Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 39


__ADS_3

Suasana di rumah Kania bertambah ramai setelah kedatangan Andika. Tidak ada yang menduga kalau sikap Andika ternyata tidak sama seperti yang terlihat.


Kania dan yang lain mengira kalau Andika adalah orang yang dingin, tapi ternyata setelah mengenalnya, Andika adalah orang yang menyenangkan.


Mereka berkumpul sampai pukul sepuluh malam. Semuanya menikmati kebersamaan mereka saat ini.


"Eh Ayah aku udah ada di depan nih, aku pulang duluan ya."Ucap Bunga.


"Ayah kamu jemput?."Tanya Mia.


"Iya nih, tadi aku ngabarin Ayah kalau aku ada di rumah Kania. Dan tadi pas Ayah pulang dari kantor dia tanya udah pulang belum.


Karena aku belum pulang Ayah mutusin buat jemput aku deh.


Nggak papakan kalau aku pulang duluan?."Jelas Bunga.


"Iya nggak papa dong."Saut Kania.


"Oh iya kamu mau pulang bareng aku Mia?."Tanya Bunga.


"Enggak deh, lagian rumah aku jauh banget. Nggak enak sama Ayah kamu."Jawab Mia.


Bunga pun hanya mengangguk. Setelah itu Bunga berlalu pergi.


Setelah Bunga pergi, Mia pun memutuskan untuk pulang juga, karena hari memang sudah malam.


"Aku juga pulang aja ya, udah malam."Ucap Mia.


"Pulang sama siapa?."Tanya Kania.


"Ini aku mau telpon papah ku dulu."Ucap Mia.


Mia pun terus berusaha untuk menghubungi Papahnya, namun tak kunjung mendapat jawaban.


Akhirnya Mia memutuskan untuk pesan taksi online.


Namun Andika mencegahnya, Andika pun menawarkan dirinya untuk mengantar pulang Mia.


"Biar aku antar aja ya."Ucap Andika.


"Nggak usah deh, udah malam dan rumah aku juga jauh dari sini."Saut Mia.


"Karena itu biar aku antar aja.

__ADS_1


Dari pada nanti di jalan kenapa kenapa."Ucap Andika.


"Iya Mia, di antar Andika aja ya. Kalau kamu di antar Andika aku lebih tenang."Saut Kania.


Mia pun diam sesaat, setelah berpikir Mia pun akhirnya mau pulang di antar oleh Andika.


Setelah itu Mia dan Andika pun pergi dari rumah Kania.


Setelah semua orang pergi, Kania merebahkan diri di pangkuan Cakra. Kemudian Cakra pun membelai kepala Kania dengan sangat lembut.


Kania tersenyum dan menikmati setiap belaian Cakra.


"Bagaimana perasaan kamu sekarang?."Tanya Cakra.


"Jauh lebih baik.


Aku merasa sudah tidak ada beban lagi setelah menceritakan semua pada Mia.


Aku harap setelah ini hubungan aku dan Mia kembali lagi seperti dulu."Jawab Kania sambil tersenyum.


"Iya.


Sudah malam, kita ke kamar yuk."Ucap Cakra.


"Gendong."Ucap Kania sambil tersenyum.


Awalnya Kania ingin di gendong di belakang, tapi Cakra ingin menggendong Kania di depan.


Setelah sampai di kamar, Cakra langsung melemparkan dirinya ke atas kasur dengan posisi Kania sama seperti tadi.


Saat Kania akan bangkit dari atas tubuh Cakra, Cakra langsung menarik Kania agar tidak bangkit dan Cakra pun langsung memeluk Kania.


"Biarkan seperti ini."Ucap Cakra.


"Memangnya kamu nggak keberatan aku di sini?."Tanya Kania.


"Tidak."Jawab Cakra.


Akhirnya Kania pun tetap di posisi nya, di atas tubuh Cakra.


_________


Sedangkan kini Mia berada dan Andika sedang berada di sebuah taman dekat rumah Mia.

__ADS_1


"Kenapa tiba tiba minta berhenti di sini? Kenapa nggak langsung pulang ke rumah sih?."Tanya Andika.


"Nggak papa, aku cuma mau menenangkan pikiran dulu. Lagian rumah aku di dekat sini kok, kalau kamu mau pulang, pulang aja nggak papa."Jawab Mia.


"Ok, aku bakal nemenin kamu di sini sampai pikiran dan hati kamu tenang. Setelah itu aku akan antar kamu pulang."Ucap Andika.


"Terserah kamu aja, aku nggak maksa kok."Ucap Mia.


Setelah itu tidak ada percakapan di antara mereka. Mia hanya diam sambil menatap langit malam yang bertabur bintang.


Sedangkan Andika hanya diam sambil melihat Mia. Andika tahu kalau saat ini Mia sedang patah hati karena mengetahui hubungan Cakra dan Kania.


Karena diam diam Andika suka memperhatikan Mia. Entah mengapa Andika pun tidak tahu, dari sejak pertama kali melihat Mia di kantin saat bermasalah dengan Mikela dan teman temannya.


Setelah hari itu Andika suka diam diam memperhatikan Mia saat Mia berada di luar kelas.


Entah mengapa Andika merasa kalau Mia begitu menarik. Tapi setelah lama memperhatikan Mia, Andika pun tahu kalau Mia menyukai Cakra.


Tiba tiba Andika melihat Mia menangis. Untuk beberapa saat Andika hanya diam saja, tapi karena semakin lama Mia semakin terisak.


Andika pun menarik tubuh Mia kedalam pelukannya. Dan Mia pun langsung memeluk Andika dan tangisnya pun semakin kencang.


"Tidak papa Mia, menangis saja luapkan semua rasa sakit itu lewat air matamu.


Setelah itu semuanya akan baik baik saja."Ucap Andika.


Waktu terus berjalan, dan malam pun semakin larut. Mia kini sudah merasa jauh lebih baik dan akhirnya Andika pun mengantar Mia pulang.


"Terimakasih sudah mengantarkan aku pulang dan juga menemani aku.


Hmm maaf ya baju kamu jadi basah."Ucap Mia.


"Tidak masalah, sekarang kamu masuk saja sana."Ucap Andika sambil tersenyum.


Mia mengangguk sambil tersenyum, setelah itu Mia pun langsung masuk. Andika tidak langsung beranjak pergi, Andika menunggu Mia benar benar masuk ke dalam rumah.


Setelah Mia masuk ke dalam rumah barulah Andika pergi dari sana.


Dan setelah dua puluh menit Andika pun sampai di rumahnya, Andika langsung masuk ke dalam kamar dan merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


Andika pun teringat apa yang tadi lakukan saat di taman.


"Bagaimana bisa aku begitu lancang dengan langsung menarik dia kedalam pelukan aku. Ah......Ini benar benar membuat ku gila."Ucap Andika sambil menggaruk kepalanya.

__ADS_1


"Tapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh dalam diri ku saat aku memeluk Mia tadi.


Tapi apa?."Tanya Andika pada dirinya sendiri.


__ADS_2