
Waktu terus berjalan. Hari hari mereka lalui dengan penuh kebahagiaan. Mereka fokus untuk belajar agar bisa lulus.
Dan usaha mereka pun membuahkan hasil sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Mereka lulus dengan nilai yang bagus.
Dan mereka pun masuk ke universitas yang mereka inginkan.
Namun sayang kali ini Kania dan Cakra tidak berada di universitas yang sama.
Awalnya Kania sangat tidak mau terpisah dengan Cakra, tapi Cakra terus meyakinkan Kania untuk masuk ke universitas yang sedari dulu di inginkan oleh nya dan juga orang tuanya.
Hingga pada akhirnya Kania pun mau masuk ke universitas yang diinginkannya meskipun tanpa Cakra.
_______
"Hari ini aku tidak bisa mengantarkan kamu ke kampus, nggak papakan?."Tanya Cakra.
"Iya tidak papa, nanti aku berangkat sama Bunga dan Mia.
Kamu tidak perlu khawatir, lebih baik kamu fokus pada kerjaan kamu saja."Jawab Kania.
"Kalau begitu aku pergi sekarang, tapi ingat kalau terjadi sesuatu langsung hubungi aku."Ucap Cakra dan Kania pun hanya mengangguk.
Setelah itu Cakra mencium bibir Kania lalu langsung pergi.
Beberapa hari terakhir Cakra memang sangat sibuk, bahkan waktu istirahat nya saja kurang. Selain sibuk dengan pendidikannya Cakra juga sibuk mengurus cafenya yang saat ini sudah bertambah besar bahkan Cakra pun sudah bisa membuka cabang.
Dan sekarang ini Cakra pun sibuk mengurus perusahaan karena Papahnya sakit dan tidak bisa bekerja dan mengurus semuanya, hingga Cakra lah yang mengambil alih.
Meskipun begitu banyak yang harus di kerjakan oleh nya tapi Cakra selalu punya waktu untuk di habiskan berdua bersama dengan Kania.
Tak lama setelah Cakra pergi, Bunga pun sampai dan Kania langsung naik ke dalam mobil Bunga.
"Maaf ya aku merepotkan kamu lagi."Ucap Kania saat masuk ke dalam mobil.
"Apa sih kamu, kaya sama siapa aja."Saut Bunga.
"Kalau di bilang merepotkan tentu saja jauh lebih merepotkan menjemput Mia, karena rumah dia tidak searah."Ucap Bunga.
"Oh gitu, lalu kenapa kamu mau menjemput ku."Saut Mia.
"Hahaha jangan marah gitu dong, aku kan hanya bercanda. Lagi pula aku sama sekali tidak keberatan kalau harus menjemput kalian."Ucap Bunga.
"Oh iya Kania apa kamu sudah memberitahu Cakra tentang Adam?."Tanya Mia.
__ADS_1
"Tidak, dan sepertinya aku juga tidak akan memberitahu Cakra tentang hal itu.
Aku juga tidak perduli."Jawab Kania.
"Tapi aku benar benar tidak menyangka loh kalau Adam menyukai kamu sedari SMA."Ucap Bunga.
"Kamu tidak cemburu mengetahui Adam menyukai Kania?
Bukankah kamu mengagumi dia sejak lama?."Tanya Mia.
"Untuk apa aku cemburu. Lagi pula aku hanya mengagumi bukan berarti aku mencintai dia bukan.
Tapi itu juga dulu, kalau sekarang sepertinya rasa kagum aku sudah hilang. Kalian tahu sendiri bukan Adam seperti apa sekarang."Jelas Bunga sambil tertawa.
"Iya, benar benar dia seperti bukan Adam yang kita kenal sebelumnya.
Aku tidak menyangka kalau dia ada bakat jadi Playboy.
Oh iya Kania sebaiknya kamu berhati hati, takutnya nanti ada salah satu wanita yang mendatangi kamu karena Adam menyatakan perasaannya padamu."Ucap Mia.
Kania hanya tersenyum mendengar ucapan Mia.
Setelah dua puluh menit mereka pun sampai di kampus. Setelah parkir mereka pun langsung pergi menuju ke kelas.
Mereka berjalan sambil bercanda dan tertawa. Dan seperti biasa mereka menjadi pusat perhatian mahasiswa. Terutama Kania.
Bahkan sudah banyak pria yang menyatakan perasaannya pada Kania, tapi tidak ada yang di terima oleh Kania.
Sekali pun dia mahasiswa paling pintar, kaya atau pun tampan. Kania juga tidak pernah terlihat bersama dengan pria dan hal itu membuat beberapa mahasiswa berpikir kalau Kania memiliki kelainan.
Namun hal itu tidak pernah menggangunya, Kania tidak pernah memikirkan apa pun yang di katakan oleh orang orang. Apa lagi yang di katakan mereka tidak benar.
Karena pada kenyataannya Kania adalah wanita normal. Hanya saja tidak ada yang tahu kalau Kania sudah bersuami.
"Kania."
Kania menengok ke arah sumber suara begitu pula dengan Bunga dan Mia.
Saat itu mereka melihat Adan yang sedang berjalan mendekat dengan seikat bunga di tangannya.
"Ini untuk kamu."Ucap Adam sambil memberikan bunga mawar yang di bawanya pada Kania.
"Terimakasih."Ucap Kania sambil menerima bunga yang di berikan Adam.
__ADS_1
Adam tersenyum saat Kania mau menerima bunga mawar darinya. Dan Adam yakin kalau Kania pasti menerimanya.
"Kamu mau menerima bunga dari ku itu artinya kamu menerimaku juga.
Aku tahu kalau kamu juga menyukaiku bukan.
Kamu tidak perlu khawatir aku akan selalu setia pa---"
"Tunggu Adam, kamu jangan salah paham.
Aku menerima bunga ini bukan berarti aku menerima kamu.
Aku menerima bunga ini karena aku tidak ingin mempermalukan kamu di depan orang orang yang saat ini melihat kita. Karena bagaimanapun kamu itu teman SMA ku.
Tapi kalau kamu menganggap dengan menerima bunga ini aku juga menerima kamu, maka maaf aku tidak bisa menerimanya."Ucap Kania yang memotong perkataan Adam. Kania pun langsung memberikan kembali bunga mawar itu pada Adam.
Setelah itu Kania pun langsung berlalu pergi bersama dengan Bunga dan Mia.
Sedangkan Adam hanya terdiam, Adam tersenyum dengan penuh arti.
"Kamu menolak ku Kania?
Tapi kenapa? Apa kurang nya aku?
Tapi tidak, aku tidak akan menyerah begitu saja, bagaimana pun caranya aku akan membuat kamu menjadi milik ku."Ucap Adam.
Adam langsung membuang bunga mawar yang di bawanya, kemudian Adam berlalu pergi.
Setelah itu berita penolakan Kania terhadap Adam pun tersebar luas di kampus.
"Hei kalian tahu tidak tadi Kania menolak Adam di depan semua orang."Ucap mahasiswa A.
"Iya aku melihat sendiri tadi."Saut mahasiswa B.
"Aku penasaran pria seperti apa yang di inginkan Kania, Adam yang begitu populer seperti itu saja di tolak oleh Kania."Ucap mahasiswa C.
"Apa jangan jangan berita kalau Kania itu tidak normal itu benar."Ucap mahasiswa B.
"Jangan asal bicara, bagaimana kalau itu hanya berita palsu."Ucap mahasiswa A.
"Tapi bisa saja berita itu benar. Buktinya Kania tidak pernah dekat dengan pria, Kania selalu terlihat dengan dua temannya itu."Ucap mahasiswa C.
Hampir seluruh mahasiswa di kampus membicarakan tentang hal itu. Bahkan sudah sampai di telinga Kania sendiri.
__ADS_1
Bunga dan Mia hanya tertawa dan meledek Kania tentang berita kalau Kania tidak normal.
Dan karena hal itu Bunga mau pun Mia selalu memberitahu Kania untuk segera hamil agar menepis berita itu.