
Setelah jam pelajaran pertama selesai Cakra dan Kania pun pergi ke kelas mereka masing masing. Sebelum bener bener berpisah, Cakra memberikan uang pada Kania.
"Ini buat elu."Ucap Cakra.
"Buat gue? Dalam rangka apa nih?."Tanya Kania.
"Enggak dalam rangka apa pun, emang buat elu jajan."Ucap Cakra.
"Udah ke kelas sana."Sambung Cakra.
"Ok, makasih ya."Ucap Kania.
Setelah itu Kania pun pergi ke kelasnya begitu pun Cakra. Setelah sampai di kelas Kania langsung duduk di tempatnya.
"Eh tadi bahas apa? Minjem buku elu dong."Ucap Kania pada Bunga.
"Nih."Ucap Bunga sambil memberikan bukunya pada Kania.
"Gue heran deh sama elu, sebenarnya elu tuh niat sekolah enggak sih?."Sabung Bunga.
"Ya niat lah."Jawab Kania sambil mencatat mata pelajaran yang tadi terlewatkan karena telat.
"Kalau elu niat kenapa hampir setiap hari elu tuh telat terus."Ucap Bunga.
"Gue juga enggak tahu kenapa. Tapi ya mau gimana lagi."Ucap Kania.
"Eh ngomong-ngomong Mia kenapa, kok diem aja dari tadi?."Sambung Kania.
"Tadi pagi tuh pas Mia lagi heboh hebohnya ngomongin soal Cakra, enggak sengaja di denger sama Mikela dan teman temannya itu. Terus Mikela langsung deh ngelabrak dan memperingatkan Mia untuk tidak berusaha mendekati Cakra."Jelas Bunga.
Setelah Bunga menjelaskan kejadian tadi pagi pada Kania, Mia langsung berbalik menghadap ke arah Kania. Terlihat jelas kalau mata Mia merah dan sudah di pastikan Mia akan menangis.
"Heeee gue nyerah aja deh, gue bakal buang jauh jauh perasaan gue sama Cakra."Ucap Mia.
"Lagi pula percuma juga gue memendam perasaan ini, karena sampai kapan pun Cakra enggak bakal ngelirik gue."Sambung Mia.
"Gue dukung keputusan elu yang satu ini Mia."Ucap Bunga sambil menepuk pundak Mia.
"Kalau hanya sekedar mengagumi boleh aja, tapi kalau sampai elu jatuh cinta, gue rasa jangan deh. Elu enggak akan sanggup."Sambung Bunga dan Mia pun mengangguk.
__ADS_1
"Gue heran kenapa Mikela kaya gitu ya? Bukannya dia udah putus sama Cakra?."Tanya Kania.
"Gue rasa Mikela itu udah bener bener jatuh cinta sama Cakra, mungkin sudah jatuh pada tahap obsesi."Saut Bunga.
Mereka terus saja mengobrol sampai akhirnya mata pelajaran kedua pun di mulai. Sebenarnya Kania sedikit tidak bisa fokus karena cerita tentang Cakra dan Mikela yang tadi di ceritakan oleh Mia dan Bunga.
Apalagi cerita tentang Mikela yang berhasil menyingkirkan para cewek cewek yang suka atau pun pernah menjadi kekasih Cakra sebelumnya.
"*Apa jangan jangan Mikela juga akan menyingkirkan gue kalau dia tahu gue memiliki hubungan dengan Cakra?.
Tapi hubungan gue dan Cakra bukan sebuah hubungan biasa aja, gue dan Cakra suami istri dan itu sah di mata Agama dan Negara. Apa iya Mikela akan tetap berusaha memisahkan gue sama Cakra*." Batin Kania.
Setelah jam pelajaran kedua selesai, dan waktunya untuk istirahat. Kania bersama dengan yang lainnya pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang mulai kosong dan minta untuk di isi.
Saat mereka akan pergi ke kantin mereka berpapasan dengan Cakra dan teman temannya yang sedang berkumpul dan duduk duduk. Pada saat itu mata Kania dan Cakra bertemu, Cakra pun tersenyum pada Kania. Kania sebenarnya juga ingin tersenyum pada Cakra, namun dia tahan. Karena Kania takut ada yang melihatnya.
"Hai Kania cantik mau kemana?."Ucap Rendi saat melihat Kania lewat di hadapannya.
"Mau ke kantin, kenapa?."Saut Kania.
"Ikut boleh enggak?."Tanya Rendi sambil tersenyum.
"Lanjut aja."Sambung Cakra pada Kania.
Kania dan yang lainnya pun melanjutkan langkah mereka menuju Kantin.
Saat Kania dan teman temannya berlalu pergi, Rendi protes pada Cakra karena sudah menggagalkan rencananya untuk PDKT sama Kania.
Setelah sampai di kantin, Kania dan yang lainnya langsung duduk di meja yang masih kosong, lalu mereka pun langsung memesan makanan yang ingin mereka makan. Sambil menunggu pesanan mereka datang mereka mengobrol.
"Eh gue ke toilet sebentar ya."Ucap Mia.
"Mau di temenin enggak?."Tanya Kania.
"Enggak perlu, gue bisa sendiri kok."Jawab Mia.
Mia pun langsung pergi ke toilet. Dan setelah lima belas menit Mia pun sudah ke kantin, saat Mia tengah berjalan menuju meja di mana Kania dan Bunga duduk, seseorang menabrak Mia dan menumpahkan air minumnya pada Mia.
"UPS... sorry enggak sengaja."Ucap orang itu sambil tersenyum.
__ADS_1
"Lain kali hati hati dong kalau jalan, jadi kotorkan baju aku."Ucap Mia.
"Yang harusnya berhati hati itu elu."Ucap siswi itu.
"Makanya kalau punya mata itu di pakai yang benar jangan cuma buat lihatin pesona pacar orang lain."Sambung siswi itu yang tak lain adalah Monia sahabat dari Mikela.
"Maksud elu itu apaan sih?."Tanya Mia yang tidak mengerti apa yang di maksud Monia.
"Udah deh, elu enggak usah pura pura gak tahu."Ucap Monia.
Monia mengarahkan gelas yang berisi air minumnya pada Mia dan berniat untuk menyiramkannya pada Mia.
Namun tiba tiba saja tangan Monia di tahan oleh Kania yang saat ini sudah berdiri tepat di belakang Monia.
"Apa sih, lepas enggak!."Ucap Monia.
Kania pun langsung melepaskan tangan Monia, dan saat Monia berbalik menghadap ke arah Kania, Kania langsung menyiram Monia dengan air minum yang di bawanya tadi.
"Aaaaa....."Teriak Monia.
"Gila ya elu."Sambung Monia.
"UPS... sorry enggak sengaja."Ucap Kania sambil menunjukan rasa bersalah. Sedetik kemudian wajah Kania berubah menjadi datar, Kania pun langsung menarik tangan Mia dan membawa Mia kembali ke meja mereka.
"Elu enggak papa kan?."Tanya Bunga.
"Enggak papa kok, cuman baju gue basah."Jawab Mia.
"Kania, makasih ya."Sambung Mia.
"Iya."Saut Kania sambil tersenyum.
Setelah itu mereka pun menikmati makanan yang mereka pesan tadi.
Sedangkan kini Monia berada di kamar mandi untuk memperbaiki penampilannya. Tidak lupa Monia pun menceritakan apa yang terjadi di kantin tadi pada Mikela. Karena kebetulan Mikela tidak ada di kantin tadi.
Dan ternyata Mikela menaruh rasa penasaran pada Kania. Apalagi saat tadi pagi Mikela memberikan air minum pada Cakra, Mikela melihat kalau Cakra dan Kania seperti sangat dekat. Apalagi Mikela secara tidak sengaja melihat kalau Cakra memberikan air minum yang diberikannya pada Kania.
Saat itu Mikela yakin kalau ada sesuatu di antara mereka berdua. Dan kalau itu benar itu artinya Kania lah orang yang sudah menyebabkan hubungannya dengan Cakra berakhir.
__ADS_1