Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 78


__ADS_3

Sore harinya Mikela berencana menemui Cakra di cafe. Mikela tidak ingin Cakra mengetahui apa yang telah dilakukannya pada Kania dulu.


Jadi sebelum wanita yang bernama Sonnya itu memberitahukan semuanya pada Cakra, Mikela harus lebih dulu berbicara pada Cakra.


Sesampainya Mikela di cafe, Mikela langsung bertanya keberadaan Cakra. Namun sayangnya


Cakra belum datang ke cafe.


Mikela pun akhirnya menunggu Cakra.


Dan setelah setengah jam menunggu, Cakra pun datang bersama dengan Sonnya. Mikela merasa cemas karena dia takut kalau Sonnya sudah memberitahu Cakra semuanya.


Kania tersenyum ke arah Mikela.


Kania tahu kalau saat ini Mikela sedang ketakutan. Kania pun merangkul Cakra dengan sangat mesra, Kania suka dengan ekspresi Mikela saat ini, takut, dan juga marah karena cemburu.


"Bersiaplah untuk bermain sayang."Bisik Kania pada Cakra dan Cakra pun tersenyum.


"Cakra."Panggil Mikela.


Cakra pun menoleh ke arah Mikela.


"Mikela."Ucap Cakra.


"Kamu pergi ke Singapura itu begitu lama, tapi kamu sudah membawa seorang wanita pulang.


Oh apa karena wajahnya yang mirip seperti Kanai, makanya kamu jadikan dia sebagai kekasih kamu?


Aku jadi kasihan sama Sonnya, kamu di jadikan kekasih oleh Cakra hanya untuk jadi pengganti Kania, istrinya yang sudah meninggal."Ucap Mikela.


"Memang aku adalah pengganti Kania yang sudah meninggal.


Aku menggantikan dia sebagai istri dari Cakra dan aku menggantikan dia di hati Cakra.


Dan untuk masalah Cakra menyukaiku karena wajahku yang mirip dengan Kania, aku tidak masalah.


Karena yang jelas aku sama sama di cintai Cakra.


Sebenarnya aku yang kasihan sama kamu, sudah berjuang, berusaha dengan berbagai macam cara untuk mendapatkan Cakra, tapi hasilnya tidak ada.


Cakra tetap tidak menyukai kamu.

__ADS_1


Aku kasih saran sama sebaiknya kamu balik lagi ke laki laki yang bernama jems itu, lumayan kan kamu bisa dapat uang jaja yang cukup banyak.


Ya..., setidaknya dia mau sama kamu.


Tapi istrinya sudah melahirkan ya, dan sekarang penampilan istri sudah seperti dulu, jadi mungkin kamu sudah tidak di butuhkan oleh dia lagi untuk menjadi pemuas nafsunya."Ucap Kania yang kemudian tersenyum penuh kemenangan.


"Pemuas nafsu?


Siapa?."Tanya Cakra.


"Bukan siapa siapa, aku mau bicara dengan Sonnya sebentar ya."Saut Mikela yang kemudian menarik tangan Sonnya.


Namun Cakra menahan, tapi Kania meyakinkan Cakra dan Cakra pun melepaskan Kania.


Mikela membawa Kania ke dalam mobilnya.


"Apa maksud kamu berbicara seperti itu di depan Cakra?


Lagi pula cerita karena kamu itu benar benar keterlaluan."Ucap Mikela yang tak terima dengan apa yang di katakan Kania tadi.


"Sudahlah Mikela, jangan pura pura seperti itu di depanku.


Dulu saat kamu tinggal di luar negeri kamu itu tidak jauh seperti seorang pelacur. Bahkan menurut ku pelacur jauh lebih punya harga diri karena mereka di bayar, sedangkan kamu tidak, kamu gratis.


Bahkan pengemis di jalan saja bisa menikmati tubuh kamu Mikela, dan sekarang kamu bermimpi untuk menikah dengan Cakra?


Jangan mimpi."Ucap Kania.


Mikela kini benar benar emosi dengan perkataan Kania. Mikela pun langsung menyerang Kania dan menjambak rambut Kania dengan sangat kencang.


Kania pun memberontak, dan langsung menendang perut Mikela lalu mencakar wajah Mikela dan mendorongnya, setelah itu Kania pun keluar dari dalam mobil Mikela kemudian langsung masuk ke dalam cafe.


Kania masuk dengan rambut yang acak acakan dan dengan wajah yang marah.


"Dasar anjing gila."Ucap Kania.


Cakra yang melihat Kania langsung menghampiri Kania.


"Kamu kenapa?."Tanya Cakra cemas.


"Mikela menyerang ku di mobil, dasar anjing gila."Jawab Kania yang kemudian langsung pergi ke atas.

__ADS_1


Setelah Kania pergi ke atas, Cakra menghampiri Mikela yang masih ada di dalam mobil. Cakra membuka pintu mobil dan menarik Mikela keluar.


"Apa yang kamu lakukan pada Sonnya?."Tanya Cakra.


"Apa?


Aku nggak melakukan apa pun sama dia, kamu tahu dia yang tiba tiba menendang perutku dan mendorongku, aku kesakitan Cakra."Jelas Mikela sambil meringis kesakitan.


"Kamu pikir aku percaya dengan apa yang kamu katakan hah,


Kalau memang Sonnya yang menyerang kamu lebih dulu, bagaimana caranya dia bisa menendang kamu di dalam mobil? bagaimana bisa dia mendorong kamu hingga kamu kesakitan?


Mikela semua itu bisa terjadi hanya jika kamu berada di atas Sonnya, baru lah Sonnya bisa menendang dan mendorong kamu hingga terbentur dan akhirnya kamu kesakitan.


Lalu untuk apa kamu berada di atas Kania kalau bukan sedang menyerang Kania?."Terang Cakra.


Mikela diam dan tidak bisa mengatakan apa pun, karena apa yang di katakan Cakra semuanya benar.


"Cukup sekali aku kehilangan gara gara kamu, jangan sampai aku kehilangan gara gara kamu lagi Mikela, kalau sampai itu terjadi, aku akan melakukan sesuatu yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya, MENGERTI!."Ucap Cakra yang kemudian meninggalkan Mikela.


"Jangan jangan Sonnya sudah memberitahu Cakra semuanya, tapi kenapa Cakra tidak melakukan apa pun padaku? Apa mungkin Cakra sedang merencanakan sesuatu?


Tidak, aku tidak boleh berpikir yang tidak tidak."Ucap Mikela yang kemudian pergi dari sana.


Sedangkan Kania kini sedang merapihkan rambut nya yang kacau karena Mikela.


Cakra datang membantu Kania merapihkan rambutnya.


"Apakah sakit?."Tanya Cakra.


"Tidak terlalu."Jawab Kania.


"Sayang apa tidak sebaiknya langsung saja melaporkan Mikela ke kantor polisi agar dia mendapatkan hukumannya?."Tanya Cakra.


"Enggak, aku nggak mau dia cuman mendapatkan hubungan penjara. Aku mau dia merasakan apa yang aku rasakan dulu, setelah itu baru laporkan dia ke kantor polisi."Jelas Kania.


"Baiklah."Ucap Cakra.


Jujur saja Cakra merasa takut terjadi sesuatu pada Kania. Tapi Cakra juga tidak bisa menolak keinginan Kania.


Jadi Cakra hanya bisa mengawasi secara diam diam.

__ADS_1


__ADS_2