
Keesokan harinya saat saat Andika berangkat sekolah, Andika melihat Mia di pinggir jalan. Andika pun menghentikan motornya di depan Mia.
"Andika."Ucap Mia saat melihat Andika yang berhenti di depannya.
"Kenapa masih di sini?."Tanya Andika sambil tersenyum.
"Mobil aku mogok dan sekarang masih di cek sama supir aku."Jawab Mia.
"Bareng aku aja gimana?."Tanya Andika.
Mia berpikir sejenak, kemudian Mia pun melihat jam tangannya.
Karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi akhirnya Mia pun menerima penawaran Andika.
Setelah sepuluh menit mereka pun sampai di sekolah dan tak lama bel masuk pun berbunyi.
"Ah untung saja aku tadi ikut kamu, kalau enggak pasti aku bakal telat deh.
Makasih ya."Ucap Mia.
"Iya sama sama."Saut Andika.
"Kalau begitu aku duluan ya."Ucap Mia dan Andika pun hanya tersenyum.
Andika melihat Mia yang berlaku pergi meninggalkannya. Andika terus melihat Mia sambil tersenyum.
"Wah wah sepertinya ada yang lagi jatuh cinta."Ucap Cakra yang sedari tadi memperhatikan Andika dan Mia.
"Apaan sih, mana ada aku jatuh cinta."Ucap Andika.
"Benarkah?."Tanya Cakra.
"Iya.
Sudahlah ayo kita ke kelas."Jawab Andika.
______
Mia sedikit berlari hingga akhirnya dia sampai di kelas. Mia langsung duduk di tempat dan Mia pun mengatur nafasnya yang sedikit tidak beraturan.
"Tumben banget telat?."Tanya Bunga.
"Aku nggak telat ya, hanya hampir saja.
Lagi pula ini terjadi karena tiba tiba saja mobil ku mogok, padahal sudah tidak terlalu jauh dari sekolah.
Untungnya saja tadi aku bertemu dengan Andika."Jelas Mia.
"Andika?
Kenapa Andika?."Tanya Bunga.
"Tidak papa, memangnya kenapa Andika?."Jawab Mia yang bertanya kembali pada Bunga.
"Itu tadi kamu nyebut Andika itu kenapa?."Saut Kania.
"Oh...
Andika memberikan tumpangan padaku makanya aku nggak telat."Jawab Mia.
__ADS_1
Bunga dan Kania hanya mengangguk sambil tersenyum. Namun senyum mereka menyimpan sebuah arti.
"Kenapa sih?."Tanya Mia. Bunga dan Kania pun hanya menggelengkan kepala mereka.
Karena Guru yang mengajar kelas Kania tiba tiba saja ada urusan, dia pun hanya memberikan tugas.
Dan setelah menyelesaikan tugas para siswa dan siswi di kelas Kania saling mengobrol, begitu pula dengan Kania, Bunga, dan Mia.
Kali ini mereka mengobrol di pojokan dan karena hanya bertiga saja, Bunga pun berani bertanya pada Kania apa saja yang sudah dia lakukan bersama Cakra.
Tapi bukannya menjawab, Kania malah menutup wajahnya karena malu.
"Kenapa kamu menutup wajahmu Kania?
Oh....Atau jangan jangan kamu dan Cakra sudah melakukan itu..."Ucap Bunga.
"Ih mana ada aku melakukan itu.
Jangan gila deh.
Dengar ya meskipun aku dan Cakra sudah menikah dan sah sah saja kalau kami melakukan apa pun, tapi kami itu masih punya pikiran tahu."Saut Kania.
"Jadi, apa saja yang sudah kamu lakukan dengan suami mu itu?."Tanya Mia sambil tersenyum.
"Tidak ada."Jawab Kania.
"Bohong."Ucap Bunga dan Mia dengan cukup kencang hingga menjadi pusat perhatian di kelas.
"Berisik banget sih."Ucap Kania.
____
Jam istirahat pun telah tiba, seperti biasa semua siswa dan siswi akan keluar kelas ada yang pergi ke kantin dan lain lain.
Namun saat berjalan menuju kantin, tiba tiba saja perut Mia sakit. Mia pun akhirnya pergi ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum pergi ke kantin.
Sepuluh menit Mia di kamar mandi, hingga akhirnya dia telah menuntaskan semuanya.
"Ah... leganya."Ucap Mia.
Sebelum Mia ke luar dari kamar mandi, Mia mencuci tangan dan merapihkan pakaiannya terlebih dahulu.
Dan pada saat itu Mia melihat Mikela berdiri di belakangnya.
Mia dan Mikela saling menatap melalui cermin.
Kemudian Mikela berjalan mendekati Mia dan berdiri di depan Mia.
Mikela melihat Mia dari atas sampai bawah dengan tatapan mengejek.
"Kenapa?."Tanya Mia.
"Tidak papa, aku hanya merasa kasihan sama kamu."Jawab Mikela.
"Kasihan?
Memangnya aku kenapa?."Tanya Mia kembali.
"Kamu tahu tidak kalau sahabat kamu Kania itu sudah menjadi duri dalam daging.
__ADS_1
Dia sudah menghianati kamu, karena dia menjalin hubungan dengan cowok yang di sukai sahabatnya sendiri.
Dan aku yakin kalau Kania tahu jika kamu menyukai Cakra. Tapi bisa bisanya dia pacaran dengan Cakra.
Jahat sekali Kania itu."Jelas Mikela.
Mia menatap Mikela yang berdiri di sampingnya. Mia pun melakukan hal yang sama menatap Mikela dengan tatapan kasihan.
"Sepertinya yang perlu di kasihani itu kamu Mikela. Karena sekarang Cakra sudah membuang kamu.
Sedangkan aku, aku tidak di buang. Hanya perasaan ku saja tak terbalas.
Dan jika kamu pikir aku akan bersikap seperti yang kamu pikirkan, itu salah.
Karena bagi aku yang terpenting Cakra bahagia apa lagi bersama Kania, aku lebih tenang melepasnya di bandingkan dengan kalau dia bersama mu."Ucap Mia.
"Berani sekali kamu berbicara seperti itu."Ucap Mikela.
"Memangnya kenapa?."Tanya Mia.
Mikela diam dan tidak menjawab Mia. Mia pun akhirnya berlalu pergi meninggalkan Mikela.
Namun saat baru beberapa langkah Mia keluar dari kamar mandi Mikela menyusul Mia dan langsung mendorong Mia dengan kencang hingga Mia pun terjatuh.
"Aduh maaf ya enggak sengaja."Ucap Mikela yang kemudian langsung pergi begitu saja sambil tertawa.
"Dasar gila."Ucap Mia.
Mia melihat lututnya yang terasa perih dan saat Mia lihat, ternyata lututnya berdarah.
"Mia.
Kamu kenapa?."Tanya Andika yang langsung membantu Mia berdiri.
"Nggak papa kok, cuman jatuh gara gara Mikela."Jawab Mia.
"Lutut kamu luka, aku bantu obatin ya."Ucap Andika.
Andika pun menuntun Mia untuk duduk kemudian Andika membantu Mia mengobati lukanya.
Mia tersenyum melihat Andika mengobati lukanya. Mia tidak menyangka kalau Andika adalah orang yang begitu baik dan perhatian.
"Sudah.
Kamu mau kemana sekarang?."Tanya Andika.
"Aku mau ke kantin menyusul yang lain."Jawab Mia.
"Kalau begitu kita pergi bersama saja, kebetulan aku juga mau ke kantin."Tawar Andika.
Mia pun mengangguk.
Akhirnya mereka pun pergi bersama ke kantin. Saat berjalan menuju kantin mereka mengobrol dan melalui obrolan yang singkat itu membuat mereka semakin dekat.
Mia dan Andika sama sama merasa nyaman satu sama lain. Dan melalui obrolan singkat itu pula Andika dan Mia bisa lebih mengenal.
Sesampainya mereka di kantin mereka terpisah, Mia duduk bersama Bunga dan Kania.
Sedangkan Andika bersama dengan Cakra dan yang lainnya.
__ADS_1
Saat sedang makan, mereka saling mencuri pandang karena kebetulan mereka saling berhadapan meskipun berbeda meja.
Dan hal itu tentu saja langsung di sadari oleh Kania dan Bunga, hingga membuat mereka menahan tawa mereka saat melihat tingkah Mia.