Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 73


__ADS_3

Malam kini semakin larut, Cakra duduk di tepi tempat tidurnya. Dia terdiam sambil wajah cantik yang begitu lama dia rindukan.


Cakra pun membeli wajah cantik itu dengan sangat lembut.


"Ternyata perasaan ku benar, kamu adalah Kania ku, milik ku."Ucap Cakra.


"Dan dia anak laki laki yang begitu tampan adalah anak kita."Sambung Cakra.


Karena terlalu lelah akhirnya Cakra pun tidak di sisi lain, hingga Daniel berada di antara Kania dan Cakra.


Cakra pun tidur sambil memeluk putra kecilnya.


Hal ini begitu di dambakan oleh Cakra. Namun kini setelah waktu yang begitu lama Cakra bisa merasakan tidur bersama dengan istri dan anaknya.


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, Sonnya terbangun dari tidurnya. Sonnya memegang kepalanya yang terasa sakit. Sedetik kemudian Sonnya melihat ke sekeliling kamar itu.


"Ini di mana?."Tanya Sonnya pada dirinya sendiri.


Kemudian Sonnya pun mengingat apa yang terjadi tadi malam. Tak lama Sonnya pun teringat kejadian semalam. Sonnya pun melihat ke sampingnya, lalu Sonnya pun melihat Daniel yang sedang tidur sambil berpelukan dengan seorang pria yang tak lain adalah Cakra.


"Kenapa aku merasa sangat bahagia."Ucap Sonnya.


Saat Sonnya akan bangkit dari atas tempat tidur, tangannya di tarik oleh Cakra. Setelah itu Cakra mencium kening Sonnya.


"Selamat pagi sayang ku."Ucap Cakra.


Deg


Sonnya terdiam sesaat setelah Cakra menciumnya, kala itu Sonnya mengingat dulu setiap pagi dia anak bangun lalu mendapat ciuman di kening dan kata sayang dari seorang pria, dan apa yang di lakukan oleh Cakra sama persis dengan apa yang di lakukan oleh pria di ingatannya.


"Mungkinkah Cakra?."


"Ini masih terlalu pagi untuk melakukan aktivitas sayang, kemari lah berbaring bersama dengan ku lagi."Ucap Cakra kembali.


Dan lagi lagi Sonnya mengingat ada pria yang mengatakan itu padanya, sama persis seperti yang di katakan Cakra.


Nyyuutt


"Sssss......Kepalaku."Rintih Sonnya.


Cakra bangun dari tidurnya lalu memegang tangan Sonnya dan menenangkannya.


"Jangan di paksa sayang jika itu memang menyakitkan untuk mu."Ucap Cakra.


"Aku memang ingin kamu mengingat tentang dirimu sebenarnya, tentang kita berdua. Tapi jika itu membuat kamu menderita aku tidak papa, kita bisa melukis kenangan baru bersama dengan anak kita."Sambung Cakra dengan mata yang sudah berkaca kaca.

__ADS_1


"Siapa kamu sebenarnya?


Kenapa setiap aku bersama dengan kamu, aku selalu melihat memori ku yang sempat hilang, siapa kamu?."Tanya Sonnya sambil menangis.


"Kemari."Ucap Cakra sambil mengajak Sonnya duduk di sofa agar tidak menggangu Daniel yang sedang terlelap.


Cakra pun memperlihatkan foto fotonya bersama dengan Kania.


"Aku tahu kamu sudah sadar kalau kamu sangat mirip dengan istri ku.


Awalnya aku berpikir mungkin ini sebuah kebetulan aku bertemu dengan kamu yang sangat mirip dengan Kania, istri ku.


Namun setelah melihat Daniel, hati dan logika ku tidak lagi mengatakan kalau ini sebuah kebetulan.


Hati aku berkata kamu adalah Kania istri ku dan Daniel adalah anakku."Jelas Cakra.


"Itu tidak mungkin."Ucap Sonnya


"Baca ini."Ucap Cakra sambil menyerahkan selembar kertas pada Sonnya.


"Tes DNA?."Tanya Sonnya dan Cakra pun mengangguk.


Kemudian Sonnya langsung membaca hasil tes DNA itu. Sonnya tidak percaya dengan apa yang di lihat hasil tes DNA itu yang menyatakan Daniel seratus persen adalah anak kandung Cakra.


Dan ternyata benar, Daniel adalah anak ku dan kamu adalah Kania bukan Sonnya.


Aku tahu Kania, beberapa hari ini kamu sangat gelisah saat setelah melihat foto kita berdua, aku melihat semua itu dengan sangat jelas Kania.


Aku tahu kamu tidak pulang malam ini karena kamu perjodohan itu.


Bukankah sudah aku katakan bahwa hati kamu hanya milik ku, jadi pria mana pun tidak bisa masuk ke dalamnya, termasuk pikiran kamu."Ucap Cakra.


Kania hanya diam sambil melihat foto foto di handphone Cakra. Tangan Kania berhenti saat melihat foto dirinya bersama dengan dua orang wanita.


Saat itu Kania mengingat dengan sangat jelas masa lalunya saat bertengkar dengan Mia karena menyimpan rahasia tentang pernikahannya dengan Cakra.


Dan tiba tiba saja Kania teringat dengan kejadian saat di kapal pesiar, dia melihat sekelebat seorang wanita yang terlihat bahagia saat melihat Kania akan jatuh.


"CAKRA....."


"Kania ada apa?."Tanya Cakra khawatir.


"Aku ingat, mereka berdua adalah sahabat baikku Mia dan Bunga, aku ingin kalau kamu suami aku. Tapi aku tidak ingat semuanya, dan yang aku ingat lagi adalah saat aku akan jatuh dari kapal pesiar itu."Jawab Kania.


"Kamu ingat aku?."Tanya Cakra.

__ADS_1


"Iya, tapi aku hanya tahu kalau kamu suami aku. Tapi tentang apa yang sudah kita lalui bersama aku tidak ingat."Jawab Kania.


Cakra memegang wajah Kania.


"Tidak masalah sayang, yang terpenting kamu ingat aku adalah suami kamu, kamu dunia ku itu yang terpenting bagiku.


Jika tentang apa yang sudah kita lalui bersama kita bisa menulisnya kembali bersama dengan Daniel."Ucap Cakra.


Kania pun mengangguk, Cakra mencium wajah Kania setelah itu memeluk Kania dengan sangat erat.


Tiba tiba saja handphone Kania berdering, Kania pun mengangkat telepon itu yang ternyata dari Robert.


"Halo Dad."Ucap Kania saat sambungan teleponnya terhubung dengan Robert.


"Kamu di mana sayang? Kenapa tidak pulang?."Tanya Robert yang terdengar begitu khawatir.


"Dady tidak perlu khawatir aku baik baik saja. Aku hanya perlu waktu sendiri."Jawab Kania.


"Baiklah kalau begitu."Ucap Robert.


Setelah itu sambungan telepon mereka pun terputus.


"Sepertinya Tuan Robert sangat menyayangi kamu."Ucap Cakra tersenyum.


"Iya, mereka memang menyayangi ku.


Tapi aku kecewa kenapa mereka tidak jujur padaku kalau aku bukan Sonnya anak mereka.


Harus mereka memberitahu aku yang sebenarnya, bukan malah mengganti identitas ku."Ucap Kania dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Cakra memeluk Kania agar Kania jauh lebih tenang.


"Sayang aku tahu apa yang di lakukan oleh Tuan Robert dan istrinya memang tidak benar. Tapi, kamu juga tidak boleh marah pada mereka.


Mereka hanyalah orang tua yang sedih karena kehilangan anak mereka dan akhirnya mereka menemukan kamu.


Dan mereka berpikir kalau kamu adalah hadiah dari Tuhan untuk menggantikan anak mereka yang telah tiada.


Kamu pasti tahu sendiri bagaimana Tuan Robert dan istrinya memperlakukan kamu dan Daniel."Jelas Cakra.


"Iya kamu benar, selama ini mereka sangat baik padaku dan Daniel.


Mereka sangat menyayangi aku seperti anak mereka sendiri."Saut Kania.


"Jangan menangis sayang malam ini kita temui mereka, dan kamu harus berpamitan dengan baik pada mereka untuk kembali ke sisiku."Ucap Cakra dan Kania pun mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2