Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 67


__ADS_3

Setelah hari itu Cakra menyibukkan diri dalam pekerjaannya. Dan hari ini Cakra akan pergi ke luar negri untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan ternama di sana.


Cakra berharap kali ini dia berhasil menjalin kerjasama ini, karena ini adalah salah satu mimpi Papahnya dulu.


Setelah menempuh perjalanan satu jam setengah akhirnya Cakra pun sampai di Bandara Changi Singapura.


Dan dari Bandara Cakra langsung menuju hotel yang sudah di boking sebelumnya.


Sesampainya di hotel, Cakra melihat lingkungan di dekat hotel melalui jendela.


Karena merasa cukup lelah Cakra pun memutuskan untuk istirahat sejenak.


Namun baru saja Cakra memejamkan matanya, handphone Cakra berdering.


Cakra pun menarik nafas lalu bangun kembali dan mengambil handphonenya.


"Mamah?."


"Halo Mah."Ucap Cakra saat sambungan teleponnya sudah terhubung dengan Lusi.


"Halo sayang, kamu di mana sekarang? Sudah sampai di Singapura?."Tanya Lusi.


"Ah iya, aku sudah sampai sekarang aku sudah ada di hotel, baru saja aku mau istirahat eh Mamah telpon."Jawab Cakra.


"Oh, maaf ya sayang Mamah cuman khawatir. Inikan pertama kalinya kami pergi ke luar negeri sendiri, biasa kamu di temani Andika atau Pudin."Ucap Lusi.


"Iya nggak papa kok Mah, aku juga yang salah tidak langsung memberi kabar Mamah, akhirnya membuat Mamah khawatir deh."Ucap Cakra.


"Ya sudah kalau begitu sekarang kau istirahat ya, dah sayang."Ucap Lusi.


"Dah Mah."Saut Cakra, kemudian sambungan telepon mereka pun terputus.


Setelah itu Cakra kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur lalu terlelap.


_______


Malam harinya, Cakra pergi ke salah satu restoran untuk makan malam. Cakra memesan salah satu makanan yang cukup terkenal di restoran itu, Cakra sangat suka dengan makanan yang di pesannya.


Setelah menghabiskan makanannya Cakra pergi ke kamar mandi.


Pada saat Cakra sedang mencuci tangan ada seorang anak kecil yang berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Anak kecil itu mendorong setiap pintu toilet namun terkunci.


"Aduh..."

__ADS_1


"Paling ujung kosong."Ucap Cakra.


"Tapi aku tidak bisa berjalan lagi, kalau berjalan pasti akan keluar."Saut anak itu.


Cakra yang kasihan pun mendekat pada anak itu, kemudian Cakra pun menggendongnya sampai ke dalam toilet.


"Cukup?."Tanya Cakra dan anak kecil itu pun mengangguk.


Setelah itu Cakra pun keluar lalu menutup pintu, Cakra pun kembali untuk mencuci tangan. Pada saat itu anak kecil itu berlari mendekat pada Cakra.


"Paman aku mau cuci tangan."Ucap anak kecil itu sambil menarik jas Cakra.


Kemudian Cakra pun menggendong anak itu dan membantunya untuk cuci tangan.


Cakra melihat dan memperhatikan wajah anak kecil itu, pada saat itu Cakra seperti tidak asing dengan wajahnya.


Jika di lihat baik baik wajahnya sangat mirip seperti dirinya saat berumur tujuh tahun. Dan pada saat Cakra melihat anak itu tersenyum, Cakra seperti sedang melihat Kania tersenyum.


"Boleh tahu siapa nama kamu?."Tanya Cakra.


"Tentu saja, nama ku Daniel Winson.


Lalu siapa nama Paman?."Saut Daniel.


"Nama Paman Cakra, Cakra Pangestu."Jawab Cakra.


"Iya Paman dari Indonesia.


Kamu juga terlihat seperti bukan orang sini, dari mana kamu berasal?."Ucap Cakra.


"Aku orang sini kok Paman, tapi memang banyak yang mengatakan kalau aku tidak terlihat seperti orang sini."Jelas Daniel.


Setelah itu Daniel pun berterima kasih pada Cakra karena sudah membantunya. Kemudian Daniel pun pergi meninggalkan Cakra.


"Ini perasaan aku saja atau memang dia sangat mirip dengan ku dan juga Kania ya."Ucap Cakra.


"Mami."Ucap Daniel di luar kamar mandi.


"Apa sudah selesai?."Tanya Sonnya.


"Iya, tadi aku di bantu oleh Paman tampan loh."Ucap Daniel.


"Sudah bilang terimakasih?."Tanya Sonnya dan Daniel pun mengangguk.


"Anak pintar."Sambung Sonnya.

__ADS_1


Saat mendengar samar samar percakapan Daniel dan Maminya, Cakra seperti mengenali suara itu.


"Kania." Cakra buru buru keluar dari kamar mandi namun saat Cakra keluar dari kamar mandi Cakra sudah tidak melihat Daniel dan Maminya.


"Kemana mereka?."Tanya Cakra pada dirinya sendiri.


Cakra pun langsung pergi ke depan melihat sekeliling restoran dan memperhatikan para pengunjung restoran itu, namun Cakra tidak melihat Daniel.


Hingga akhirnya Cakra melihat Daniel sudah ada di luar restoran bersama dengan seorang wanita dengan perawakan yang mirip Kania.


Cakra berlari untuk mengejarnya, namun tiba tiba saja salah satu pelayan memanggil Cakra dan meminta Cakra untuk bayar terlebih dahulu sebelum pergi.


Cakra pun langsung membayar tagihan makanannya secepat mungkin.


Tapi sayang pada saat Cakra keluar Cakra sudah tidak melihat Daniel lagi. Namun Cakra tidak pantang menyerah, Cakra mencari di sekitar restoran dan berharap bisa bertemu dengan Daniel lagi.


Namun sayang takdir tidak berpihak padanya lagi.


Akhirnya Cakra memutuskan untuk pergi kembali ke hotel. Sesampainya di sana Cakra meminta Lusi untuk mengirim foto dirinya saat berusia tujuh tahun.


Setelah mendapatkannya, ternyata benar Daniel sangat mirip dengannya.


"Ternyata Daniel memang sangat mirip dengan ku. Apa mungkin dia anakku, kalau memang iya itu artinya Kania masih hidup dan dia berada di sini.


Mungkinkah itu benar, atau hanya sebuah kebetulan saja. Tidak aku tidak boleh berharap terlalu besar, bisa saja ini hanya sebuah kebetulan.


Tapi jika memang benar dia adalah anak ku dan Kania masih hidup, aku mohon Tuhan pertemukan aku dengan mereka bagaimana pun caranya."Ucap Cakra.


________


Setelah hari itu, hampir setiap malam Cakra pergi ke restoran itu, berharap bisa bertemu dengan Daniel lagi, tapi nyatanya tidak seperti yang di harapkan nya.


Namun tujuan utama pergi ke Singapura tercapai dengan sangat lancar. Cakra berhasil menjalin kerjasama sama dengan perusahaan besar di sana. Dengan begini perusahaan Cakra pun akan semakin berkembang pesat sesuai rencananya.


Cakra sangat senang dan tidak percaya bahwa keyakinan Papahnya dulu, bahwa Cakra bisa menjadi penerusnya dan menjadi pengusaha sukses itu benar adanya.


Walau begitu Cakra sedikit kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Daniel. Tapi mau bagaimana lagi, Cakra juga tidak tahu harus mencari Daniel di mana, karena Cakra hanya tahu namanya saja.


Saat di dalam perjalanan menuju hotel, ada sebuah mobil melaju dengan cepat dan tidak beraturan hingga akhirnya hampir saja tabrakan dengan mobilnya.


Karena kesal Cakra pun keluar dari dalam mobil nya, kemudian Cakra menghampiri mobil itu dan mengetuk kaca mobil itu.


"Hei keluar!."Ucap Cakra dengan terus mengetuk kaca mobil itu.


"Keluar dari dalam mobil sekarang juga atau aku akan menelpon polisi."Sambung Cakra.

__ADS_1


Pintu mobil pun terbuka, dan keluar lah seorang wanita cantik. Pada saat itu jantung Cakra berdetak sangat kencang, matanya tak berkedip sedikit pun.


Hingga akhirnya tatapan mata mereka bertemu, mereka hanya terdiam dan saling memandang satu sama lain.


__ADS_2