
Saat di dalam kamar mandi, Kania menyentuh bibirnya. Dia mengingat apa yang baru saja dia lakukan bersama dengan Cakra.
Wajah Kania terasa panas saat mengingat hal itu.
Sungguh itu sangat memalukan. Tapi kalau boleh jujur Kania menyukainya. Kania juga senang karena ciuman pertamanya bersama dengan orang yang tepat.
Tok tok tok
"Kania apakah kamu masih lama di dalam? Kalau masih lama aku akan mandi di tempat yang lain."Ucap Cakra dari luar.
"Iya, aku masih agak lama."Jawab Kania.
"Baiklah."Saut Cakra.
Setelah itu suara Cakra tidak terdengar lagi. Kania pun melanjutkan ritual mandinya dan berhenti untuk membayangkan apa yang baru saja terjadi tadi.
Dan setelah lima belas menit Kania pun keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang sudah rapih. Setelah itu Kania sedikit memoles wajahnya agar terlihat lebih segar.
Saat Kania tengah merapihkan rambutnya, Cakra masuk dengan pakaian yang sudah rapih.
"Kamu sudah siap?."Tanya Cakra.
"Iya, aku sudah siap."Jawab Kania.
"Kalau begitu kita pergi sekarang."Ucap Cakra dan Kania pun hanya mengangguk.
Setelah itu mereka pun pergi dari cafe untuk pulang ke rumah orang tua Cakra.
Di dalam perjalanan mereka berpapasan dengan Siska, namun mereka tidak sadar.
Sedangkan Siska yang melihat mereka langsung memberitahu Mikela.
Tidak lupa Siska memberikan foto yang di ambilnya tadi.
Tak lama Mikela pun menghubungi Siska.
"Siapa cewek yang jalan sama Cakra itu, gue nggak bisa lihat jelas wajahnya?."Tanya Mikela.
"Elu ingat nggak sama cewek yang punya masalah sama kita di kantin dan akhirnya kita mengunci dia di kamar mandi?."Tanya Siska balik.
"Iya gue ingat."Jawab Mikela.
__ADS_1
"Nah itu dia ceweknya."Ucap Siska.
"Loh bukanya dia temanan sama cewek yang suka Cakra itu, tapi kok bisa dia jalan sama Cakra."Ucap Mikela.
"Gue nggak ngerti kalau masalah itu, tapi yang jelas di sini mereka terlihat sangat dekat bahkan mesra.
Kalau di bandingkan sama elu dulu, elu masih kalah jauh.
Dan menurut gue mereka punya hubungan yang spesial."Ucap Siska.
Tiba tiba saja sambungan telepon terputus. Siska tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh Mikela, yang pasti Mikela tidak akan membuat perhitungan pada orang yang mencoba untuk merebut Cakra darinya.
__
Setelah memutuskan sambungan telepon dengan Siska, Mikela langsung menghubungi Cakra. Namun satu pun panggilannya tidak di jawab oleh Cakra.
Mikela saat ini benar benar marah, dia tidak terima dengan apa yang di lakukan Cakra padanya. Apalagi Cakra melakukan itu karena cewek lain.
"Nggak aku nggak akan membiarkan ini semua. Dari awal Cakra itu milik aku, jadi sampai akhir pun Cakra harus tetap menjadi milikku."Ucap Mikela.
Setelah berpikir beberapa saat, Mikela pun akhirnya memutuskan untuk pergi menemui Cakra.
Mikela langsung mengendarai mobilnya untuk pergi ke rumah Cakra. Mikela tidak peduli dengan apa yang akan terjadi di sana yang jelas sekarang juga Mikela harus bertemu dengan Cakra dan meminta penjelasan darinya.
Saat Mikela sampai di rumah Cakra, Mikela langsung meminta izin untuk bisa masuk ke dalam rumah. Namun sebelum masuk Mikela sudah bertemu dengan Cakra yang keluar dari rumah.
Sebenarnya Cakra keluar dari dalam rumah sengaja untuk menemui Mikela karena sedari awal Cakra dan Kania sudah melihat Mikela masuk ke dalam halaman rumah Cakra.
"Akhirnya aku bisa bertemu dengan kamu Cakra,"ucap Mikela "ada sesuatu yang ing---"
"Cukup Mikela, aku tidak mau mendengar perkataan kamu lagi. Dan aku minta kamu untuk pergi dari sini sekarang juga."Ucap Cakra yang memotong ucapan Mikela.
"Kamu ngusir aku?."Tanya Mikela.
"Iya."Jawab Cakra.
"Sekarang kamu berubah, dan aku tahu semua ini pasti gara gara Kania kan? Gara gara dia kamu memutuskan aku, dan gara gara dia kamu mengabaikan aku."Ucap Mikela.
"Itu bukan urusan kamu, dan cepat pergi dari sini sebelum orang tua aku melihat kamu di sini."Ucap Cakra.
"Tunggu Cakra aku belum selesai berbicara.
__ADS_1
Dengarkan aku baik baik Cakra, Kamu tahu bukan kalau aku sebelumnya juga tidak pernah melarang kamu untuk bermain main dengan cewek manapun yang terpenting pada akhirnya kamu akan tetap bersama dengan ku.
Dan sebelumnya kamu pun tidak pernah mengabaikan aku seperti ini. Tapi kenapa sekarang kamu berubah setelah mengenal Kania.
Apa yang Kania punya dan aku tidak punya, dan apa yang Kania berikan padamu aku juga pasti akan berikan bahkan lebih."Ucap Mikela.
Cakra menatap tajam Mikela, Cakra benar benar tidak percaya kalau Mikela akan bersikap seperti ini.
Cakra sadar betul kalau perasaan Mikela padanya, yang tadinya hanya suka kini menjadi obsesi.
Dan hal itu tentu saja membuat Cakra merasa jijik. Bukankah Mikela saat ini terlihat seperti perempuan yang tidak ada harga dirinya.
"Cakra kenapa kamu diam saja, jawab aku."Ucap Mikela.
"Kamu sadar atau tidak, kalau saat ini kamu terlihat seperti perempuan yang tidak punya harga Mikel."Ucap Cakra.
"Iya kamu benar, aku memang tidak punya harga diri dan itu hanya padamu Cakra."Saut Mikela.
"Sudah aku katakan cukup Mikela, jangan menguji kesabaran aku.
Bukankah dari kamu tahu kalau aku suka bermain dengan cewek mana pun yang aku mau. Dan harusnya kamu sadar kalau kamu pun sama, hanya mainan ku saja.
Jadi berhenti bertingkah seakan akan aku milik mu. Dan aku harap kamu mengerti kalau aku tidak akan pernah mau terus bersama dengan perempuan seperti kamu."Ucap Cakra.
Mikela benar benar tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Cakra. Dulu Cakra tidak pernah berkata kasar apa lagi sampai menyakiti hatinya.
Mikela pun pergi dari rumah Cakra dengan perasaan yang kini bercampur menjadi satu.
Setelah Mikela pergi Cakra melihat Kania dan juga Mamahnya yang berada di balkon.
Mamahnya tersenyum puas karena Cakra mau mengikuti semua perkataannya dan mengusir Mikela dari rumah dengan sangat cepat.
"Apakah Mamah puas?."Tanya Cakra setelah bergabung dengan Cakra dan Mamahnya duduk di balkon.
"Iya Mamah sangat puas.
Dan kamu sekarang bisa lihat sendiri bukan kalau apa yang di katakan Mamah dulu itu benar, Mikela bukanlah gadis yang baik."Ucap Lusi.
"Lagi pula sekarang kamu sudah punya Kania di sisi kamu. Dan kamu lihat sendiri apakah Kania punya kekurangan?."Timpal Joni.
"Iya Papah benar, aku sudah memiliki Kania di sisi dan Kania adalah gadis yang sangat sempurna.
__ADS_1
Aku sangat beruntung bisa memilikinya."Ucap Cakra sambil tersenyum.
Lusi dan Joni tersenyum bahagia melihat Cakra apa lagi Kania yang malu malu karena ucapan Cakra.