
Adam kini sudah sampai di kampus Cakra. Adam pun bertanya pada salah satu mahasiswa di sana tentang Cakra.
"Hei tunggu,"
"Boleh aku bertanya?."Tanya Adam.
"Tentu."Jawab Mahasiswa itu.
"Apa kamu kenal salah satu mahasiswa di kampus ini yang bernama Cakra Pangestu?."Tanya Adam.
"Tentu saja, dia salah satu mahasiswa yang populer di kampus ini, dan dia pun menjadi salah satu pria idaman para mahasiswi di kampus ini ataupun kampus yang lain.
Dia pria yang tampan, baik, pintar dan juga kaya. Jadi wajar saja kalau dia banyak di sukai."Jelas mahasiswa itu.
"Hmm apa kamu tahu di mana dia tinggal?."Tanya Adam kembali.
"Aku tidak tahu."Jawabnya.
"Baiklah terimakasih atas waktunya."Ucap Adam.
Mahasiswa itu pun langsung pergi meninggalkan Adam. Di dalam hatinya dia bertanya tanya kenapa orang itu bertanya tentang Cakra.
"Hei, tunggu!."Ucap mahasiswa itu pada orang yang kini tengah berjalan di depannya.
Orang itu berbalik dan melihat kearah mahasiswa itu.
"Hei cepatlah Pudin."Ucap orang itu yang tidak bukan adalah Cakra.
Pudin pun berjalan mendekat pada Cakra dan juga Andika. Setelah itu Pudin memberitahu Cakra kalau ada seseorang yang mencaritahu tentangnya.
"Eh tahu tidak, tadi ada orang yang cari tahu tentang kamu."Ucap Pudin.
"Cantik nggak?."Tanya Andika.
"Nggak, kali ini ganteng."Jawab Pudin.
"Wah gila, ternyata yang menyukai Cakra bukan hanya cewek, cowok juga ada yang menyukai Cakra sampe cari tahu tentang Cakra, hahaha."Ucap Andika.
"Di mana orangnya?."Tanya Cakra.
"Ada di depan."Jawab Pudin.
Cakra pun langsung pergi untuk melihat siapa orang yang sedang mencari tahu tentangnya. Dari kejauhan Cakra melihat Adam yang sedang berbicara dengan seorang mahasiswa lain.
Tak lama mahasiswa itu pergi. Cakra memanggil mahasiswa itu saat berpapasan dengannya.
"Tunggu!,"ucap Cakra
"Kalau boleh tahu apa yang tadi kamu bicarakan dengan orang itu?."Tanya Cakra.
__ADS_1
"Oh dia, tadi dia bertanya tentang kamu tuh."Jawab mahasiswa itu.
"Dia tanya apa saja?."Tanya Cakra kembali.
"Dia tanya tentang kamu di kampus ini, kamu tinggal di mana dan siapa saja yang dekat dengan kamu."Jelas mahasiswa itu.
"Baiklah, makasih ya."Ucap Cakra.
"Iya sama sama.
Aku duluan ya Cakra."Ucap mahasiswa itu yang kemudian pergi meninggalkan Cakra.
Cakra heran kenapa Adam mencaritahu tentangnya sampai di kamus ini. Cakra sangat yakin pasti ada maksud tertentu di balik ini semua.
Cakra terus melihat Adam, sampai akhirnya Adam melihat Cakra yang kini tengah melihat kearahnya.
Adam pun memutuskan untuk langsung pergi dari sana.
"Siapa Cak?."Tanya Andika.
"Adam."Jawab Cakra.
"Adam?
Ketua OSIS?."Tanya Andika untuk memastikan.
"Pasti ada sesuatu yang sedang di rencanakan dia."Ucap Andika.
"Sepertinya begitu."Saut Cakra.
Tak mau ambil pusing akhirnya Cakra pun mengajak Andika untuk pergi ke kelas.
Sesampainya di kelas Pudin bertanya pada Cakra tentang orang tadi.
"Gimana kamu kenal sama dia?."Tanya Pudin.
"Iya, dia teman satu SMA ku dulu."Jawab Cakra.
"Tunggu, jangan jangan ini ada hubungannya dengan Kania,"ucap Andika,
"Bukankah kamu pernah bilang kalau dulu Adam pernah memperingati kamu untuk tidak mendekati Kania.
Dan kemarin kamu juga melihat Adam yang menatap kamu dengan tatapan tidak suka saat di kampus Kania.
Jadi menurut aku, Adam menyukai Kania dari dulu sampai sekarang. Dan saat ini dia sedang menyelidiki kamu untuk mencari tahu tentang kamu lebih dalam lagi."Jelas Andika.
"Kalau begitu kau harus hati hati Cakra."Saut Pudin.
"Iya."Ucap Cakra.
__ADS_1
______
Waktu berjalan dengan cepat.
Kania, Bunga dan Mia saat ini sedang berada di salah satu mall.
Mereka makan siang di restoran favorit mereka. Di sana Mia curhat tentang hubungannya dengan Andika yang sampai saat ini belum ada kepastian.
Meskipun mereka saling menyukai.
Begitu pula dengan Kania yang sangat kesal dengan kelakuan Adam. Terlebih lagi pada saat Adam menjelek-jelekkan Cakra, padahal dia tidak tahu apa pun tentang Cakra.
Pada saat mereka tengah asik mengobrol, Kania melihat seseorang yang dia kenal.
"Eh liat ke sana!
Itu Mikela kan ya?."Ucap Kania sambil menunjuk ke satu arah.
"Iya itu Mikela."Ucap Mia.
"Kok dia di sini? Bukannya dia ada di Inggris."Ucap Bunga.
"Eh siapa itu laki laki yang jalan sama dia?."Tanya Mia.
"Kalau di lihat dari gerak-gerik mereka sepertinya mereka adalah sepasang kekasih deh.
Liat tuh romantis banget kan."Saut Bunga.
"Tapi kenapa ya kok tiba tiba saja perasaan aku jadi enggak enak gini."Ucap Kania.
"Kenapa?
Apa karena kamu melihat Mikela jadi kamu merasakan kekhawatiran yang berlebihan, karena kamu takut kalau dia akan kembali mengganggu hubungan kamu dan Cakra."Ucap Bunga.
"Sepertinya begitu."Ucap Kania.
"Sudahlah kamu tidak perlu berpikir yang tidak tidak, lagi pula sepertinya Mikela memang sudah punya pasangannya, jadi kamu jangan khawatir lagi, ok."Ucap Bunga dan Kania pun hanya mengangguk.
Mereka pun melanjutkan makan siang mereka tanpa memikirkan tentang Mikela lagi.
Saat ini Kania hanya bisa berdoa agar semua baik baik saja dan berjalan seperti biasanya.
______
Hai semuanya mohon maaf karena meng-up date bab yang sama sebelumnya, karena saya tidak ingat/ tidak fokus.
Saya juga minta maaf karena up lama, jujur saja untuk saat ini terkadang saya tidak bisa membagi waktu jika anak saya sedang rewel.
Dan terima kasih yang masih dengan setia menunggu saya update.
__ADS_1