Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 19


__ADS_3

Hari kini telah berganti, Cakra dan Kania bangun lebih pagi agar mereka tidak terlambat datang ke sekolah.


Setelah selesai bersiap, Kania dan Cakra turun bersamaan sambil mengobrol. Saat mereka turun mereka melihat Indra dan Ningsih sudah menunggu mereka di meja makan sambil tersenyum.


"Selamat pagi mah, pah."Sapa Kania dan Cakra bersamaan.


"Selamat pagi."Saut Indra.


"Selamat pagi,"saut Ningsih "Ayo duduk, dan sarapan bersama."Sambung Ningsih sambil tersenyum.


Kemudian Ningsih langsung mengambilkan makan untuk mereka semua. Dan tidak lupa Ningsih pun memberitahu tahu Kania dan mengajarkan Kania untuk melayani suami dengan baik.


Kania pun hanya diam sambil menganggukkan kepalanya. Setelah selesai mereka langsung memulai sarapan mereka.


Pagi ini tidak seperti biasanya Indra dan Ningsih banyak bicara saat tengah makan. Hal itu tentu saja membuat Kania merasa heran. Apa mungkin karena adanya Cakra?.


Selesai sarapan Kania dan Cakra pun langsung pergi berangkat ke sekolah. Di dalam perjalan Kania terus saja memikirkan orang tuanya, Kania merasa ada yang berbeda dengan orang tuanya.


Kania merasa kalau orang tuanya tidak seperti biasanya. Kania terus saja melamun sampai sampai Kania tidak sadar kalau dia sudah sampai di sekolah, bahkan Kania pun tidak mendengar kalau Pak Banu memanggilnya.


"Non sudah sampai."Ucap Pak Banu.


"Non Kania,"


"Non Kania."Panggil Pak Banu.


"Ah iya, ada apa Pak?."Tanya Kania.


"Sudah sampai."Jawab Pak Banu.


"Oh iya, ya sudah makasih ya Pak."Ucap Kania yang kemudian langsung keluar dari dalam mobil dan Kania pun langsung berlari masuk ke dalam sekolah.


Dan ternyata yang merasa aneh dengan sikap orang tua Kania, bukan hanya Kania saja. Cakra pun merasakan sesuatu yang aneh pada orang tua Kania.


Meskipun Cakra belum lama kenal dan tinggal bersama dengan keluarga Kania, tapi Cakra sudah tahu betul kalau sikap orang tua Kania tidak seperti biasanya.


Apalagi perkataan Indra semalam benar benar membuat Cakra berpikir yang tidak tidak. Tapi semoga saja itu hanyalah perasaannya saja.

__ADS_1


Cakra melihat Kania yang tengah berjalan menuju kelasnya.


"Sepertinya Kania sedang memikirkan sesuatu." Batin Cakra yang melihat Kania yang berjalan tapi tidak fokus, karena beberapa kali Kania hampir saja menabrak siswa dan siswi yang lainnya.


Tak lama bel masuk pun berbunyi. Semua siswa dan siswi langsung masuk ke dalam kelas mereka masing masing untuk memulai pelajaran pertama mereka.


Hari ini hati dan pikiran Kania benar benar tidak tenang. Dan entah kenapa Kania selalu saja kepikiran orang tuanya. Kania benar benar tidak fokus saat belajar, dan karena itu Kania sering di tegur oleh gurunya karena ketahuan melamun saat sedang belajar.


"Kania sedang apa kamu?"tanya guru "saya perhatikan dari tadi kamu tidak fokus saat saya sedang menerangkan."Sambung Guru.


"Maaf Bu."Ucap Kania.


Kania pun kini berusaha untuk lebih fokus lagi. Kania tidak mau kalau harus di tegur kembali. Kalau sampai itu terjadi bisa saja Kania tidak di perbolehkan untuk mengikuti pelajaran dan Kania tidak mau itu.


_____


Bel istirahat pun berbunyi. Semua siswi dan siswa langsung membereskan buku mereka lalu pergi keluar kelas. Ada yang pergi ke kantin, ke lapangan, perpustakaan dan ada juga yang hanya duduk duduk di depan kelas.


Seperti biasa Mia dan Bunga pergi ke kantin bersama dengan Kania.


"Ke kantin yuk."Ajak Mia.


"Kania, ayo ke kantin."Ajak Mia kembali karena Kania hanya diam saja.


"Kalian aja yang pergi ya, gue enggak ikut."Saut Kania.


"Elu lagi ada masalah apa sih? Kayanya gue perhatiin dari tadi elu tuh ngelamun Mulu,"Ucap Bunga "Elu juga gak semangat kaya biasanya."Sambung Bunga.


Kania menarik nafas dalam dalam sebelum akhirnya dia mengatakan apa yang saat ini sedang dia rasakan pada Mia dan Bunga.


"Gue juga sebenarnya enggak tahu gue kenapa? tapi yang jelas sekarang ini gue terus kepikiran sama orang tua gue.


Gue merasa dari kemarin tuh sikap orang tua gue beda dari biasanya. Terus kalau mereka ngomong tuh kaya selalu ngasih tahu gue untuk ke depannya kaya gimana, apa yang gak boleh gue lakuin dan apa yang boleh gue lakuin."Jelas Kania.


"Menurut gue gak aneh deh kalau orang tua ngasih tahu apa yang gue lakukan kedepannya, kasih tahu mana yang gak boleh dan mana yang boleh gue lakuin."Ucap Mia.


"Iya, itu gak aneh kok Kania."Timpal Bunga.

__ADS_1


"Iya gue tahu, wajar kalau orang tua ngomong kaya gitu. Tapi kali ini tuh mereka berbicara seakan akan mereka itu mau pergi jauh ninggalin gue.


Kalian pasti pernah dong di tinggal orang tua kalian pergi dan kalian gak bisa ikut. Misalnya keluar kota, keluar negeri.


Dan sebelum mereka pergi pasti mereka akan berpesan sesuatu sama kalian, dan itu yang gue rasain. Orang tua gue tuh seakan akan sedang berpesan sama gue."Ucap Kania.


"Mungkin mereka mau pergi ke luar kota atau keluar negeri kali."Ucap Bunga.


"Enggak mungkin, orang tua gue kalau mau pergi jauh pasti udah kasih tahu gue, paling telat itu tiga hari sebelum pergi mereka udah kasih tahu gue."Saut Kania.


Mia dan Bunga kini hanya diam karena mereka tidak tahu harus berbicara apa lagi untuk menenangkan Kania yang sedang dilanda kekhawatiran.


Karena Kania tetap tidak mau pergi ke kantin, akhirnya hanya Mia dan Bunga yang pergi ke kantin.


Setelah Mia dan Bunga pergi, handphone Kania berdering. Saat di lihat Kania ternyata telpon dari Cakra.


Kania pun langsung mengangkat telpon itu.


"Halo."Ucap Kania saat sambungan telepon telah terhubung.


"Elu kenapa?"tanya Cakra.


"Gue gak papa kok."Jawab Kania.


"Jangan bohong"Ucap Cakra.


"Perasaan gue gak enak dari tadi pagi, gue selalu kepikiran sama papah dan mamah."Ungkap Kania.


"Elu tenang ya, mungkin itu hanya perasaan elu doang. Elu jangan berpikir yang aneh aneh."Ucap Cakra.


"Elu merasakan apa yang gue rasakan juga?"Tanya Kania.


"Jujur, iya gue ngerasain apa yang elu rasain. Tapi ya mungkin itu hanya perasaan gue aja."Jawab Cakra.


"Kok gue takut ya."Ucap Kania.


Mengetahui Kania yang sedang takut karena kekhawatirannya, Cakra pun berusaha untuk menenangkan Kania. Cakra pun berusaha untuk menghibur Kania agar perasaan Kania jauh lebih baik.

__ADS_1


Cakra pun meyakinkan kalau orang tuanya pasti baik baik saja, dan tidak terjadi apa pun pada mereka.


Akhirnya Kania pun lebih tenang setelah mendengar ucapan Cakra, dan Kania berharap kalau apa yang di katakan Cakra itu benar.


__ADS_2