Di Paksa Menikah Saat SMA

Di Paksa Menikah Saat SMA
Episode 09


__ADS_3

Cakra terus memperhatikan Kania yang sedang berbicara di telpon bersama dengan Mikela. Cakra hanya tersenyum saat mendengar Kania.


Sampai akhirnya Cakra memutuskan untuk mendekati Kania.


"Kamu sedang berbicara dengan siapa sayang."Ucap Cakra yang langsung membaringkan tubuhnya di samping Kania.


Kania benar benar terkejut saat itu, sampai Kania tidak bisa berbicara karena malu pada Cakra.


Cakra kemudian mengambil handphone yang ada di tangan Kania lalu mematikannya. Cakra pun memandangi wajah Kania yang masih mentah malu.


"Hmm itu, sejak kapan kamu kembali ke kamar?."Tanya Kania.


"Sejak tadi."


"Sejak tadi? Maksudnya?."Tanya Kania kembali.


"Sejak kamu mulai berbicara dengan Mikela."


"Berarti kamu mendengar semua yang aku katakan tadi?."Tanya Kania dan Cakra pun mengangguk sambil tersenyum.


Kemudian Kania pun langsung menyembunyikan wajahnya di balik selimut. Kania tidak berani mengeluarkan wajahnya dari dalam selimut. Cakra hanya tersenyum melihat tingkah Kania.


"Kania."Panggil Cakra.


"Iya."


"Aku mau makan."


"Lalu aku harus apa?."Tanya Kania yang tidak mengerti apa maksud Cakra.

__ADS_1


"Buatkan aku makanan."Jawab Cakra.


"Hmm tapi aku nggak bisa masak. Kecuali masak mie instan."


"Nggak papa, aku lapar banget nih."Ucap Cakra.


Karena kasihan pada Cakra, akhirnya Kania pun pergi ke dapur untuk memasak mie instan di ikuti oleh Cakra pastinya.


Cakra duduk menunggu Kania memasak mie untuk nya. Dan tak lama Kania pun sudah selesai memasak dua mie instan.


"Kok dua?."Tanya Cakra.


"Iya lah, satu buat kamu satu buat aku. Emang yang lapar itu kamu doang apa."Ucap Kania. "Oh iya nanti kamu yang nyuci bekas masak dan mangkok nya ya."Sambung Kania.


"Kenapa aku?."Tanya Cakra.


"Iya iya."Ucap Cakra.


Mereka pun langsung menyantap makanan mereka sampai habis tak tersisa. Setelah itu Cakra langsung membersihkan bekas makannya dan juga Kania.


Setelah itu mereka kembali ke kamar mereka.


Karena malam semakin larut akhirnya mereka memutuskan untuk tidur karena mereka harus bangun pagi pagi untuk melangsungkan pernikahan.


_______


Pada pagi hari rumah keluarga Kania sudah sangat ramai. Dan Kania sendiri sedang di dandani.


Dan setelah semuanya siap Kania pun turun agar acara bisa segera di langsung. Kali ini Cakra dan Kania terlihat sangat gugup dari pada sebelumnya. Mungkin karena saat ini mereka di kelilingi dan di saksikan oleh keluarga besar mereka.

__ADS_1


Tapi meskipun Cakra gugup, Cakra tetap bisa mengucapkan ijab qobul dengan sangat lancar. Dan setelah Cakra mengucapkan ijab qobul Kania merasakan sesuatu yang berbeda dalam hatinya.


Namun Kania sudah bertekad kalau dia tidak akan jatuh cinta pada Cakra sampai Kania tahu kalau Cakra mencintai nya. Kania tidak ingin sakit hati hanya karena seorang laki laki, dan Kania tidak mau cintanya di berikan pada laki laki yang tidak mencintainya.


Cakra memasangkan cincin pada Kania, begitu pun Kania. Setelah itu mereka meminta doa pada semua keluarga mereka. Dan tentunya mereka mendapatkan banyak doa karena keluarga besar Kania maupun Cakra memang sudah sangat dekat.


Waktu terus berjalan dan satu persatu acara pun sudah di laksanakan. Setelah semua sudah selesai beberapa dari sanak saudara sudah ada yang kembali ke rumah masing-masing. Dan kini hanya tersisa Kakek, Nenek dari Cakra dan Kania yang memang masih ada dan pastinya orang tua mereka. Kini mereka tengah berkumpul di ruang keluarga.


"Aku sangat senang akhirnya impian kita bisa tercapai melalui cucu kita."Ucap Nenek Cakra.


"Iya, aku juga sangat senang sekali."Saut Nenek Kania. "Dulu sempat berpikir kalau keinginan kita untuk menjadi satu keluarga tidak akan terwujud karena anak kita sudah punya pasangan mereka masing masing."


"Tapi ternyata kita menjadi keluarga melalui cucu kita."Sambung Nenek Kania.


"Cakra, Kakek minta tolong sama kamu untuk menjaga Kania dengan baik. Sayangi dia, cintai dia, bahagiakan dia. Dan jangan pernah kamu melupakan hati dan perasaannya."Ucap Kakek Cakra.


"Aku akan berusaha untuk itu Kek."Jawab Cakra.


"Kania, kamu juga harus belajar menerima Cakra, menyayangi dan mencintai dia. Kami tahu semua ini pasti tidak akan mudah untuk kamu dan juga Cakra, tapi setidaknya coba dan belajarlah."Ucap Kakek Kania.


"Iya."Jawab Kania.


"Kania. Kalau sampai Cakra menyakiti kamu dan mengecewakan kamu, jangan pernah ragu untuk bilang sama Mamah dan Papah. Karena kami tidak mau karena keegoisan kami membuat kamu terluka."Ucap Lusi pada Kania yang kini sudah menjadi menantunya.


Lusi tahu seperti apa Cakra, jadi karena itu Lusi berbicara seperti itu pada Kania. Lusi tidak ingin kalau Cakra menjadi luka untuk Kania.


"Mamah nggak perlu khawatir."Ucap Kania. "Kania yakin kok kalau Cakra akan berubah dan berusaha menjadi yang terbaik untuk Kania."


Cakra menatap Kania dengan tatapan kagum, cara Kania berbicara dan menjawab sesuatu dengan baik dan benar membuat Cakra menjadi penasaran seperti apa Kania yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2