
Malam pun tiba kini Sonnya, Daniel dan orang tuanya sedang menuju restoran tempat mereka akan malam bersama dengan keluarga David.
Sebenarnya Sonnya sempat menolak untuk pergi, tapi Robert memaksa Sonnya untuk ikut.
Sonnya pun tahu kalau makan malam ini bukan hanya sekedar makan malam biasa, Sonnya sangat yakin kalau nantinya akan membahas tentang perjodohan.
Sesampainya di restoran, Sonnya melihat David dan orang tua nya sudah menunggu kedatangan mereka.
Terpaksa Sonnya pun harus tersenyum ramah, dan bersikap baik baik saja.
Mereka pun kemudian makan malam bersama, setelah selesai dan meja sudah di bereskan, Tuan Bagas memulai percakapan yang sangat tidak ingin Sonnya dengar.
"Tuan Robert sudah hampir satu tahun kita tidak membicarakan tentang perjodohan anak anak kita lagi.
Jadi saya rasa sekarang adalah waktu yang sangat tepat untuk membicarakannya kembali."Ucap Bagas.
"Ya Anda memang betul Taun Bagas.
Saya rasa David dan Sonnya juga sudah saling mengenal satu sama lain, mungkin saja mereka sudah saling jatuh cinta."Ucap Robert.
Semuanya tertawa kecuali Sonnya dan Daniel, Robert yang melihat itu pun langsung tahu apa yang di rasakan Sonnya.
"Tapi Tuan Bagas, seperti yang sudah saya katakan dulu, saya memang menyetujui dan suka akan perjodohan anak anak kita.
Namun keputusan ada di tangan Sonnya, jika Sonnya menyetujui perjodohan ini maka dalam waktu dekat kita akan melangsungkan pernikahan mereka, tapi jika tidak, maaf Tuan saya rasa perjodohan ini di batalkan saja."Ucap Robert.
Robert pun menggenggam tangan Sonnya, Sonnya sangat senang mendengar ucapan Robert.
"Dad?." Jesica tidak percaya kenapa Robert berbicara seperti itu, bukankah sejak dulu mereka ingin menjalani hubungan dengan keluarga Bagas dan Maya.
Robert pun menggenggam tangan Jesica sambil tersenyum.
"Baiklah, jadi bagaimana Sonnya?."Tanya Bagas.
"Maaf Tuan Bagas sepertinya saya tidak cocok untuk David."Jawab Sonnya.
"Maksud kamu apa Sonnya?
Kamu menolak David?."Tanya Maya.
"Mah tenang."Ucap Bagas.
__ADS_1
"Sonnya dulu kamu meminta waktu untuk saling mengenal satu sama lain.
Dan ini sudah hampir satu tahun, apa dalam waktu yang cukup lama ini tidak dapat menumbuhkan rasa cinta atau suka kamu pada David?
Kamu tahu bukan banyak wanita yang ingin menjadi pasangan David, tapi dia justru memilih kamu, apa kamu yakin menolak David?."Ucap Bagas.
"Maaf sebelumnya jika keputusan saya tidak sesuai dengan harapan kalian selama ini.
Saya sudah berusaha untuk menerima David, saya juga sudah berusaha membuka hati saya untuk David.
Tapi ternyata David tidak bisa masuk dalam hati saya, bahkan singgah di pikiran saya tidak.
Jujur saja saat bersama David saya selalu merasa bersalah, tidak nyaman, bahkan terkadang merasa tidak aman."Jelas Sonnya.
"Sonnya coba kamu pikir baik baik! Kalau kamu menerima David hidup kamu akan terjamin, kamu tidak akan kekurangan apa pun, kamu akan bahagia Sonnya, bersama dengan anak kamu.
Harusnya kamu juga bersyukur kalau ada pria yang mau sama kamu dan menerima anak kamu dengan baik."Ucap Maya.
Sejenak Sonnya melihat Daniel. Memang David sangat baik pada Daniel, Daniel pun butuh sosok seorang Ayah yang baik dan sayang padanya.
Sonnya kini sedikit ragu dengan keputusannya, Sonnya tahu apa yang di inginkan hatinya ya itu menolak perjodohan ini, tapi bagaimana dengan Daniel?.
Tiba tiba saja Daniel menggenggam tangan Sonnya.
Aku memang ingin punya Dady tapi, Dady yang aku mau adalah Dady yang Mami cintai, Dady yang Mami inginkan.
Paman David memang sangat baik padaku, dia juga bisa jadi Ayah yang baik untuk ku. Tapi dia tidak bisa menjadi pasangan yang baik untuk Mami dan suami yang Mami harapkan."Ucap Daniel.
Sonnya mencium wajah Daniel.
"Makasih sayang."Ucap Sonnya.
"Maaf semuanya aku tidak bisa menerima perjodohan ini."Ucap Sonnya dengan sangat tegas.
David mengepalkan kedua tangannya, matanya menatap Sonnya dengan sangat tajam.
"Tidak bisa Sonnya, kamu tidak bisa menolak perjodohan ini.
Karena aku tidak bertanya apa kamu setuju atau tidak. Saat ini aku hanya memberitahu kalau perjodohan ini terus berlanjut dan satu Minggu lagi kita akan bertunangan.
Lalu satu bulan kemudian kita akan menikah, ingat itu."Ucap David.
__ADS_1
"Tidak bisa seperti David, aku tidak menyetujui nya."Ucap Sonnya.
"Maaf Sonnya seperti yang di katakan oleh David tadi, sebenarnya kami tidak sedang bertanya pendapat kamu.
Ini adalah sebuah perjanjian jadi mau tidak mau kamu harus menyetujui nya."Ucap Bagas.
"Ini tidak adil untuk saya Tuan Bagas.
Saya tidak mencintai anak Anda David, dan saya tidak bisa jika harus menghabiskan hidup saya bersama dengan David."Ucap Sonnya dengan nada tinggi.
Kemudian Sonnya pun langsung menggendong Daniel dan pergi dari sana.
David mengejar Sonnya, Sonnya yang tahu langsung berlari.
"Mami turunkan saja aku Mi."Ucap Daniel.
"Enggak sayang, Mami nggak mau meninggalkan kamu."Ucap Sonnya.
Sonnya pun bersembunyi agar David tidak bisa menemukannya.
Waktu terus berjalan, malam pun semakin larut dan hujan turun dengan sangat deras. Tapi saat ini Sonnya masih menyusuri jalan dengan kedua kakinya dan Daniel yang ada dalam gendongannya.
Sonnya dan Daniel basah kuyup karena hujan. Sonnya ingin sekali pulang, tapi Sonnya yakin kalau David sedang menunggunya di sana.
Sonnya pun berencana untuk menginap di hotel tapi hotel terdekat sudah tidak ada kamar kosong, dan sialnya tiga ada kendaraan saat hujan seperti ini, terpaksa Sonnya pun berjalan.
Namun tiba tiba saja sebuah mobil berhenti di samping Sonnya.
"Sonnya."Panggil seorang pria dari dalam mobil.
Saat Sonnya melihat pria itu Sonnya tidak bisa membendung perasaannya lagi.
Sonnya menangis sejadi jadinya. Pria itu pun keluar dari dalam mobil dan langsung memeluk Sonnya saat tahu kalau Sonnya menangis.
Pada saat itu tubuh Sonnya bergetar.
"Ayo masuk ke dalam mobil, kamu sudah kedinginan Daniel juga."Ucap pria itu.
Sonya pun meletakkan Daniel di kursi belakang, kemudian dia duduk di depan. Setelah itu mobil pun melaju.
"Jangan bawa aku pulang ke rumah, aku tidak mau."Ucap Sonnya, setelah itu mata Sonnya tertutup.
__ADS_1
Karena Sonnya sudah berpesan seperti ini, akhirnya pria itu pun membawa Sonnya ke hotel tempat dia menginap saat ini.