
Sesampainya di rumah, Bi Nining dan Pak Banu menyambut kedatangan Kania.
Dan pada saat Kania melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah, Kania melihat bayangan seorang anak perempuan berlari masuk ke dalam rumah yang kemudian di sambut oleh orang tuanya.
Semua ingatan tentang dia dan orang tuanya di rumah ini tiba tiba muncul begitu saja.
"Cakra di mana Mamah sama Papah? Kenapa mereka tidak menyambut kedatangan ku seperti dulu saat aku pulang sekolah?."Tanya Kania.
Dan ternyata satu hal yang tidak di ingat oleh, mungkin memang tidak ingin di ingatnya. Yaitu tentang kepergian orang tuanya.
"Di mana Mamah sama Papah?."Tanya Kania kembali.
Namun semuanya hanya diam dan tidak ada yang menjawab. Mereka tidak tahu apakah ini waktu yang tepat untuk memberitahu Kania tentang hal itu.
Cakra pun berjalan mendekat pada Kania.
"Nanti aku akan mengantar kamu untuk menemui mereka, tapi saat ini sebaiknya kamu istirahat dulu atau mengobrol dengan yang lain."Ucap Cakra dan Kania pun mengangguk sambil tersenyum.
Kania pun duduk bersama dengan yang lain. Mereka berbagi cerita entah itu di masa lalu atau pun masa sekarang.
Walaupun Kania tidak mengingat tapi Kania tahu masa lalunya sangat menyenangkan.
"Kamu tahu Kania, sampai saat ini Mikela masih berusaha untuk mendekati Cakra. Apa lagi setelah dia tahu kalau kamu tidak ada."Ucap Mia.
"Benar, untung saja Cakra setia sama kamu."Saut Bunga.
Kania diam sejak, dia seperti sangat mengenal Mikela dan kenapa dadanya terasa sesak. Kanai tiba tiba merasakan kalau tubuhnya marah dan benci mendengar nama itu.
"Kania, kamu kenapa?."Tanya Bunga.
"Entah kenapa tiba tiba dadaku terasa sakit, aku seperti ingin marah dan aku benci mendengar nama itu."Jawab Kania.
"Kamu ingat Mikela?."Tanya Mia dan Kania pun menggelengkan kepalanya.
"Ssss ah."Kania memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Kania."
Bunga dan Mia panik saat melihat Kania yang kesakitan.
Cakra yang mendengar Bunga dan Mia panik langsung mendekat pada mereka.
__ADS_1
"Ada apa?."Tanya Cakra.
"Kami tidak tahu, tiba tiba saja Kania merintih kesakitan."Jawab Bunga.
"Kania jangan di paksa."Ucap Cakra sambil memeluk Kania.
Tak lama Kania pun pingsan.
Cakra langsung membawa Kania ke kamar agar Kania bisa istirahat dengan tenang.
Cakra cemas saat melihat keadaan Kania saat ini, hingga Daniel menghampiri Cakra.
"Dady tenanglah, hal itu sudah biasa terjadi pada Mami.
Tunggu beberapa saat pasti Mami akan sadar kembali. Mami hanya terlalu lelah."Ucap Daniel.
"Apakah kamu yakin sayang?."Tanya Cakra dana Daniel pun mengangguk yakin.
"Ayo kita keluar saja."Ucap Daniel.
Akhirnya Cakra dan Daniel pun keluar dari kamar. Saat sudah sampai di depan, sudah ada Pudin, Jaja dan Lala, Andika dan juga anak Andika.
"Bagaimana Kania?."Tanya Mia cemas.
"Aku tidak tahu.
Tapi Daniel bilang kalau itu sudah biasa terjadi, dan dia hanya perlu istirahat."Jawab Cakra.
"Sabar ya, yang terpenting sekarang Kania sudah ada di sisi kamu lagi Cak."Saut Andika.
"Iya, kamu benar.
yang penting dia baik baik saja."Ucap Cakra.
Lala memperhatikan Daniel yang sedari tadi diam sambil senyum senyum. Namun Lala merasa aneh padanya, kenapa Daniel hanya menatap ke satu arah?
Lala pun melihat ke arah yang di lihat Daniel, setelah itu barulah Lala tahu apa alasannya.
"Hmm tapi sepertinya kalian akan menjadi besan sesuatu hari nanti."Ucap Lala.
"Maksudnya?."Tanya Cakra.
__ADS_1
"Liat aja sendiri anak kamu lagi tatap tatapan sama Loly. Dan tatapan itu pun penuh dengan arti."Jelas Lala.
Mereka pun akhirnya mengerti apa yang di maksud Lala saat setelah melihatnya sendiri.
Mereka pun tertawa.
Sedangkan kini di dalam kamar Kania mengeluarkan keringat ingin.
Tubuhnya bergetar saat mengingat kejadian pada saat itu.
Hingga akhirnya dia sadar kembali.
Kania mengepalkan tangannya.
"Akhirnya aku mengingatnya, wanita itu yang sudah berusaha untuk membunuh aku dan juga Daniel.
Dan semua itu dia lakukan hanya untuk mendapatkan Cakra.
Dan aku sangat yakin kalau selama aku tidak ada, pasti dia selalu berusaha untuk mendekati Cakra.
Apa yang harus aku lakukan?."Ucap Kania.
Tak lama handphone Kania berdering, saat Kania melihat siapa yang meneleponnya Kania pun langsung mengangkat nya.
"Halo sayang bagaimana kabar kamu dan Daniel? Apa kalian sudah sampai di rumah kalian?."Tanya Jesica.
"Halo Mami kami baik baik saja, dan ya kami sudah sampai di rumah kami.
Mami tahu kami sangat senang, karena saat kami datang banyak yang menyambut kami dengan penuh cinta.
Walau pun begitu aku merasa kalau semua itu tidak terasa sempurna karena tidak ada mami dan Dady di sini."Ucap Kania.
"Mami dan Dady juga merasa kesepian sayang."Saut Jesica.
"Oh iya Mah, aku sekarang tahu siapa yang sudah mencoba untuk membunuhku dan Daniel saat itu.
Tapi aku masih tidak tahu apa yanga harus aku lakukan? Apa aku harus memberitahu Cakra yang sebenarnya?."Tanya Kania.
"Sebaiknya jangan dulu, lagi pula apa kamu sudah tahu tentang dia?Tidak kan.
Karena itu sebaiknya kamu amati saja dia dulu dan cari tahu tentang dia. Setelah itu balas apa yang sudah dia lakukan pada kamu sayang."Ucap Saran Jesica.
__ADS_1