
Sepulang sekolah sesuai dengan janji hari ini Cakra akan pergi bersama Andika ke cafe tempat Andika bekerja paruh waktu.
Di sana Andika mengenalkan Cakra pada Kakaknya yang tak lain adalah pemilik dari cafe itu.
"Kak kenalin ini Cakra, teman gue."Ucap Andika pada Kakaknya.
"Cakra."Ucap Cakra yang langsung mengulurkan tangannya pada Kakaknya Andika.
"Bimo."Ucap Kakak Andika memperkenalkan diri dan menyambut uluran tangan Cakra. "Jadi elu beneran mau kerja?."Sambung Bimo yang bertanya pada Cakra.
"Iya Kak."Jawab Cakra.
"Tapi kalau di lihat dari penampilan elu, anak orang kaya tapi kok mau kerja."Ucap Bimo.
"Ya, memang orang tua gue bisa di bilang orang berada. Tapi gue nggak mau kalau gue terus bergantung sama mereka, gue pengen ngerasain yang namanya nyari duit sendiri."Ucap Cakra.
"Bagus, cowok itu memang harus seperti itu. Harus punya rasa tanggung jawab pada dirinya sendiri sejak dini."Ucap Bimo. "Ok gue izin elu buat kerja di sini. Untuk masalah jam kerja elu bakal gue samain kaya jam kerjanya Andika."Sambung Bimo.
"Makasih ya Kak."Ucap Cakra.
"Iya. Jadi elu mau mulai kerja kapan?."Tanya Bimo.
"Sekarang juga bisa Kak."Jawab Cakra.
"Ok."Ucap Bimo. "Oh iya ini kartu nama gue, kalau elu ada papa elu bisa hubungi gue langsung."
"Ok, terimakasih Kak."
"Andika, kamu ajarin Cakra dan jelasin semuanya sama Cakra."Ucap Bimo.
"Iya Kak."Saut Andika.
Setelah itu Bimo pun pergi dari sana. Setelah Bimo pergi, Andika pun memberi tahu Cakra tentang semuanya. Setelah semuanya Andika jelaskan kini mereka pun tengah bersiap untuk berkerja.
Cakra dan Andika kini mengganti pakaian mereka. Dan saat mereka selesai mengganti pakaian mereka, mereka langsung mulai berkerja. Karena hari ini hari pertama Cakra bekerja, Cakra hanya mendengarkan arahan dari Andika dan? yang lainnya.
Dan karena Cakra yang memang pintar Cakra pun langsung mengerti dan paham akan pekerjaannya. Cakra melakukan pekerjaannya dengan sangat baik.
Saat cafe agak sedikit sepi, handphone Cakra berdering. Cakra pun meminta izin untuk mengangkat telepon sebentar.
__ADS_1
"Dika, gue bisa angkat telepon dulu nggak sebentar?."Tanya Cakra.
Andika melihat jam tangannya.
"Boleh, kebetulan ini jam istirahat buat kita."Ucap Andika.
"Ok."
Setelah itu Cakra pergi kebelakang untuk mengangkat telepon yang ternyata dari Kania. Cakra melihat apakah ada Andika atau tidak. Dan setelah memastikan kalau di sana tidak ada Andika Cakra pun mengangkat telepon dari Kania.
"Halo."Ucap Cakra saat sambungan teleponnya sudah terhubung dengan Kania.
"Halo, Cakra elu di mana sih kok belum pulang?."Tanya Kania. "Mamah nanyain elu."Sambung Kania.
"Iya sorry banget Kania, kayanya gue bakal pulang telat."Jawab Cakra.
"Elu di mana sekarang?"Tanya Kania.
"Gue lagi ada di rumah teman."Jawab Cakra. "Kania nggak papakan kalau gue pulang telat?."Sambung Cakra yang bertanya pada Kania.
"Nggak papa, tapi lain kali kalau elu emang ada urusan dan bakal pulang telat elu kasih tahu gue biar gue bisa langsung jawab kalau Mamah nanya."Ucap Kania.
"Ok ok, maafin gue ya."Ucap Cakra.
Setelah itu sambungan telepon mereka pun terputus. Cakra berbalik dan alangkah terkejutnya Cakra saat melihat Andika yang tengah duduk di belakangnya dengan makan di atas meja.
Cakra kini sangat gugup apalagi saat Andika terus menatapnya. Cakra menarik nafas dan langsung duduk di samping Andika.
"Sorry gue denger pembicaraan elu."Ucap Andika.
"Iya gue tahu."Ucap Cakra.
"Jadi elu sekarang pacaran sama Kania?."Tanya Andika.
"Enggak, gue sahabatan sama dia."Jawab Cakra.
"Kalau sekedar sahabat nggak mungkin elu sampe bilang kalau elu bakal pulang telat."Ucap Andika.
"Gue sama Kania emang sahabatan sekarang. Tapi seratus gue dan Kania itu suami istri."Ucap Cakra.
__ADS_1
"Jangan bercanda deh."Ucap Andika.
"Gue nggak bercanda."Ucap Cakra. "Dan pas gue libur kemarin itu gue nikah sama Kania. Dan sekarang elu satu satunya yang tahu tentang gue dan Kania jadi gue harap elu bisa jaga rahasia ini."
"Ok kalau tentang itu elu nggak perlu khawatir, dan apa pun alasannya sehingga elu sama Kania menikah semoga hubungan kalian langgeng."Ucap Andika. "Hmm apa jangan jangan elu mau kerja karena elu ada rasa tanggung jawab sama Kania?."
"Iya gitu deh. Gue nggak mungkin ngandelin uang dari orang tua gue doang buat nanggung biaya hidup gue sama Kania."Ucap Cakra.
"Salut gue sama elu."Ucap Andika.
"Makasih ya."Ucap Cakra.
"Iya, oh iya ini jatuh makan kita. Selagi istirahat kita makan dulu siapin tenang buat nanti, karena biasanya malam bakal rame."Ucap Andika.
Setelah itu Cakra dan Andika pun makan bersama. Setelah makan dan jam istirahat pun selesai mereka langsung mulai berkerja kembali.
Dan sesuai dengan apa yang di katakan oleh Andika saat malam hari cafe semakin ramai dengan para remaja remaja seusia mereka yang berkumpul bersama dengan teman teman mereka.
Beberapa gadis terpesona dengan ketampanan Cakra. Cakra hanya tersenyum sambil sesekali menjawab pertanyaan mereka. Andika sudah menduga pasti akan terjadi seperti ini.
Dengan wajah yang tampan Cakra akan banyak di sukai oleh para pelanggan wanita yang datang.
Mereka terus bekerja hingga akhirnya jam kerja pun selesai. Cakra dan Andika mengganti pakaian mereka setelah itu mereka pun langsung pulang ke rumah mereka masing masing.
Cakra sampai di rumah tepat pada pukul sembilan malam. Kania yang mendengar suara motor Cakra langsung melihat dari jendela kamarnya. Dan saat melihat kalau itu benar benar Cakra, Kania langsung turun ke bawah.
Saat Kania turun ke bawah Kania melihat Cakra yang membaringkan diri di sofa. Wajah Cakra terlihat begitu kelelahan. Kania menghampiri Cakra dan meminta Cakra untuk langsung istirahat di kamar.
Cakra pun menurut pada Kania. Cakra berjalan di depan dengan sangat lesu membuat Kania heran apa yang sudah Cakra lakukan sehingga dia terlihat seperti itu, seperti orang yang baru selesai bekerja.
Cakra menghentikan langkah kakinya di pertengahan tangga dan berbalik.
"Ada apa?."Tanya Kania.
"Gue lupa ambil minum, gue haus banget."Jawab Cakra.
"Elu ke kamar saja duluan biar gue ambilkan air minumnya."Ucap Kania.
"Kania gue juga lamper."Ucap Cakra.
__ADS_1
"Iya aku akan bawakan makan juga "Ucap Kania.
Kania pun langsung berbalik dan pergi ke dapur mengambil makan dan minuman untuk Cakra. Kania membawanya menggunakan nampan tidak lupa Kania pun membawa sepiring kecil buah segar yang sudah dia potong kecil kecil. Saat Kania masuk ke dalam kamar ternyata Cakra sedang berada di kamar mandi, Kania pun meletakan makanan itu di atas meja dan menunggu Cakra keluar dari kamar mandi.