja percaya pada Lala kalau Lala bisa jaga rahasia.


Jaja memberitahukan hubungan Cakra dan Kania pada Lala, semata mata Jaja takut kalau nantinya Lala akan salah faham pada mereka jika melihat Cakra dan Kania sedang berduaan dan melakukan sesuatu yang berlebihan.


_


Sedangkan kini Kania sedang menangis di kamar bersama Cakra. Sedari awal Kania menangis Cakra hanya diam saja, karena Cakra ingin Kania meluapkan emosinya dengan cara menangis.


"Cukup."Ucap Cakra.


Kania melihat kearah Cakra.


"Sudah cukup menangisinya Kania."Ucap Cakra kembali.


Cakra berjalan mendekati Kania dan duduk di samping Kania.


"Dengarkan aku baik baik Kania!


Orang seperti dia tidak pantas kamu tangisi.


Aku tahu dia memang sahabat kamu selama ini, tapi orang seperti dia tidak pantas menjadi seorang sahabat.


Mana ada sahabat seperti itu. Aku tahu setiap orang memang melihat sikap dan sifat yang berbeda. Tapi jika dia memang sahabat kamu harusnya dia seperti Bunga."Ucap Cakra.


"Aku tahu, tapi masalah di sini berbeda Cakra.


Bunga dapat mengerti karena dia tidak memiliki perasaan apa pun padamu, sedang Mia dia menyukai kamu."Jelas Kania.


"Tapi dia tidak memiliki hubungan apa pun dengan ku Kania, dia berhak marah kalau dia memiliki hubungan dengan ku. Tapi ini tidak, bahkan aku tidak mengenalnya sama sekali."Ucap Cakra.


Yang di katakan Cakra memang benar dan itu adalah kenyataannya. Mia memang tidak memiliki hubungan apa pun dengan Cakra, bahkan Cakra tidak mengenal Mia sama sekali.


Tapi Mia marah pada Kania itu juga wajar karena rasa kecewa Mia padanya.Hanya saja Kania tidak ingin semua ini terus berlarut larut.


Kania tidak mau persahabatan yang sudah lama terjalin putus begitu saja.


Awalnya Kania memang tidak menyukai Cakra tapi karena perjodohan ini, dan karena Cakra yang selalu ada di saat Kania membutuhkan membuat Kania perlahan jatuh cinta pada Cakra.


Tapi itu bukan suatu hal yang salah bukan? Bagaimana pun juga Cakra adalah suaminya jadi harusnya tidak salah kalau Kania memberikan cintanya untuk Cakra.

__ADS_1


"Apakah semua ini tidak bisa di perbaiki seperti semula. Apakah persahabatannya dengan Mia akan hancur begitu saja?."Ucap Kania


__ADS_2