Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 55.


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Mia langsung membersihkan diri dan setelah itu Mia menelpon Kania, untuk menceritakan semuanya pada Kania.


Tuuutt.......


"Kania,"Ucap Mia saat sambung telponnya sudah terhubung dengan Kania,"Oh iya apa aku mengganggumu?."Sambung Mia.


"Tidak."Jawab Kania.


"Baguslah kalau begitu, aku ingin cerita padamu."Ucap Mia.


"Hmmm ba--baiklah hmm ceritakan saja, ak-aku akan mendengarkannya."Ucap Kania sedikit terbata bata.


"Kamu kenapa Kania? Apa terjadi sesuatu padamu?."Tanya Mia.


"Ah...,tidak, aku tidak papa.


Kalau hmmm kamu ingin bercerita silahkan saja aku pas--pasti mendengarkannya, hmm ah."Ucap Kania dengan sedikit terengah engah.


Mia merasa kalau ada yang aneh pada Kania, Mia pun hanya diam saja namun tidak menutup telponnya.


"Mia."Panggil Kania tapi Mia tidak menjawab.


"Ah, Cakra hmm."Ucap Kania kembali.


Mia pun langsung menutup telponnya setelah mendengar suara Kania yang terakhir. Mia kini tahu kenapa Kania berbicara terbata bata seperti itu.


"Ya ampun, jadi Kania sedang membuat adonan bersama Cakra.


Lagian pula kenapa aku telpon Kania jam segini. Kania juga kenapa angkat telepon aku kalau sedan buat adonan."Ucap Mia, tapi setelah itu Mia tersenyum malu.


Karena tiba tiba saja Mia berpikir kalau suatu saat nanti dia juga bisa bikin adonan dengan Andika.


"Aaaahhhhhh kenapa aku bisa berpikir seperti itu, ini gara gara Kania kan jadi kemana mana pikiran aku."Teriak Mia.


Sedangkan kini Kania tengah terkulai lemas setelah selesai melakukan pertempurannya dengan Cakra.


"Apa yang di katakan Mia tadi?."Tanya Cakra.


"Aku tidak tahu, aku tidak bisa berpikir untuk saat ini Cakra."Jawab Kania dengan nafas yang terengah engah.


"Lihat wajah mu Kania, apa kamu sangat puas?."Tanya Cakra sambil tersenyum, Kania tersenyum sambil mengangguk dan setelah itu Kania langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Cakra.


Cakra pun memeluk Kania dengan sangat erat.

__ADS_1


"Mau lagi?."Tanya Cakra iseng.


"Nanti saja aku masih lemas."Jawab Kania dan Cakra pun tersenyum puas mendengar jawaban dari Kania.


"Sudah kamu tidur saja, tidak perlu di lanjut."Ucap Cakra yang kemudian mencium kepala Kania.


"Kenapa? Apa kamu tidak puas dengan ku?."Tanya Kania. Cakra tertawa karena ternyata Kania berbicara seperti itu dengan mata yang sudah terpejam.


"Jadi kamu mengigau, aku pikir......,ah sudahlah."Ucap Cakra yang kembali memeluk Kania.


_____


Keesokan harinya Kania terbangun dari tidurnya saat ada cahaya matahari yang mulai masuk ke dalam kamarnya melalui jendela yang baru saja di buka gordennya oleh Cakra.


"Hmmm, kamu sudah bangun?."Tanya Kania saat melihat Cakra yang tengah berdiri di dekat meja.


"Iya,"jawab Cakra yang kini berjalan mendekat pada Kania sambil membawa nampan makanan. "Ayo sarapan."Sambung Cakra.


"Kenapa kamu repot repot sekali menyiapkan sarapan untuk ku. Lagi pula harusnya aku yang menyiapkannya untuk kamu."Ucap Kania.


Cakra duduk di samping Kania. Cara membereskan rambut Kania. "Mau kamu atau aku yang menyiapkannya sama saja, lagi pula apa salahnya kalau aku menyiapkan sarapan untuk istri ku yang cantik ini."Ucap Cakra, Kania tersenyum malu.


Kania senang bisa menikah dengan Cakra, laki laki yang baik dan manis. Sebuah keberuntungan bisa memiliki pasangan laki laki seperti Cakra. Cakra adalah lagi lagi yang baik, penuh perhatian dan pengertian, tidak pernah meninggikan suaranya pada saat dia marah apa lagi main tangan, laki laki penyabar dan penuh tanggung jawab.


"Aku berharap kalau nanti kita punya anak laki laki dia akan seperti kamu. Laki laki yang baik dan penuh tanggung jawab."Ucap Kania.


"Kamu yakin ingin anak kita sama seperti aku? Bagaimana kalau nanti dia gonta-ganti cewek seperti aku?."Tanya Cakra.


"Kalau yang itu jangan sampai terjadi, bagaimana kalau dia menemukan cewek kaya Mikela? Ih...., kan serem."Ucap Kania.


"Tapi aku percaya kalau dia tidak akan seperti aku, karena aku yakin kamu akan mendidiknya dengan baik dan benar."Ucap Cakra, Kania pun mengangguk.


Setelah itu Cakra dan Kania pun sarapan bersama di kamar. Kemudian Kania bersiap untuk pergi ke kampus bersama Cakra.


Dan setelah selesai mereka pun langsung berangkat. Seperti biasanya Cakra mengantar Kania ke kampus lebih dulu sebelum dirinya berangkat ke Kamusnya.


Sesampainya di kampus Kania sudah di tunggu oleh orang Mia dan Bunga.


Bunga dan Mia tersenyum saat melihat Kania berjalan mendekat pada mereka.


"Hai."Sapa Kania.


"Hai, wah kayanya hari ini seger banget ya."Ucap Bunga.

__ADS_1


"Masa sih,"tanya Kania "Tapi kayanya seperti biasanya deh."Sambung Kania.


"Hmm gitu.


Oh iya, semalam gimana enak? Puas?."Tanya Mia.


"Enak? Puas?.


Apa sih nggak ngerti."Ucap Kania, karena Kania belum ingat kalau semalam saat sedang berhubungan dengan Cakra, dia mengangkat telepon dari Mia.


"Kamu nggak ingat atau pura pura nggak ingat?


Tadi malam saat aku telpon kamu, kamu sedang apa dengan Cakra?."Ucap Mia.


"Oh semalam aku dan Cakra sedang bercin---,"'


Kania menghentikan omongannya saat dia ingat apa yang terjadi tadi malam.


Kania melihat wajah Mia dengan wajah terkejutnya sedangkan Mia tersenyum penuh makna.


"Mia....."Teriak Kania yang kemudian langsung menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.


"Hahaha, sumpah ya Kania gara gara kamu pikiran aku jadi kemana mana."Ucap Mia.


"Lagian pada aneh sih jadi orang. Yang satu udah tahu temannya udah nikah telpon larut malam yang kemungkinan besarnya sedang melakukan kegiatan malamnya dengan suami, dan yang satunya, jelas jelas sedang berhubungan masih sempat sempatnya mengangkat telepon."Ucap Bunga sambil menggelengkan kepalanya.


Kania dan Mia pun tertawa. Benar benar konyol memang, tapi ya mau bagaimana pun semuanya telah terjadi. Lagi pula dengan sahabat sendiri ini.


Setelah butuh mereka pergi ke kelas. Pada saat di kelas Mia bercerita pada Kania dan Bunga tentang semalam saat pergi bertemu dengan keluarga Andika.


Kania dan Bunga sangat senang mendengarnya, apa lagi saat tahu kalau Andika ada niatan bertemu dengan orang tua Mia.


"Menurut aku kayanya Andika udah beneran serius deh sama kamu."Ucap Bunga.


"Bener banget apa yang di katakan Bunga."Saut Kania.


"Tapi, kalau memang Andika serius sama aku, kok dia nggak nembak nembak sih."Ucap Mia.


"Mungkin dia nggak mau pacaran kali, dia maunya langsung nikah sama kamu dan setelah menikah baru deh pacaran."Ucap Kania.


"Gitu ya."Ucap Mia.


"Tahu nggak sih, pacaran setelah menikah itu enak tahu. Bebas."Ucap Kania kembali sambil tersenyum.

__ADS_1


Setelah itu mereka pun tertawa bersama setelah mengerti apa yang di maksud Kania.


__ADS_2