Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 37


__ADS_3

Mia terlihat begitu murung, dengan matanya yang merah. Bunga dan Kania yang memang sudah di kelas tahu kalau telah terjadi sesuatu pada Mia.


Kania pun memberi kode pada Bunga untuk menanyakan keadaan Mia. Karena kalau Kania sendiri yang bertanya pasti tidak akan di jawab oleh Mia.


Akhirnya Bunga pun mendekati Mia dan menanyakan apa yang terjadi padanya. Kania diam diam mencoba mendengarkan pembicaraan antara Bunga dan Mia. Namun sayang Kania tidak bisa mendengarnya dengan jelas.


Tak lama guru pun masuk dan Bunga kembali duduk di samping Kania.


"Apa yang terjadi padanya?."Tanya Kania.


"Aku juga tidak tahu, yang jelas dia ingin berbicara dengan mu."Jawab Bunga.


"Berbicara dengan ku? Apa yang akan di bicarakan dengan ku?."Tanya Kania lagi.


"Mungkin dia ingin sebuah penjelasan dari kamu Kania."Saut Bunga.


Kania pun hanya mengangguk. Setelah itu mereka fokus pada pelajaran mereka.


______


Waktu terus berjalan, dan kini waktunya untuk pulang sekolah. Sebelum pulang Bunga memberitahu Kania kalau nanti dia akan datang ke rumahnya bersama dengan Mia.


Dan di dalam perjalanan pulang, Kania memberitahu Cakra kalau Mia akan datang ke rumah nanti.


"Untuk apa dia datang ke rumah? Memangnya hubungan kamu dan Mia sudah kembali seperti dulu?."Tanya Cakra.


"Aku tidak tahu mau apa dia, tapi Bunga bilang kalau Mia ingin berbicara dengan ku dan meminta penjelasan dari diriku."Jelas Kania.


"Kalau begitu katakan dan jelaskan semuanya pada dia, agar dia tahu. Mungkin kalau dia tahu hubungan kita yang sebenarnya apa dia bisa mengerti dan berhenti menyukaiku dan hubungan kalian akan kembali seperti dulu."Ucap Cakra.


"Apa tidak apa apa kalau aku memberitahu Mia tentang hubungan kita?."Tanya Kania memastikan.

__ADS_1


"Tidak papa."Jawab Cakra.


Setelah tiga puluh lima menit mereka pun kini sudah sampai di rumah. Mereka langsung masuk ke dalam rumah.


Cakra langsung pergi ke kamar, sedangkan Kania pergi ke dapur untuk memberitahu Bi Nining agar menyiapkan makanan dan minuman. Setelah itu barulah Kania pergi ke kamarnya.


Saat Kania masuk kamar, Kania melihat Cakra yang sedang rebahan di atas tempat tidur.


"Kamu tidak pergi ke cafe?."Tanya Kania.


"Tidak. Hari ini aku ingin istirahat dulu."Jawab Cakra.


"Baiklah."Saut Kania.


Setelah itu Kania pun pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya. Saat Kania keluar dari kamar mandi Kania melihat Cakra yang sudah terlelap.


"Sepertinya dia sangat kelelahan hari ini."Ucap Kania yang kini duduk di samping Cakra. Kemudian Kania mencium kening Cakra.


"Aku mau tidur, dan aku butuh pelukan kamu."Ucap Cakra.


Kania tersenyum saat mendengar ucapan Cakra. Akhirnya Kania pun berbaring di samping Cakra walau pun kini Kania hanya menggunakan handuk kimononya.


Cakra langsung memeluk Kania dan membenamkan wajahnya di dada Kania. Kania pun memeluk Cakra dan membeli rambut Cakra dengan sangat lembut.


"Cakra, apa kamu tidak menginginkan sesuatu yang lebih dari pada yang selama ini kita lakukan?."Tanya Kania.


"Kenapa tiba tiba saja kamu bertanya seperti itu?."Tanya Cakra balik.


"Aku hanya ingin tahu saja."Jawab Kania.


"Kalau boleh jujur tentu saja aku ingin. Lagi pula apa pun yang kita lakukan itu sah sah saja, tapi aku tidak ingin egois dengan hanya mementingkan keinginan ku saja.

__ADS_1


Aku juga harus memikirkan perasaan kamu Kania. Aku tahu jika aku melakukan sesuatu yang lebih jauh lagi kamu belum siap untuk itu.


Aku hanya akan melakukan sesuatu yang lebih jauh jika kamu yang memintanya Kania.


Tapi jika nanti kita sudah dewasa aku tidak akan menunggu kamu memintanya, tapi aku yang akan memulainya lebih dulu."Jelas Cakra.


"Apa kamu yakin akan sanggup menahannya sampai saat itu?."Tanya Kania kembali.


Mendengarkan pertanyaan Kania, Cakra langsung mengsejajarkan wajah dengan wajah Kania. Cakra pun membelai wajah Kania.


"Kenapa kamu tiba tiba bertanya tentang hal itu padaku, apa jangan jangan kamu menginginkan nya? Kalau kamu memang mau aku bisa melakukannya saat ini juga."Ucap Cakra.


Kania langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Cakra, Kania tidak ingin Cakra melihat wajahnya yang memerah.


"Ti---tidak aku belum pernah terpikirkan untuk melakukan hal itu, seperti yang kamu katakan aku belum siap."Saut Kania.


"Kalau begitu jangan memancing dan membuat aku beranggapan kalau kamu ingin mencobanya Kania.


Karena itu bisa membuatku tidak nyaman."Ucap Cakra yang langsung memeluk Kania dari belakang.


Cakra memeluk Kania sangat erat, sampai Kania merasakan sesuatu yang berbeda di bagian bawah.


"Cakra itu apa yang ke---"


"Jangan di tanyakan Kania, karena kami tahu jawabannya apa. Biarkan saja seperti ini ya."Ucap Cakra yang memotong perkataan Kania.


Kania pun hanya mengangguk. Wajah Kania semakin memerah dan badannya pun terasa lebih panas. Namun Kania hanya bisa diam saja agar Cakra tidak menyadarinya.


Namun tiba tiba saja Cakra membalikkan tubuh Kania sampai menghadapnya. Kemudian Cakra langsung memeluk Kania kembali.


Kini wajah Kania berada di dada Cakra.

__ADS_1


Entah kenapa Kania merasa lebih nyaman dan akhirnya mereka pun sama sama terlelap.


__ADS_2